
...بسم الله الرحمن الرحيم...
...✨Engkau membenci kehidupanmu, sedangkan banyak orang lain diluar sana bermimpi untuk memiliki hal yang sangat sedikit, lebih sedikit daripada seperti dirimu.✨...
...🌷🌷🌷...
12 tahun kemudian
Malam hari kembali menyapa dunia, langit di dominasi warna gelap yang di hiasi gemerlap nya cahaya bintang dan rembulan.
Malam semakin larut, semua manusia telah meninggalkan aktifitas nya.
Kini waktu nya orang-orang mengistirahatkan tubuh, setelah seharian penuh bekerja.
Namun berbeda dengan Aira, ia masih menyelesaikan kegiatan nya, supaya bisa segera mengistirahatkan badan dan fikiran yang begitu menguras energi.
Seorang gadis cantik yang beranjak dewasa ini tengah berkutat menyiapkan makan malam untuk dirinya dan sang kakak setelah selesai melaksanakan shalat isya.
Tak butuh waktu lama, Aira telah menyelesaikan masakan nya.
"Aira, masak apa sayang ?" Tanya pria dewasa berada di dekat pintu dapur sembari menyandarkan tubuh nya di balik tembok itu.
"Eh kak Adnan udah pulang ?" tanya Aira seraya meraih tangan sang kakak kemudian mencium nya.
"Belum, kakak masih di kantor." Jawab sang kakak pura-pura datar.
"Isshh kakak, mana ada begitu !" Kata Aira dengan bibir mengerucut sembari memukul lengan Adnan.
"Lagian, pertanyaan Adek nggak bermutu !" Jawab Adnan sambil terkekeh.
"Hehe..kan Aira hanya basa-basi kak." Jawab Aira sembari menyengir kuda.
"Huhh dasar !" Tangan Adnan menjepit hidung Aira.
"Ihhh kakak ! lepasin !" rengek Aira saat kakak nya tak melepaskan jepitan tangan nya di hidung Aira hingga membuat nya sulit bernapas.
"Lagian, pertanyaan kamu nggak bermutu !" Kata Adnan seraya melepaskan jepitan tangan nya di hidung Aira.
"Iya iya..maaf kakak ku yang paling ganteng tapi sudah tua belum menikah hahaa.." Saut Aira di akhiri dengan tawa renyah.
Adnan memang sudah berjanji pada dirinya sendiri, tidak akan menikah sebelum ada yang bisa mengambil alih tanggung jawab untuk adik nya kepada orang yang tepat.
Maka dari itu, Adnan rela membujang walau umurnya tidak lagi muda.
__ADS_1
Aira sering meminta pada sang kakak untuk segera menikah, tapi Adnan hanya menjawab belum ada yang cocok.
Padahal sebenarnya ia tidak ingin membagi kasih sayang untuk adik nya pada orang lain.
Adnan sangat menyayangi Aira, adik satu-satunya yang malang, kehilangan orang tua di usia yang masih sangat belia,
Meski Adnan pun juga sangat terpukul kehilangan kedua orang tua nya, tapi ia berusaha untuk bisa tegar dan menjadi sandaran bagi sang adik disaat Aira membutuhkan bahu nya.
Ia berperan sebagai orang tua sekaligus kakak, semenjak orang tua nya tiada, Adnan lah yang menggantikan posisi Abi nya memimpin perusahaan.
Di saat anak seusianya mereka habiskan waktu untuk bermain dan menongkrong, tapi Adnan sudah bekerja keras untuk kebutuhan hidup nya dan sang adik.
"Kakak itu belum tua Aira." Ucap Adnan setelah mendengar ejekan adik nya.
Namun, Adnan pun sebenarnya bahagia saat melihat tawa renyah adik nya, pasalnya selama ini Adnan tahu kalau Aira sering menangis sendiri di keheningan malam.
Aira memang tidak pernah meninggalkan shalat tahajud jika tidak ada halangan, dan di saat itu pula, ia bermunajat kepada Tuhan.
Aira mencurahkan segala kegundahan dalam hati nya, mencurahkan semua masalah yang menimpa nya hanya kepada Tuhan sang maha pencipta.
Adnan sering memergoki nya tanpa di ketahui Aira, karena Adnan diam-diam sering mengintip aktivitas adik satu-satunya itu.
"Ayo kak, kita makan." Ucap Aira sehingga membuyarkan lamunan sang kakak.
"Hm..kalau di lihat dari tampilan dan aroma sepertinya enak masakan nya. Tapi di coba dulu deh, jangan-jangan adik masak nya lupa kasih garam." Kata Adnan sembari terkekeh.
"Ihh kakak, ya nggak mungkin lah Aira lupa masukin garam." Jawab Aira seraya mengerucutkan bibir nya.
Adnan kembali terkekeh melihat ekspresi wajah adik nya yang menurut nya sangat lucu.
"Aira cantik banget sih kalo lagi manyun gitu.." Kata Adnan sembari memposisikan tubuh nya di kursi dengan mata masih menatap sang adik.
"Tapi, lebih cantik lagi kalau senyum." Tambah nya lagi, dan hal itu membuat Aira melebarkan mata nya sembari menatap sang kakak.
Adnan yang melihat ekspresi Aira justru tertawa lepas.
"Ahahaha.. bercanda sayang, gitu aja marah." Ucap Adnan seraya menoel dagu Aira setelah berhasil meredakan tawa nya.
"Tau ah, Aira ngambek !" Ucap Aira cemberut sembari melipat kedua tangan nya di atas meja.
"Jangan gitu sayang, kakak hanya bercanda. Sudah, kita lanjutkan makan." Tegur Adnan.
"Lagian kakak bercanda nya nggak lucu." Ucap Aira dengan bibir di maju kan beberapa centi.
__ADS_1
"Iya, maafin kakak. Udah sekarang berdoa dulu terus makan." Akhirnya Adnan mengalah dengan sang adik.
Mereka pun akhirnya makan tanpa ada suara, hanya terdengar dentingan sendok dan garpu yang menyinggung piring.
Baik Aira maupun Adnan, tidak ada yang berani mengeluarkan suara, karena itu sudah menjadi aturan dari Abi nya saat masih hidup.
Dulu, mendiang abi nya sangat melarang berbicara saat makan, karena pernah kejadian tetangga dari Abi meninggal gara-gara berbicara saat makan dan akhirnya tersedak.
Makanan yang seharusnya masuk ke saluran pencernaan justru malah masuk ke dalam saluran pernapasan, sehingga orang tersebut mengalami penyumbatan total dan akhirnya menyebabkan kematian.
Mungkin itu juga yang di takutkan mendiang Abi Aira dan Adnan sehingga melarang berbicara saat makan.
Setelah beberapa saat, Aira dan Adnan sudah menyelesaikan makan malam nya.
"Sayang..maaf kakak tidak bantu Aira beresin, kakak masih ada pekerjaan." Ucap Adnan.
Memang selama ini Adnan sering membantu adik nya membereskan rumah, karena Aira tidak mau menyewa pembantu untuk membersihkan rumah jadi Aira melakukan sendiri dan Adnan ikut membantu.
"Iya kak, tidak apa-apa. Palingan cuma dikit." Jawab Aira sembari terkekeh.
"Ya sudah, kakak tinggal ke kamar dulu sayang." Ucap Adnan sembari mendekati adik nya dan menghadiahkan kecupan di kening Aira.
Aira hanya mengangguk dan tersenyum.
Setelah Adnan berlalu dari sana, Aira langsung membereskan sisa makanan tadi kemudian membersihkan nya.
Tak membutuhkan waktu lama, akhirnya Aira menyelesaikan pekerjaan nya kemudian pergi ke kamar.
Setelah berada di kamar, ia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengambil air wudhu.
Tak berselang lama, Aira kembali ke dalam kamar lalu mengganti baju tidur.
Hari ini adalah hari yang melelahkan bagi Aira, setelah seharian penuh ia gunakan untuk menyelesaikan tugas kuliah, belum lagi membereskan rumah membuat badan nya terasa pegal dan ingin segera mengistirahatkan tubuh nya.
Aira segera merebahkan tubuh nya di atas kasur, tak membutuhkan waktu lama ia langsung terlelap menuju alam bawah sadar.
**Jangan lupa tinggalkan jejak...
...❤️❤️❤️...
...TBC...
See you next chapter 👋☺️**
__ADS_1