
Setelah Qin Chen selesai memperkenalkan diri sendiri seketika suasana kelas menjadi sangat hening. Mereka tidak mempercayai bahwa ternyata terdapat seseorang yang lebih unggul daripada Hu Liena dengan jarak umur yaitu 2 tahun. Seketika muncul suara seorang pria yang bukan lain adalah Yan.
"Aku tidak percaya kamu sekuat itu, ayo kita berdua melakukan duel!" perintah Yan dengan tegas.
Sebelum Qin Chen mengatakan apapun seketika muncul lagi suara seorang wanita, yaitu guru dari kelas tersebut Xiao Fen.
"Melakukan duel boleh saja, tetapi tidak di kelas ku kamu mengerti," Perintah Xiao Fen sambil memandang ke arah Yan. Pada saat mata Xiao Fen menuju kearah Qin Chen ia pun langsung membungkuk, "memberi hormat pada murid paus."
Suasana di kelas itu seketika menjadi lebih tegang daripada sebelumnya. Qin Chen yang melihat Xiao Fen memberikan hormat pun hanya melihatnya lalu pergi berjalan ke tempat duduk yang kosong di ujung sebelah kaca.
__ADS_1
"Guru di kelas ini saya hanya merupakan salah satu murid di sini, jadi selama guru mengajarkan diriku ngajarlah seperti kamu melakukannya kepada anak-anak yang lainnya," kata Qin Chen dengan senyum tulus di wajahnya.
Setelah hal tersebut berlalu kelas pun kembali seperti biasa. Kelas ini jauh berbeda daripada kelas pada umumnya, jika kelas umunya mempelajari hal secara teori tetapi kelas murid emas akan belajar langsung dengan hal yang ingin dipelajari. Kelas hari itu berjalan dengan lancar tanpa adanya kendala sama sekali, kecuali adanya Yan.
Meskipun telah dikatakan Qin Chen bahwa ia akan melawan Yan setelah sekolah berakhir ia tetap memaksa untuk berduel hingga Qin Chen pun dengan tidak sadar mengeluarkan tekanan dari roh belah dirinya.
Pada saat tersebut Yan telah berada di sana dan sangat senang saat melihat adanya Ghost Douluo. Dikarenakan adanya Ghost Douluo ia bisa memberi tahu bahwa ia jauh lebih kuat dari pada Qin Chen.
Yan membangga-banggakan dirinya di depan umum dengan mengatakan bahwa ia pasti akan menang dan juga memandang rendah Qin Chen. Seketika muncul sebuah aura yang sangat kuat dari seseorang yang menuju ke arah Yan, antara lain adalah Qin Chen.
__ADS_1
"Kamu mengatakan bahwa aku lemah dan tidak pantas menjadi murid paus, bagus-bagus akan ku tunjukkan apa yang dimaksud kuat dan lemah," kata Qin Chen sambil tertawa.
Yan yang mendengar ak tersebutpun langsung merinding tetapi untuk mempertahankan ego miliknya a langsung mengeluarkan roh belah dirinya dan tanpa aba-aba langsung maju untuk menyerang.
Qin Chen yang melihat hal tersebut pun muncul sebuah senyuman licik di wajahnya dan senyuman tersebut dilihat oleh Ghost Douluo yang membuat ia langsung merinding.
Qin Chen pun mengarahkan tangannya ke arah depan dan seketika muncul sebuah ular besar yang langsung pergi melilit Yan. Hal tersebut langsung membuat Yan tertahan dan tidak bisa melakukan apapun. Melihat situasi Yan yang seperti itu ia pun mengeluarkan sebuah botol dengan logo tengkorak di botol tersebut.
Qin Chen pun dengan perlahan menuju ke arah Yan dan menuangkan racun tersebut yang menghasilkan efek...
__ADS_1