
" maksudnya..? " tanya alex semakin bingung
" bukankah kau memintaku mencarikan yang sedikit mirip dengannya, kurasa asisten pribadiku adalah orang yang cocok " jawab Reyhan dengan senyum miring
" hey hey, apa maksudnya, apa kau akan menjadikan asisten pribadi mu sebagai pelampiasan..? " tanya alex memastikan.
" apa lagi yang harus aku lakukan " jawab Reyhan tampa sengaja mengiyakannya
" terserah kau saja brother, aku hanya mengharapkan kau bahagia, apa kau mau bersenang senang dengan ku..? " tanya alex dengan memainkan alisnya
" aku tidak tertarik " jawab Reyhan singkat
" aku akan pulang" Reyhan lansung beranjak tampa memedulikan tanggapan alex
" dasar kulkas, aku lansung di buang setelah tidak di butuhkan, baiklah aku akan bersenang-senang dulu sebentar "
" hallo buk, ibuk apa kabar " tanya raisa berbicara dengan ibu pengasuhnya di telpon
"( ibu Baik nak, gimana kabarmu..?) " tanya buk irma kembali bertanya
" aku baik buk, ibuk ngak usah kwatir,"
"( kamu kapan jenguk ibuk kesini, ibuk sangat kangen sama kamu) "
__ADS_1
" aku juga kangen banget sama ibuk, tapi aku belum bisa pulang sekarang buk, aku baru saja dapat pekerjaan, jadi aku harus pokus bekerja dulu, kalo ada waktu aku akan pulang jenguk ibuk " ucap raisa menenangkan buk irma
" iya ngak apa apa nak, ibuk tungguin kamu pulang "
" iya, ibuk harus jaga kesehatan ya, makan teratur jangan sampai sakit, aku tutup dul telponnya buk" ucap raisa menutup telponnya
"huuuh " raisa membuang nafas dalam, tidak di pungkiri raisa sangat merindukan ibu angkatnya, walaupun sekadar ibu angkat tapi raisa sudah menganggap bu irma seperti ibu kandung nya, karna buk irma lah yang memberikan nya kasih sayang seorang ibu saat ibunya meninggalkan nya.
" raisa, pak Reyhan menyuruh mu keruangan nya "
" ya, baiklah "raisa lansung pergi keruangan kerja Reyhan supaya laki-laki itu tidak menunggu lama.
" ada yang bisa saya bantu pak..? " tanya raisa kepada Reyhan.
masih pokus dengan laptop nya.
raisa mendekat ke arah nya " ada apa Pak..,? " tanya raisa lagi.
" lebih dekat sedikit" masih pokus dengan laptop nya. raisa berjalan lebih dekat lagi ke arah Reyhan
" suapi aku makan" titah Reyhan raisa masih diam di tempat nya
Reyhan menat ke arah raisa " apa kau tidak mendengar nya..? " desak nya
__ADS_1
" tapi Pak " protes raisa
" tidak ada tapi tapian, lakukan sekarang, mulai sekarang ini termsuk tugas mu"
" baiklah " raisa mulai menyuapi Reyhan, raisa hanya bisa menerima perintah dari Reyhan karna dia memang membutuhkan pekerjaan ini
Reyhan terus memperhatikan raisa yang menyuapi nya, pandangan nya tak beralih dari bibir merah segar milik raisa, saat pandangan mere bertemu Reyhan dengan cepat menyambar bibir lembut raisa.
raisa yang mendapatkan perlakuan mendadak seperti itu hanya diam mematung, dia benar-benar bingung apa yang harus dia lakukan.
" kenapa diam saja..? " lontaran pertanyaan dari Reyhan menyadarkan raisa dari lamunannya.
" apa,..apa yang kau lakukan Pak..,? " tanya raisa tampa bekedip.
" aku ingin kau membalasnya " jawab Reyhan seenaknya.
" apa aku begitu murahan " balas raisa dengan air mata yang mengalir di pipinya.
Reyhan yang menyadari itu bingung, kenapa disaat banyak gadis yang menginginkan perlakuan seperti itu dari nya, tapi raisa malah menagis.
" heyy diam lah, kenapa menagis" ucap Reyhan lembut dan perlahan menyingkirkan air mata dari wajah raisa dengan lembut.
" apa yang kau lakukan pada ku Pak..? " tanya raisa dengan masih menangis
__ADS_1