
Reynan POV
...Setelah acara pernikahanku tadi aku bahkan belum menemui Rani laku . Sengaja aku agar tidak canggung bertemu dengan nya, sambil bermain kartu bersama teman-teman pikiranku berkecamuk. Hatiku sudah terpatri pada Gumiarti aku tak peduli pada pandangan orang lain entah dibilang apa yang ku tahu aku mencintai si Gum, hatiku merasakan sakitnya saat ini aku menjadi penghianat cinta....
...Wajah ayu Gumiarti sering muncul dengan sendirinya, saat aku melihat Rani aku semakin merasa bersalah padanya Rani adalah gadis baik-baik yang tak seharusnya ku sakiti, namun Nyatanya aku justru menyakiti dua perempuan yang sama-sama baik....
...Saat sudah menjelang dini pagi aku baru mendatangi Rani di kamar yang seharusnya menjadi kamar kami. Aku tidak ingin menyakitinya lebih lama lagi untuk itu dengan membulatkan tekad aku menulis sebuah surat yang akan kukatakan dengan dekat Rani hingga ketika esok ia bangun dapat membacanya....
... Secara hati-hati aku membuka membuka pintu kamar agar tidak menggangu dan membangunkan Rani....
Ku pandang wajah Rani yang tampak damai dalam tidurnya.
..." Maaf... maafkan aku... " ...
...Ku letakanya kertas itu diatas bantal yang seharusnya ku tiduri....
..." Maafkan aku Rani, aku tahu aku menyakitimu tapi hatiku sudah terpatri dengan yang lain."...
__ADS_1
..." Mencintai merupakan takdir, orang bisa merencanakan menikah dengan siapa, tapi kita tak akan bisa merencanakan cinta kita untuk siapa."...
..."Maafkan aku" ...
...Kemudian aku pergi dari rumah, setelah acara pernikahan orang-orang kelelahan dan lebih memilih istirahat sehingga tidak ada yang mengawasi kepergian ku terlebih masih ada warga yang bermain kartu....
... Paginya saat bangun sudah ku dengar berita bahwa Rani pergi meninggalkan rumah ku setelah membaca surat yang ku tulis....
...aku tahu aku sangat jahat padanya tapi aku harus mengakhiri semua ini dari pada lebih banyak hati yang tersakiti....
...Berita larinya Rani karena surat dariku langsung menyebar melalui para tetangga aku tahu jika aku pulang aku akan habis oleh bapak....
... Ku putuskan besok aku akan menemui Rani dan keluarga dan mengembalikannya ke keluarga, untungnya kota hanya menikah secara agama....
...
...esok harinya aku datang ke kediaman keluarga Rani....
__ADS_1
...Saat aku datang segera memperlihatkan ketidak sukaanya pada kehadiran ku dan saat mengutarakan maksudku datang ke sana. ku terima semua kemarahan mereka meskipun harus rela terkena pukul dari pak Warmin....
...setelah itu aku utarakan ucapan maaf ku pada Rani....
...Gadis yang terbiasa lemah lembut itu mendadak mendengus dan membuang muka. Aku maklum. Dia tengah terpukul dan sakit hati. Wajar jika dia emosi karena keputusan yang ku buat ini. aku menarik nafas untuk meredam rasaku sendiri....
... “Maaf Rani aku sudah mencintai gadis lain dan kami saling mencintai, jauh sebelum aku tahu bahwa aku akan di jodohkan dengan kamu, Rani" ...
...ucapku tenang Rani kian ternganga mendengar pengakuan dariku. Matanya membulat lebar dan terus menggerakkan kepala. ...
...“Aku gak mau terus-terusan nyakitin hatimu karena terus memikirkan kekasih ku"...
...“aku masih sangat mencintai gadis itu, masih ingin kembali melanjutkan cita-cita membina hubungan rumah tangga bersama, meskipun orang tua kami tidak merestui"...
...Rani tampak terdiam. air mata yang sedari tadi terus mengalir diusap pelan....
...dengan gemetar dia mengatakan “Baik, aku terima.”...
__ADS_1
...“Aku paham cinta kamu pada gadis yang kau cintai begitu kuat,” ujar Rani tampak berusaha tegar. “Hidupku akan tragis jika terus mengejar Mas Reynan. Oke ... selamat untuk kalian, semoga bisa bersatu” ucapnya terdengar getir....
...Setelah itu ia berlari dengan berderai air mata....