
...بسم الله الرحمن الرحيم...
...✨لا أريد سوى أن أكون شيئا جميلا في حياتك يرسم على شفتيك الإبتسامة كلما خطرت على بالك...
...Aku tidak ingin apapun kecuali menjadi sesuatu yang indah dalam hidupmu yang dapat melukiskan senyum di atas kedua bibirmu tatkala engkau mengingatiku.✨...
...~Aira Khumaira ~...
...🍂🍂🍂...
"Assalamualaikum kak," terlihat Aira sedang sibuk mengetik pesan untuk seseorang yang sudah memiliki separuh jiwa nya.
Ya ... siapa lagi jika bukan Arkanza Abraham, laki-laki yang sudah menempati posisi kedua di hati Aira setelah sang kakak, dia yang selalu menggetarkan seluruh raga dan jiwa meski hanya sekedar menyebutkan nama.
Aira terlihat gelisah saat tidak kunjung mendapat balasan dari Arkanza.
Setelah beberapa menit baru saja ia mendengar notif suara chat masuk dari Arkanza yang sengaja Aira beri nada berbeda.
Dengan penuh antusias Aira meraih ponsel kemudian segera membuka pesan itu.
__ADS_1
"Waalaikum salam Aira, maaf menunggu lama. Kakak baru saja selesai diskusi dengan Prof. Kemal, dan sekarang masih menunggu beliau untuk memberikan kakak resume hasil rapat tadi."
"Bagaimana kalau Aira menunggu di mobil kakak saja? kakak takut jika Aira kelamaan di luar nanti kepanasan, terus pusing. Masuk ke mobil kakak saja ya"
Kurang lebih seperti itu isi pesan Arkan, Seperti ada banyak kupu-kupu beterbangan di perut Aira.
Aira tersenyum sendiri seperti orang tidak waras saat membaca balasan dari Arkanza yang membuat hati nya menghangat.
"Sadarlah Aira, dia hanya membalas pesan mu, bukan balas perasaan mu. Kawal ego mu, agar tidak tersakiti oleh waktu." Gumam Aira dalam hati sembari menggeleng-gelengkan kepala, ia merutuki dirinya sendiri karena langsung terbawa perasaan oleh Arkan.
Namun dua sudut bibir itu terus melengkung ke atas, Aira tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya saat ini meski hanya di berikan perhatian lebih oleh seseorang yang sejak lama dia kagumi tapi itu cukup membuat nya tersenyum lebar.
"Iya kak, tidak masalah. Aira tunggu kakak di teras masjid saja." Balas Aira cepat.
Cling
Tidak lama kemudian Aira mendengar bunyi ponsel notif chat Arkanza.
"Tapi di luar panas Aira, nanti Aira pusing. Cepat masuk mobil! jangan buat kakak khawatir!" Balas Arkanza dengan nada memerintah. Keduanya memang sering menyebutkan nama sendiri tanpa mengganti menjadi kata ganti sehingga terdengar lucu seperti dua anak kecil yang berbicara.
__ADS_1
Aira pun akhirnya mau tidak mau menuruti perintah Arkan, ia berjalan menuju tempat parkir mobil kemudian saat melihat keberadaan mobil Arkan ia segera menuju ke sana.
Saat ia sudah berada di dekat mobil, tiba-tiba seperti ada bunyi yang membuka kunci mobil itu.
Saat Aira menengok kesana-kemari ternyata dugaan nya benar, dari kejauhan Arkan membuka pintu mobil nya sembari tersenyum melihat ke arah Aira.
Tak ingin berlama-lama memandang wajah sempurna Arkan, Aira segera masuk ke mobil.
Tak lama kemudian ia mendengar bunyi notif pesan masuk, siapa lagi jika bukan Arkanza!
"Masuk ke kursi depan Aira! kakak bukan supir!" Lagi-lagi Arkanza menggunakan tanda seru di setiap kalimat nya hingga membuat ia tak berani membantah atau sekadar tawar-menawar.
Aira tak membalas pesan itu karena sedikit kesal dengan Arkam yang terkesan memerintah dan memaksa.
"Gadis pintar, senyum dong Aira cantik biar cantik nya bertambah 🤗❤️" Arkan menulis pesan kembali pada Aira di akhiri dengan emot pelukan dan hati membuat Aira sedikit salah tingkah saat melihat ke arah luar ternyata Arkan masih terus menatap ke arah nya sembari menampilkan senyum maut nya.
...💙💙💙...
...TBC...
__ADS_1
See you next chapter 👋