Gumiarti Bukan Penggoda

Gumiarti Bukan Penggoda
Tekad


__ADS_3

...Reynan menjatuhkan tubuhnya ke kasur. Ia tidur telentang memijat keningnya yang pusing. Ucapan temannya tiba-tiba memenuhi kepalanya "Apa iya?" Bisik Reynan sendiri. Teringan dengan perkataan Arif kalau sudah hamil duluan jangankan orang tua sekolah saja harus mengalah dan segera menikah....


...Dengan membuat gadis itu hamil pasti mereka akan direstui....


...Tapi, Gumiarti pasti tidak akan mau berhubungan intim dengannya sebelum menikah....


Dia mengetahui bagaimana gadis itu.


...Gumiarti punya prinsip hidup sama dengan kebanyakan gadis desa lainya, perawanya hanya akan diberikan pada saat malam pertama....


...Tapi, mungkin saja dia mau memberikannya demi cintanya padaku pikir Reynan....


...Ia mulai cemas, tidak begitu yakin dengan sedikit harapan yang muncul dalam benaknya....


...Reynan berdiri, ia segera mengambil jaketnya....


...Ia keluar dari kamar tanpa menoleh lagi kebelakang....


...Melangkah dengan cepat di gelapnya malam....


...***...


...Reynan berjalan membungkuk di samping rumah si Gum....


...Reynan tahu dimana letak kamar gadis itu....


...Reynan mengetuk jendela pelan....

__ADS_1


...saat ketukan yang ke tiga, baru kemudian jendela terbuka....


...Gumiarti berdiri di depan jendela dengan muka bantal dan mata sembab, seperti habis menangis....


..."Mas Rey?"...


..."Mas Rey ngapain malam-malam kesini?"...


..."Gum, aku bisa gila kalau akhirnya harus berpisah dan tak akan bisa menikah denganmu. Ayo ikutlah denganku. Aku ingin mengatakan sesuatu yang penting."...


..."Tapi mas..." tolak Gumiarti ragu....


"Ayo Gum ikutlah dengan masmu ini."


...Gumiarti bimbang, dilihatnya pintu kamar takut bila ayah atau ibunya mengetahui keberadaan Reynan di jendela kamarnya. Gumiarti meremas jari-jarinya yang mulai berkeringat. Ia kemudian naik ke jendela, Reynan membantu menangkapnya turun....


...Mereka berlari menuju kearah kebun jagung di atas bukit, yang berada bisa belakang perumahan warga. Masuk ke dalam gubug di tengah kebun jagung, diterangi cahaya rembulan yang mana gubug itu tak terlihat dari jalan....


...Reynan kemudian menyalakan api, sebagai penerang sekaligus penghangat di dinginnya malam ditengah kebun. Mereka duduk sedikit serong berdempetan. ...


...Reynan kemudian menggenggam tangan Gumiarti....


..."Mas Rey mau membicarakan apa lagi? bukankah kita sudah berakhir sejak mas Rey menghilang tanpa kabar dan justru malah menikah dengan perempuan lain?" tanya Gumiarti dengan menahan tangis....


..."Gum..., Mas minta maaf, semua bukan kehendak mas. lagipula mas dan Rani sudah pisah Gum. Demi Tuhan mas nggak menyentuh Rani, mas tidak akan bisa bersama dengan Rani, karena mas tidak mencintainya....


...Mas hanya menginginkan kamu Gum."...

__ADS_1


..."Tapi mas Rey harus mengikuti apa kata orang tua mas Rey."...


..."Mereka memang masih belum merestui hubungan kita Gum, kecuali jika..."...


..."Kecuali jika apa mas?" tanya Gumiarti....


..."Kecuali jika kamu hamil anakku Gum."...


..."Astaga mas, aku masih perawan. Aku dulu memang sangat ingin memberikan keperawanan ku untuk mu mas, tapi setelah kita menikah."...


..."Iya Gum, mas ngerti aku juga masih perjaka, walaupun dulu mas punya pacar atau bahkan sekarang sudah menjadi duda, mas ini masih perjaka tulen."...


..."Gumiarti, kalau kau mencintaiku dan ingin menikah denganku, ini adalah satu-satunya jalan."...


...Wajah Gumiarti menunduk malu. badannya pun mulai bergetar....


..."Tapi Aku takut mas"...


..."Gumiarti, kamu percaya sama maskan?" kata Reynan sambil mengeratkan genggaman tangannya....


..."Tapi mas, aku tidak tahu caranya. Apakah mas Rey tahu bagaimana cara melakukanya?" tanya Gumiarti dengan muka yang sudah memerah....


..."Melakukan apa Gum?" tanya Reynan menggoda sambil menahan tawa....


..."Ih mas Rey!"...


..."Iya mas tahu, kita tinggal mengikuti insting saja." jawab Reynan yang sebenarnya juga malu....

__ADS_1


...***...


__ADS_2