
Haidar masih menatap hpnya, Game sudah menjadi rutinitasnya lagi setiap hari.
Dia begitu engan keluar kamarnya, apalagi setiap sebelum berangkat sekolah dia harus bertemu Salma yang selalu dekat dengan Bundanya.
Tok
Tok
"Kak, Ada yang nyariin kamu." Teriak Ira diluar kamar Haidar.
Haidar mengalihkan matanya menatap pintu yang masih tertutup, dia menyimpan hpnya sebelum keluar menemui orang yang Bundanya maksud.
Klekk...
"Tuh ada yang nyariin." Ujar Ira saat melihat anaknya keluar dari kamar.
"Siapa?"
"Bunda juga gak kenal, Cewek cantik sih." Ucap Ira sambil tersenyum ke arah Haidar, membuat Haidar mengerutkan keningnya.
Haidar mengikuti Bundanya yang menuruni tangga, hari libur begini memang Haidar tak pernah kemana-mana.
Dia sudah seperti anak gadis yang diam terus dikamar.
Haidar melewati Haiman dan Salma yang sedang bermesraan diruang Tv. Hal biasa yang sekarang akan Haidar lihat.
"Ehh, tuh pacar kamu nyariin." Ucap Haiman yang menyadari kedatangan Haidar. Salma hanya menatap Haidar yang pergi tanpa menjawab ucapan Abangnya.
"Selamat siang jodohku." Sapa Syera melengking, membuat Haidar melotot tak percaya kalau wanita itu datang kerumahnya.
"Mau ngapain lo kesini?" Tanyanya.
"Mau ngajak jodoh gue jalan lah, hari minggu ini masa kita gak kencan, udah malam minggu gak di apelin, hari minggu juga malah di angguri, gak sekalian aja di semangkaain." Ucap Syera terkekeh diakhir ucapanya.
"Huhhff" Haidar menghembuskan nafasnya, rasanya dia menyesal memberi kesempatan Syera menjadi kekasihnya, meskipun sekarang dia tidak di ganggu dua perempuan itu tapi dia malah di ganggu oleh satu perempuan yang seperti lebih dari satu.
"Gak ngajakin masuk nih, buat dikenalkan ke camer, gak malu-maluin ko." Ucap Syera sambil menaik turunkan alisnya.
"Gue lagi males jalan, lo mending pulang aja deh." Usir Haidar sambil membalikan badannya untuk kembali masuk kedalam rumahnya.
Syera melotot tidak percaya melihat Haidar yang akan kembali masuk kedalam rumahnya.
Ini gak bisa dibiarin,
"TANTE, ANAK TANTE UDAH NGEHAMILIN SAYA TAPI TIDAK TANGGUNG JAWAB!!" Teriak Syera membuat Haidar membalikan tubuhnya menghadap Syera, matanya menatap tajam wanita yang dengan santainya berteriak seperti itu dirumahnya.
Haidar melihat sekeliling, dan Bunda serta Abangnya sudah berdiri dibelakangnya.
Haidar hanya meneguk susah ludahnya.
Cewe sialan..
"Ada apa Kak?" Tanya Ira yang mendengar keributan diluar.
"Tante_" Mata Haidar melotot kearah Syera yang akan berucap lagi, Syera yang dipelototi Haidar pun cengegesan.
"Ada apa?" Tanya Ira semakin bingung.
__ADS_1
"Itu tante, Haidar mau ngajak saya main tapi katanya takut minta izin sama tantenya." Ucap Syera santai dengan mata menatap kearah Haidar.
Rasanya Haidar ingin memasukan perempuan ini kedalam sumur lalu menutupnya dengan beton.
"Ya elah, dikiraiin ada apaan." Timpal Haiman kembali masuk kedalam rumahnya.
Ira terkekeh geli melihat wajah Haidar yang memerah, berbeda dengan Syera yang menampilkan wajah santainya.
"Ya sudah kalau mau jalan, Hati-hati. Dan jangan sampai kelewatan batas pacarannya." Ucap Ira sebelum ikut masuk kedalam rumahnya.
Syera hanya cengegesan karena rencananya berhasil untuk mengajak Haidar keluar, berbeda dengan laki-laki itu yang sudah mendengus sebal.
Haidar yang memakai celana jeans dan kaos pun langsung berjalan kearah motornya tanpa mengambil hoodie atau berganti baju.
Syera langsung naik ke atas motor Haidar, saat laki-laki itu sudah menyalakan motornya.
Tangan Syera langsung melilit di pinggang Haidar.
"Nggak usah meluk-meluk." Ketus Haidar.
"Kalau gak meluk, gue ke jengkang gimana." Ucap Syera, karena Haidar yang memakai motor ninja.
Haidar melajukan motornya tanpa kembali menjawab ucapan Syera, Syera tersenyum menang. Dia semakin mengeratkan pelukannya.
Tidak ada suara atau percakapan yang keluar dari mulut mereka, Bukan tepatnya Haidar yang diam sedari tadi tanpa menanggapi ucapan Syera.
Dasar cowo patung, gue ngomong sedari tadi gak di tanggapin. Dengus batin Syera.
Dia tetap mengeratkan pelukan meski sudah beberapa kali Haidar mencoba agar Syera melepaskan lilitan tangannya di pingganya.
"Lo mau maen kemana?" Tanya Haidar membuka suara.
"Lo mau maen kemana?" Teriak Haidar.
"Terserah!!" Jawab Syera tak kalah berteriak padahal mereka berdekatan tapi karena suara motor yang bising membuat dia tak mendengar dengan jelas.
Haidar melajukan motornya ke salah satu cafe, dia sungguh malas berjalan-jalan dan sekarang dia malah memarkirkan motornya di sebuah cafe.
Syera turun dari motor Haidar menatap Cafe, lalu dia menatap Haidar.
"Kalau lo terserah kan?" Ucap Haidar sambil membuka helmnya.
Syera dibuat bingung oleh ucapan Haidar, maksudnya laki-laki ini ngajak nongkrong di cafe gitu.
Dia kira Haidar akan mengajaknya main ke tempat yang lebih romantis.
Haidar mendorong pintu cafe itu dengan Syera yang mengekor dibelakangnya.
"Siang Boss." Sapa Joki.
"Hmm." Sahut Haidar Dingin, Joki pun menatap ke arah belakang dimana seorang perempuan yang mengekori Haidar.
"Karyawan baru?"
Haidar pun menoleh, melihat Syera yang sedang menatap seisi cafe milik Haidar itu.
"Bukan!!'
__ADS_1
"Pacar?"
"Hmm" Jawab Haidar, karena memang bener kalau dia dan Syera sudah pacaran.
"Serius lo, Bos." Pekik Joki kencang, membuat pelanggan Cafe menatap kearah mereka. Bahkan Syera yang sedang mengangumi cafe pun menatap ke sumber suara.
"Berisik Pea." Pukul Haidar pada kepala Joki.
"Hehe sorry, boos."
Haidar pun menghampiri Syera yang masih berdiri dibelakangnya.
"Lo duduk aja disana, gue mau kerja dulu." Ucap Haidar dingin, dia menunjuk meja kosong dekat jendela.
Syera mengikuti arah tunjuk Haidar.
"Lah terus kalau lo kerja, Gue duduk sendiri gitu." Ucap Syera tak terima.
"Iya,"
"Ogah!! mending gue bantuin lo dari pada duduk sendiri kaya jones."
"Terserah!!"
***
Syera menghentak-hentakan kakinya kesal, bahkan dia dengan keras menghentakan kakinya agar Haidar mendengarnya tapi nihil, laki-laki itu masih saja sibuk dengan pelanggannya.
"Dar, cewek lo udah ngode mulu tuh." Ucap Joki sambil menyenggol tangan Haidar.
Haidar melirik Syera lalu kembali pada kegiatannya.
"Tuh cowok gak peka banget sih, gue beneran dijadiin pelayan sama tuh laki. Awas aja kalau nanti jadi suami, gue tindes tau rasa." Gerutu Syera sambil memberikan cofe pada pelanggan.
Haidar menghampiri Syera, dia terkekeh geli melihat wajah cemberut Syera. Dia yakin pasti perempuan itu menyesal ingin ikut bekerja dengannya.
Grepp
Haidar menarik tangan Syera yang melewatinya.
"Apaan sih." Kesal Syera.
"Duduk!! Istirahat dulu." Titahnya.
Syera mengikuti perintah Haidar karena dia memang sangat lelah seharian membantu cafe Haidar yang begitu ramai, belum lagi di goda pelanggan mahasiswa dan anak SMA.
"Nggak usah cemberut."
"Makan dulu,"
"Katanya mau bantuin, baru segitu aja udah maju tuh bibir." Goda Haidar yang melihat Syera masih cemberut.
Syera menarik sedikit bibirnya, memang ini ke inginannya sih.
"Makan dulu, setelah ini kita pulang."
***
__ADS_1
**Kabar gembira BUAT PEMBACA KESAYANGAN AKU, KALAU AKU BAKAL NULIS LAGI DI MANGATOON MENYELESAIKAN TULISAN YANG TERTUNDA KARENA AKUN AKU SUDAH KEMBALI LAGI SETELAH KEMARIN KENA HECK..
TERIMAKASIH JUGA BUAT YANG SUDAH NGASIH TAU AKU CARA BALIKIN AKUN AKU BIAR KEMBALI LAGI.. JANGAN LUPA KEMBALI RAMAIKAN LAPAK YA**...