Gumiarti Bukan Penggoda

Gumiarti Bukan Penggoda
Hari Pernikahan


__ADS_3

...Hari pernikahan yang telah direncanakan oleh kedua pihak keluarga pun tiba. Selama ini Reynan tidak pernah diizinkan keluar rumah oleh sang ayah hingga hari ini, semua orang sibuk lalu lalang menyiapkan segala keperluan terutama sang ibu yang sejak pagi buta sudah sibuk teriak sini teriak sana. Kini Reynan sudah tampak tampan dengan setelan jas dan pecinya namun wajahnya suram tampak tak ada kegembiraan....


" Ibu... apakah pernikahan ini tidak dibatalkan saja? aku sama sekali tidak mencintai wanita itu Bu" rengek Reynan seperti anak kecil.


"Aduh Rey kamu terima saja, penikahan ini tidak bisa dibatalkan. Semuanya sudah siap lagipula Rani itu sudah cantik baik lagi, Ibu yakin lama-lama kamu juga akan suka, dulu kamukan playboy." Jawab Yati sang ibu.


"itukan dulu Bu sebelum aku kenal dengan Gumiarti. Sekarang hati dan cintaku hanya untuk Si Gum bu!"


" Sudahlah lupakan saja si Gum itu kamu kan tahu keluarga kita dari dulu tidak suka dengan keluarga mereka. Sekarang lebih baik kamu ingat-ingat kata-kata yang harus kau ucapkan saat ijab Kabul nanti.


Ibu tidak mau tau pokoknya hari ini kamu harus menikah dengan Rani! ayo berangkat." jawab Yati sambil menarik tangan sang putra.


Setibanya di rumah pengantin Wanita semua sudah siap bahkan penghulu sudah menanti.


Sunyana melihat yang putra justru hanya diapun berkata " Ayo cepat lakukan Rey kamu mau mempermalukan keluarga didepan para tamu. lihat mereka menatap aneh ke arah kita."

__ADS_1


Reynan mengabaikan orang-orang yang menatap aneh dan mulai berbisik-bisik karena ijab Kabul belum juga dilakukan,


Embusan nafas Reynan lolos dari mulutnya, dengan enggan ia menjabat tangan penghulu dan memulai ijab qobul.


Setelah kata sah diucapkan dan doa dilafalkan pengantin wanita menyalami pengantin pria, kini mereka resmi sebagai suami istri. Namun Reynan tak membalas dengan kecupan kening seperti biasanya bahkan tak ada senyum sedikitpun tersungging dari bibirnya.


Bahkan selama acara Rey tak pernah memperlihatkan wajah bahagia hanya wajah datar dan dinginnya.


acara selesai pengantin perempuan dibawa menuju rumah keluarga Raynan.


Malam hari dimana seharusnya. Menjadi malam pertama mereka, Reynan justru malah ikut bermain kartu bersama teman dan tetangga lain di teras depan rumah.


Rani sudah menunggu dengan manis diatas ranjang mereka


"Apakah malam ini kita akan melakukan nya?" gumam Rani dengan senyum di bibirnya sambil membayangkan malam pertamanya.

__ADS_1


Namun hingga larut Reynan belum juga mendatangi kamar mereka.


Rani mulai resah, dia merasa terabaikan dan tak dianggap.


"Kenapa mas Rey tidak datang juga apakah dia tidak menginginkan ku? hiks... hiks..."


lelah menunggu dan menangis Rani akhirnya tertidur.


Saat Rani sudah tertidur pulas Reynan secara pelan-pelan membuka pintu kamar agar tidak menggangu.


Reynan berjalan mendekati Rani


" Maaf... maafkan aku... " setelah mengatakan itu Reynan keluar, tak lama Reynan masuk kembali dengan sebuah kertas ditangan.


Di letakanya kertas itu kemudian Reynan mendekati Rani dan berbisik pelan " Maafkan aku Rani, aku tahu aku menyakitimu tapi hatiku sudah terpatri dengan yang lain."

__ADS_1


" Mencintai merupakan takdir, orang bisa merencanakan menikah dengan siapa, tapi kita tak akan bisa merencanakan cinta kita untuk siapa."


"Maafkan aku" ucap Reynan kemudian pergi.


__ADS_2