
...✨بسم الله الرحمن الرحيم...
...الحياة مثل المحيط ، هناك أوقات للعواصف ، وموجات المد ، وهناك أوقات للهدوء. عش مثل الأسماك التي لا تزعجك بسهولة...
...Hidup ini seperti lautan samudera, ada saatnya badai, gelombang pasang, ada saatnya tenang. Hiduplah seperti ikan-ikan yang tak mudah terusik karenanya.✨...
...🍁🍁🍁...
Aira, seorang gadis yang memiliki wajah cantik menggemaskan, dengan sejuta keunikan dalam dirinya.
Selalu mengalami pasang surut kehidupan, tak mematahkan semangat nya untuk terus maju menatap ke depan.
Memilik wajah cantik rupawan serta otak cerdas ternyata tak menjadikan dirinya angkuh dengan segala kelebihan yang dimiliki.
Tak pernah sekalipun ia memilih teman dalam bergaul.
Saat ini Aira sedang mendengarkan penjelasan dosen mata kuliah Filsafat Ilmu.
Filsafat ilmu adalah cabang filsafat yang mempelajari tentang hakikat ilmu.
Salah satu mata kuliah yang menurut nya sedikit menguras otak, karena mempelajari ilmu filsafat sebenarnya ditujukan bagi mereka yang berfikiran terbuka, supaya tidak salah tangkap atau salah pemahaman yang justru akan membahayakan pola pikir orang yang mempelajari nya.
Setelah hampir dua jam belajar ilmu filsafat, kini tibalah di penghujung pembelajaran, sang dosen telah keluar dari ruangan karena waktu mata kuliah habis.
Aira meregangkan otot-otot nya setelah dua jam penuh belajar membuatnya kelelahan.
"Aira, setelah ini apakah kamu ada kegiatan ?" Panggil seseorang dengan suara bariton nya sembari melangkah menuju tempat duduk Aira.
Seketika Aira mendongak menatap sosok yang memanggil namanya.
deg deg deg
Jantung Aira berpacu dengan cepat dari biasa nya saat melihat seorang yang selama ini ia kagumi dalam diam itu memanggil nama nya.
Dia lah Arkanza, sosok laki-laki alim dengan wajah sempurna dilimpahi dengan sejuta pesona, membuat para kaum hawa berlomba untuk memiliki hati nya.
Arkanza Abraham seorang pewaris tunggal dari keluarga Abraham, memiliki perusahaan bidang farmasi membuat nya semakin dikagumi para wanita, ditambah dengan wajah nya yang begitu tampan, membuat siapapun yang melihat nya pasti terpesona pada nya
Demikian pula dengan Aira yang diam-diam mengagumi Arkanza.
Namun, tak pernah sekalipun ia berniat untuk mencari perhatian dari Arkan.
Arkan sendiri yang justru lebih sering mendekati Aira, itu pula sebabnya Monica terang-terangan tidak menyukai Aira karena sebenarnya ia juga menyukai Arkan.
__ADS_1
Tapi Arkan tidak pernah menanggapi tingkah Monica yang selalu berusaha mencari perhatian nya.
"Aira ?" Panggil Arkanza lagi saat Aira terus memandang Arkanza tanpa membalas ucapan nya.
"Ah iya kak, a..aku tidak ada kegiatan setelah ini." Jawab Aira dengan terbata-bata sembari memalingkan wajahnya.
Aira sangat malu saat Arkan mengetahui Aira memandang wajah itu terus menerus, bahkan kini wajah Aira sudah memerah menahan malu.
Arkan yang menyadari hal itu diam-diam ikut tersenyum, hati nya merasa bahagia saat melihat wajah orang yang di cintai nya memerah seperti kepiting rebus karena kepergok menatap wajah nya.
Ya, selama ini Arkan memang sudah mencintai Aira, tapi ia tak berani mengungkapkan perasaan nya karena Aira yang terkesan selalu menjauh saat di dekati.
Padahal Aira melakukan itu hanya untuk menyelamatkan jantung nya, karena saat di dekat Arkan jantung nya tidak baik-baik saja.
Seperti saat ini, jantung Aira terus berdetak berkali-kali lipat lebih cepat dari biasanya, di tambah wajah nya yang sudah memerah membuat nya ingin sekali bersembunyi di lubang semut kalau bisa.
Apalagi saat menyadari Arkan memperhatikan wajah nya seraya tersenyum, Aira bertambah malu bukan kepayang.
Sungguh ! demi ayam jantan yang tidak akan pernah bisa bertelur, Aira sangat malu kali ini !
Aira terus memalingkan wajah nya ke samping, bahkan saat ini tangan nya ikut gemetaran, hingga pulpen yang sedang di genggam nya pun ikut terjatuh.
Sangat memalukan !
"Tidak apa-apa kak, hanya jari ku sedikit kesemutan." Alibi Aira sembari mengibaskan tangan untuk menghilangkan sedikit rasa gugup nya.
Sedangkan Arkanza hanya tersenyum menatap Aira, seperti nya Aira tidak bakat berbohong hingga Arkanza tahu kalau Aira sedang beralibi pada Arkanza.
"Benarkah hanya kesemutan ? atau kamu terpesona dengan ku ?" Tanya Arkanza sedikit menggoda Aira.
Dan kali ini semakin bertambah malu pula Aira, ia benar-benar ingin menenggelamkan dirinya ke samudera yang paling dalam, sedalam Palung Mariana.
Sungguh dirinya tak kuat untuk terus berlama-lama berinteraksi dengan nya !
"Ti..tidak, mana mungkin seperti itu ?" Jawab Aira sedikit terbata-bata tanpa mau menatap Arkan.
Arkanza pun kembali tersenyum menatap wajah Aira yang bersemu merah itu.
"Iya, kakak hanya bercanda." Jawab Arkanza kemudian terkekeh melihat Aira yang masih saja memalingkan wajah nya.
Aira memang memanggil Arkanza dengan sebutan kakak karena walau mereka satu kelas tapi Arkan lebih tua satu tahun dari nya.
Sebelum melanjutkan kuliah, Arkan lebih dulu menyelesaikan ngaji nya di pesantren hingga ia harus menunda kuliah nya selama dua tahun.
__ADS_1
Saat SMA Arkan mengikuti akselerasi, ia hanya membutuhkan waktu 2 tahun untuk menamatkan pendidikan SMA nya.
Kemudian melanjutkan ngajinya di pesantren selama dua tahun, dan saat ini menjadi mahasiswa semester 3 satu kelas dengan Aira.
"Oh iya, kamu bilang setelah ini tidak ada kegiatan kan ?" Tanya Arkan sembari menatap wajah Aira intens.
"I..iya kak," Jawab Aira dengan posisi wajah sudah berubah menunduk.
"Bagus lah kalau gitu, rencana aku mau adain santunan anak yatim dan mengajar anak-anak panti. Apa kamu tidak keberatan jika membantu ku untuk menjadi relawan di sana ?" Tanya Arkanza setelah menjelaskan pada Aira.
"Tidak keberatan sama sekali kak, justru aku senang bisa membantu mereka." Jawab Aira antusias, wajah nya sudah tidak lagi ia tundukkan seperti tadi.
Lagi lagi Arkanza tersenyum melihat tingkah Aira yang begitu lucu menurut nya.
"Baiklah kalau begitu, kita shalat dhuhur dulu. Setelah itu baru berangkat." Jelas Arkan sedikit memerintah.
Hari ini memang mata kuliah hanya sampai pukul 11.50 jadi sudah tidak ada kegiatan lagi setelah ini.
"Baik kak," Jawab Aira sembari mengangguk dengan kepala yang sudah menunduk kembali.
"Oke, setelah selesai sholat jangan lupa hubungi aku ya..biar kita berangkat bareng. Kita makan siang di panti bersama anak-anak saja." Ucap Arkan.
"Baik kak, nanti aku hubungi setelah selesai sholat." Aira mengangguk lagi.
"Oke, sampai ketemu nanti. Assalamualaikum.." Ucap Arkan seraya melengkung kan dua bibir nya membentuk bulan sabit kemudian berjalan menjauh dari tempat duduk Aira.
"Waalaikum salam.." Jawab Aira seraya bangkit dari tempat duduk nya.
Baru saja Aira menatap ke depan dan memulai langkah nya, ia melihat Arkan yang sedang berbalik arah menatap kearah nya.
Aira segera menundukkan wajah nya kembali karena takut jantung nya kembali tidak normal saat melihat nya.
"Hati-hati Aira, kalau jalan lihat ke depan jangan menunduk atau melihat kesamping, nanti jatuh." Ucap Arkan seraya terkekeh memperingati juga sedikit menggoda Aira karena sejak tadi terus memalingkan wajah nya, terkadang menunduk dan terkadang pula memalingkan wajah nya kesamping.
Mata Aira melotot sempurna, bahkan hampir saja keluar dari tempat nya setelah mendengar ucapan Arkan yang terkesan mengejek, namun ia juga tidak membalas ucapan nya dan hanya bisa menggerutu dalam hati.
...❤️❤️❤️...
...**TBC...
Jangan lupa tinggalkan jejak...
Jazakumullahu Khoiron 💕**
__ADS_1