
Beberapa sepeda motor datang beriringan masuk ke halaman rumah Raynan. Rumah berukuran sedang dengan halaman luas di desa Bekiring. orang-orang desa langsung penasaran dengan kedatangan rombongan keluarga dari desa sebrang itu.
"Pak Warmin!" Sunyana ayah Raynan berteriak bahagia, dan menyalami Warmin yang baru sampai di teras rumah, diikuti dengan anggota keluarga lain yang saling menyapa.
Warmin merupakan kerabat jauh dari desa seberang, yang datang ke kampung untuk menjodohkan Rani putri bungsunya dengan Raynan.
"Mari, mari masuk silahkan! kami sekeluarga sudah menanti kedatangan keluarga pak Warmin dan Bu Yati," ucap Darti ibu Raynan. Menuju ruang tamu yang sudah tersaji beberapa kudapan.
Kedua keluarga saling mengobrol ria. Raynan yang tidak tahu maksud dari pertemuan ini hanya mengikuti perintah dari sang ayah hanya duduk dan menyimak pembicaraan kedua orang tuanya saja.
Meski menyadari Rani sering curi pandang ke arahnya namun Raynan tetap cuek saja. Hingga saat ayahnya berubah serius dirinya merasa hatinya tidak tenang.
"Ray anakku, kedatangan pak Warmin dan keluarga kesini adalah untuk menjodohkan kamu dengan Rani putri Pak Warmin yang cantik ini, perjodohan ini sudah kami rencanakan dengan kedua pihak keluarga."
Mendengar apa yang dikatakan sang ayah Ray merasa seakan dipukul palu godham.
__ADS_1
" Apakah kamu mau menikahi Raynan, Rani?" tanya Sunyana.
Wajah Rani langsung merona, sambil melirik ke arah Raynan kemudian tersenyum malu-malu.
"Iya pak lek Rani Mau!" jawab Rani bahagia.
"Baiklah kami memutuskan Minggu depan kalian akan melangsungkan ijab Kabul dirumahnya keluarga pak Warmin." Putusan Sunyana tanpa menanyakan kesediaan putranya.
" Tapi Pak..." ucap Raynan mencoba menolak, namun terpotong bentakan ayahnya.
" Ray ayah sudah katakan apapun keputusan ayah harus kamu terima, ayah tidak mau melihat kamu masih bersama gadis itu!" potong Sunyana tanpa bantahan.
.........
Disisi lain Gumiarti kekasih Reynan tengah melamun di teras rumahnya, memikirkan sang kekasih yang sudah tiga hari tidak ada kabar sama sekali. Lamunanya buyar saat Sri terburu-buru menghampirinya dengan nafas yang masih terpengaruh. " Si Gum kamu tau tidak sore ini Raynan dijodohkan dengan Rani, Rani nggak tau aku kata mbok nah yang tadi mbantu masak disana hari ini juga mereka melakukan lamaran!" ucap Sri.
__ADS_1
"Apa la.. lamaran!" gumam Gumiarti tidak percaya. Air mata Gumiarti seketika meleleh, menangisi pisau yang tiba-tiba menikam Jantungnya.
Gumiarti langsung berlari menuju kamar dan langsung merebahkan diri di kasur dengan air mata yang masih bercucuran.
"Gum si Gum buka pintunya!, kamu jangan berbuat bodoh..." teriak Sri sambil menggedor pintu kamar Gumiarti namun tidak ada respon.
"Aduh bagaimana ini... harusnya aku tidak memberi tahu si Gum." gumam Sri.
"Si Gum berita ini hanya sekedar katanya jangan langsung kamu terima, tunggulah penjelasan Reynan!" teriak Sri mencoba menenangkan.
" Semoga saja si Gum tidak berbuat nekad"
karena sudah lelah mengetuk namun tidak ada respon Sri akhirnya pergi meninggalkan Gumiarti sendiri.
mendengar sang kekasih yang amat dicintainya dijodohkan dengan perempuan lain, Gumiarti hanya bisa menangis tanpa menghiraukan apapun lagi, otaknya seketika tidak dapat berpikir.
__ADS_1
"Kamu tega Mas, jadi ini alasan mengapa kamu tiba-tiba menghilang tidak ada kabar... hiks...hiks... hiks..."
menangis dan terus menangis membuat Gumiarti lelah yang akhirnya tertidur.