
" apa yang kau lakukan pada ku Pak..? " tanya raisa dengan masih menangis
"aku minta maaf, seharusnya aku tidak begitu, jangan menangis lagi ok..? " Reyhan memperlakukan raisa dengan begitu lembut sampai raisa sendiri terpesona olehnya.
" baiklah kamu istirahat dulu sebentar " Reyhan mengantarkan raisa ke sofa dalam ruangan nya.
" apa kamu sudah makan..? " tanya Reyhan dan mendapat anggukan dari raisa.
" yasudah kalo gitu kamu tidurlah sebentar "
" tapi Pak, ini tidak pantas " protes raisa tidak setuju.
" kenapa..? " tanya Reyhan ingin tahu
" bagaimana kalo ada orang yang salah paham dengan kita..? " raisa balik bertanya
" hmmm " Reyhan tersenyum " tidak ada yang akan yang berani "
Reyhan membaringkan perlahan tubuh raisa di sofa " tidurlah, kau perlu istirahat " ucap rayhan mengelus kepala raisa dengan sayang hingga raisa benar-benar tertidur.
tidak terasa hari sudah menunjukkan jam 6 sore, namun raisa benar-benar nyenyak dalam tidurnya.
" emmm" raisa mengucek matanya dan yang pertama dilihat nya adalah Reyhan
" sudah bangun..? " tanya Reyhan lembut, raisa masih belum sadar dengan keadaan saat ini.
__ADS_1
" Pak, maafkan saya Pak, "
"maaf untuk apa..? " tanya Reyhan bingung
" maaf karna saya lalai dalam bekerja Pak, bapak boleh menghukum saya, tapi tolong jangan pecat saya Pak " mohon raisa dengan wajah kawatir nya
" setelah kejadian tadi, apa perlu begitu formal,di antara kita cukup aku dan kamu saja" tegas Reyhan
" dan masalah hukuman, tentu akan ada" ucapnya dengan senyum miring
" apa maksudnya Pak..? " tanya raisa
" panggil aku Reyhan " sarkas Reyhan
" rey.. Reyhan " ucap raisa canggung
Reyhan membantu raisa dari berdiri dan memapah nya ke mobil, Reyhan memperlakukan raisa dengan cukup baik hingga raisa sendiri bingung dibuat nya.
" makasih Pak.. maksudnya rey " raisa langsung mengubah panggikan nya ketika melihat pandangan mata Reyhan yang tidak bersabat kepada nya
" hmm begitu baru baik" ucap Reyhan tersenyum penuh kemenangan.
" kau masuklah jangan lupa mandi yang bersih setelah itu telpon aku, apa kau paham " minta Reyhan kepada raisa, lebih tepatnya perintah yang haru di setujui oleh raisa.
mau tidak mau raisa harus menyetujui permintaan Reyhan, raisa keluar dari mobil Reyhan dan berjalan masuk ke rumah nya, dan pandangan Reyhan tidak terlepas dari raisa hingga tubuh raisa hilang di balik daun pintu.
__ADS_1
" kenapa pulang larut lagi sa...? " tanya Ririn " di suruh lembur lagi sama bos kamu "sambung nya lagi
Ririn memang merasakan ke anehan pada Reyhan,boss dari sahabat dan juga sepupu nya itu, yang Ririn tau Reyhan adalah laki-laki dingin dan kejam, dalam bayangan Ririn, bentuk Reyhan seperti beruang kutub, dingin, kejam, juga tampan.
" ngak apa-apa rin, namanya juga kerja " jawab raisa se adanya
" oh ya, rin ada yang mau aku ceritain sama kamu" tutur raisa dengan wajah yang serius.
" apa sih sa, serius amat, aku jadi merinding nih "Ririn menyentuh leher belakang nya
" kamu kira aku mau cerita apaan rin " jawab raisa yang merasa bingung dengan sahabat nya.
" ini tentang Pak Reyhan " sambung raisa lagi
" maksud kamu apa sa "tanya Ririn penasaran
" nah itu makanya aku mau cerita, tapi aku mau mandi dulu " ucap raisa mencium bau tubuh nya
" asam banget hehehe " ujarnya cengengesan kepada Ririn.
" yaudah kamu mandi dulu gih, aku mau manasin makan malam dulu "
" kamu masak lagi rin " tanya raisa
" ngak, tadi aku bali " ucap Ririn menghancurkan khayalan raisa tentang makanan yang Ririn masak
__ADS_1
"tapi kayak nya udah dingin, aku panasin dulu biar enak makanya " sambung Ririn lagi
" yaudah, makasih sahabat terbaik ku " raisa memeluk Ririn