
Suara Adzan shubuh sudah berkumandang, Banyak yang sudah bangun ada juga yang belum bangun.
Haidar pun mengajak teman-temannya yang lain untuk sholat berjamaah.
Kali ini Hanan yang menjadi Imam sholat.
Salma yang berhalangan karena tanpa diduga dia datang bulan, dan untungnya dia membawa pembalut.
Salma pun mengajak Siswi lainnya untuk memasak membuat sarapan.
Sebagian ada yang pergi ke sungai untuk mencuci beras dan yang lainnya.
Untungnya juga mereka kemping didekat sungai jadi memudahkan mereka untuk mandi dan kegiatan lainnya.
Setelah matang mereka pun makan bersama.
***
Haidar mengalungkan kamera yang dibawanya, dia tak mau ketinggalan spot indah untuk di poto.
Haidar mengambil beberapa bunga lalu merangkainya menjadi satu buket, dia berjalan menghampiri Salma yang sedang duduk dengan beberapa Siswi lainnya.
"Bu." Haidar menyodorkan bunga itu dan
Cekrek.
Tepat saat Salma menoleh, Haidar memotretnya.
"HAIDAR!!"
"Cie." Sorak semua siswi yang sedang duduk dengan Salma.
Salma begitu malu, tapi tersangkanya sudah lari menjauh sambil menampilkan tangan peace nya.
***
Derasnya air sungai tak membuat dua manusia ini beranjak, bahkan Salma mencelupkan kakinya kedalam sungai yang mengalir dengan Haidar di sampingnya.
Udara begitu sejuk, apalagi bukit ini masih begitu asri, air sungai yang begitu jernih memanjakan mata.
"Bu."
"Hemm." Sahut Salma sambil menoleh kearah Haidar yang memberikan cincin yang dia buat dari rerumputan liar.
"Jadilah pasangan hidupku, Jadilah Ibu dari anak-anak ku. Membuka mata dan tertidur di sampingku." Haidar pun memasangkan cincin yang dia rangkai itu dijari manis Salma.
"Haidar." Ucap Salma pelan.
"Saya serius suka sama, Kamu." Ucap Haidar tanpa embel-embel Ibu lagi.
"Saya gak perduli, kamu punya kekasih atau tidak, Saya hanya ingin kamu tau isi hati Saya."
Salma diam tak menjawab ucapan Haidar.
Mereka cukup lama hening dalam diam karena Salma yang tidak lagi bicara setelah Haidar mengucapkan itu.
"Dar, jangan berduaan terus nanti yang ketiga syetan." Teriak Jono.
Salma pun langsung beranjak meninggalkan Haidar setelah mendengar teriakan Jono.
__ADS_1
Haidar hanya menatap kepergian Salma.
Mereka semua pun memutuskan pulang karena hari senin akan Ujian Nasional, di mana mereka akan lepas dari status anak SMA dan melanjutkan dengan cita masing-masing.
8 jam perjalanan, Haidar pun mengantarkan Salma tepat didepan rumahnya.
"Saya pamit dulu,Bu." Haidar pun pergi meninggalkan Salma.
Salma pun masuk kedalam rumahnya dengan tas di punggungnya.
Tubuhnya begitu lelah karena perjalanan jauh, dan juga hatinya yang ikut berdetak hebat terus saat berdekatan dengan Haidar, Salma pun membersihkan diri dan beristirahat karena sangat lelah.
Hpnya berdering berkali-kali tapi tidak Salma angkat karena saking nyenyaknya dia tidur.
"Kemana ya Salma, apa belum pulang?" Ucap Haiman memandang hpnya.
Dia pun keluar dari kamarnya, Haiman pun melihat Haidar yang baru pulang.
"Baru pulang, Dar?" Tanyanya.
"Iya Bang."
"Lesu banget, katanya bawa gebetan tapi lesu gitu."
"Iya, gebetan udah punya cowo." Sahut Haidar sambil melepaskan sepatunya.
"Bunda udah tidur Bang?"
"Iya, udah pada tidur."
"Katanya mau dipepet terus meskipun udah punya cowo." Goda Haiman pada adiknya itu.
"Kapan?"
"Dua hari lagi."
"Iya kalau gak sibuk."
"Anjirr udah kaya presiden aja lo sibuk,"
"Iya, kalau gak cape Bang. Gue kekamar dulu ya."
Ucap Haidar meninggalkan Haiman.
Haiman pun mengangkat bahu, dia kembali melihat hpnya dan nomor kekasihnya masih sama belum bisa dihubungi.
Haiman pun memutuskan untuk tidur saja.
***
SMA BHAKTI KENCANA Sekarang sedang disibukan dengan ujian nasional kelas 12.
Haidar terus saja mencari seseorang yang selalu membuatnya semangat tapi sudah mau masuk kelas orang yang dicarinya tak kunjung datang.
"Cari apaan lo." Ucap Jono yang baru datang.
"Paling Nyari bu Salma." Ujar Hanan.
"Iyalah siapa lagi." Timpal Jono.
__ADS_1
"Berisik banget lu cunguk dua."
"Mau sampai tuh rambut ubanan juga Bu Salma gak bakalan datang." Ujar Hanan sambil masuk kedalam kelasnya.
Haidar yang mendengar itu pun mengerutkan keningnya, dia pun langsung mengejar Hanan.
"Maksud lo apaan Nan?" Tanya Haidar.
"Selamat pagi anak-anak, bagaimana kabar kalian. Rindu tidak sama Ibu." Ucap Bu Metta yang baru saja masuk.
Haidar pun kembali melihat Hanan, tapi Hanan malah menjawab dengan dagunya menunjuk bu Metta.
ohh apakah Cuti bu Meta sudah berakhir, dan Bu Salma tidak ngajar lagi.
Haidar pun duduk dengan lemas, sepertinya dia tidak akan mendapatkan vitamin semangat pagi lagi.
"Oke semangat, Anak-anak Ibu pasti lulus dengan nilai tinggi. Jangan loyo seperti itu dong." Metta pun membagikan lembaran kertas ujian sambil memberikan semangat pada murid-muridnya.
Setelah membagikan kertas ujian, Metta keluar dari kelas digantikan dengan petugas ujian yang mengawas.
***
Di rumah sederhana, Salma kedatangan sanak saudaranya. Rumah itu begitu ramai karena acaran lamaran yang akan dilangsungkan dirumahnya.
Namun tidak ada semangat dari wajah Salma menyambut pesta yang akan digelar itu, dia hanya dia termenung didekat jendela.
Apalagi dia sudah tidak lagi mengajar disekolah, dia begitu rindu dengan murid-muridnya dan juga...
Emmmm, dia rindu ocehan Haidar yang kadang bikin kesel juga bikin baper.
Bocah laki-laki yang mampu membuat Salma lupa pada Haiman Muhammad Yusuf, laki-laki yang sudah dua tahun menjadi kekasihnya dan laki-laki yang selalu Salma sebut Yusuf karena sangat tampan.
Seperti Nabi Yusuf yang begitu tampan membuat Zulaikha mencintai, Itu kenapa Salma lebih suka memanggil Haiman dengan nama belakangnya Yusuf, karena laki-laki itu sangat tampan.
Dan itu juga panggilan Sayang Salma yang dia berikan untuk Haiman, Tapi semenjak bertemu dengan Haidar.
Bocah laki-laki itu mampu membuat nama Haiman tergeser dari hatinya, Apakah Salma mencintai muridnya itu.
Entahlah, dia galau dan dilema.
"Tok
tok
" Salma, Ada Yusuf tuh." Salma yang mendengar teriakan bapaknya pun menoleh, dengan sedikit malas. Salma keluar dari kamarnya.
Haiman sudah tersenyum bahagia melihat Salma, namun berbeda dengan wanita itu yang tampak lesu.
"Apa kamu sakit?" Tanya Haiman saat melihat wajah Salma.
"Nggak ko, Mas."
"Oh iya, aku mau nganterin Vitamin, biar nanti di acara kamu fresh."
"Makasih ya Mas."
Setelah mengantarkan vitamin untuk Salma, Haiman pun pamit undur diri.
__________________
__ADS_1
Note: Votenya dong, setangkai bunga πΊπ»πΉπ·π€£