
Setelah pertarungan malam yang sangat lama bersama dengan Yanfei pagi hari pun akhirnya datang.
Cahaya matahari yang sangat terang dan hangat menyinari kamar Qin Chen. Pada saat Qin Chen membuka matanya ia langsung dicium oleh Yanfei.
"Selamat pagi tuan," kata Yanfei yang dipenuhi dengan senyuman.
Qin Chen yang melihat hak tersebut pun hanya bisa tertawa dan membalas sapaan dari Yanfei dengan tersenyum. Yanfei yang melihat hal tersebut pun seketika langsung bangun dari tempat tidur dan mempersiapkan makanan untuk Qin Chen.
Qin Chen yang melihat Yanfei mempersiapkan makanan pu langsung pergi bergegas untuk membersihkan dirinya.
Setelah waktu 5 menit berlalu Qin Chen keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk di sekitar pinggangnya yang menunjukkan banyak sekali luka cakaran di tubuhnya yang dihasilkan dari pertarungan semalam.
Yanfei yang melihat hak tersebut pun libidonya secara alami langsung meningkat. Qin Chen yang mengetahui hal tersebut pun langsung pergi ke arah Yanfei dan menciumnya.
Setelah Qin Chen mencium Yanfei ia pun berkata, "hari ini kemungkinan aku tidak akan dapat menemanimu malam ini, karena aku akan belajar dengan guru."
Yanfei yang mendengar hal tersebut pun seketika menjadi sedikit sedih tetapi rasa kesedihan tersebut pun langsung hilang pada saat Qin Chen mencium dirinya untuk yang kedua kalinya.
Setelah dicium oleh Qin Chen Yanfei seketika pipi Yanfei langsung memerah dan ia dengan cepat langsung balik arah dan melanjutkan untuk mempersiapkan makanan untuk Qin Chen.
__ADS_1
Qin Chen yang melihat hal tersebut pun hanya bisa tersenyum dan kembali untuk menggunakan bajunya. Setelah beberapa waktu berlalu makanan pun disajikan.
Pada saat Qin Chen menikmati makanannya ia pun sambil berbincang dengan Yanfei yang pada akhirnya berhenti pada saat terdapat sebuah ketukan di pintu kamar Qin Chen.
"Qin Chen, paman krisan disini untuk mengantar dirimu. Apakah kamu sudah siap?" tanya Krisan douluo.
"Bentar paman, aku bentar lagi akan siap," kata Qin Chen yang langsung beranjak dari meja makan dan pergi mencium Yanfei di dahinya sebelum ia pergi untuk meninggalkan Yanfei.
Pada saat pintu kamar Qin Chen dibuka terlihat seorang dengan rambut pirang panjang menggunakan baju besi, orang itu antara lain adalah Krisan Douluo.
Pada saat Krisan Douluo melihat Qin Chen ia pun dengan lembut mengulurkan tangannya yang kemudian di ambil oleh Qin Chen. Setelah hak tersebut pun berlalu Krisan Douluo mengawal Qin Chen hingga sampai pada sebuah bangunan mewah yang antara lain merupakan Aula Utama Balai Roh Pelindung.
Pada saat Krisan Douluo dan juga Qin Chen sampai di tengah-tengah aula utama mereka berdua pun secara otomatis langsung berada dalam posisi satu lutut di bawah yang diikuti dengan posisi kepalan tangan di tengah dada mereka berdua.
"Memberi hormat pada yang mulia paus," kata Krisan Douluo dengan penuh hormat.
"Memberi hormat pada guru," kata Qin Chen dengan penuh hormat yang ditemani dengan sedikit rasa senang. Pada saat tersebut seketika muncul lagi sebuah misi lanjutan yang baru.
[
__ADS_1
MISI:
- Membujuk BiBi Dongxue untuk membiarkan dirimu pergi untuk menjadi murid Akademi Shrek setelah mencapai level 45 ke atas
Hadiah: - Pil Racun Yama (memperkuat bela diri dan pertahan tuan terhadap racun)
Hadiah hanya bisa didapatkan setelah menyelesaikan misi lanjutan
(misi lanjutan)
]
Pada saat Qin Chen mendengar misi tersebutpun seketika ia menjadi sangat tertekan. Untuk mendapatkan Pil Racun Yama ini membutuhkan persyaratan yang sangat ketat.
BiBi Dongxue yang melihat kehadiran mereka berdua pun menyuruh Krisan Douluo untuk meninggalkan aula utama menghasilkan Qin Chen ditinggal sendirian.
"Qin Chen sebagai murid kedua dariku aku memiliki harapan yang sangat besar dari dirimu, aku telah melihat perkembangan dirimu. Sebagai guru tugas pertama yang aku berikan adalah untuk mencapai level 20 dalam jangka waktu satu bulan," kata BiBi Dongxue dengan tegas sambil melihat kearah Qin Chen.
"Guru murid tidak akan membuat guru kecewa, tetapi mungkin tugas yang guru berikan akan memakan waktu yang lebih dari yang diberikan oleh guru," kata Qin Chen dengan penuh hormat yang didampingi dengan rasa takut.
__ADS_1
BiBi Dongxue yang melihat hak tersebut pun hanya bisa tertawa dan berkata, "tenang saja karena guru memberikan misi tersebut, guru tentu saja memiliki caranya."