Hanya Milikmu

Hanya Milikmu
Apa yang harus kulakukan


__ADS_3

" baiklah sayang, aku selalu menjadi pendengar terbaik mu " Ririn tersenyum kepada raisa


raisa menceritakan semua perlakuan Reyhan kepada nya di mulai dari kedatangan wanita bernama sarah, saat lembur dah bahkan Reyhan sampai mengatakan nya pulang.


Ririn mendengarkan cerita raisa dengan sangat serius, Ririn pun ikut bingung dengan apa yang raisa ceritakan, karna setau nya Reyhan tidak pernah dekat dengan wanita.


" kamu serius, kamu dan dia berciuman..? " tanya Ririn masih tidak percaya


" tepatnya dia yang mencium ku," raisa memperjelas ucapan Ririn dengan wajah kesal nya.


"Hehehe, iya iya," Ririn hanya cengengesan


" rin tadi pas Pak Reyhan nganterin aku pulang, dia masih sempat nyuruh aku telpon dia " ucap raisa dengan wajah bingung


" tadi kamu pulang di antar sama Pak Reyhan..? " tanya Ririn dan di jawab dengan anggukan dari raisa


" eh, apa jangan jangan Pak Reyhan suka sama kamu sa " tebak Ririn memegang dagu nya

__ADS_1


" mana mungkin rin, Pak Reyhan tu tampan kaya, pasti banyak cewek yang cantik dan berkelas yang suka sama dia, jadi mustahil banget orang kayak Pak Reyhan suka sama aku" ucap raisa merendahkan diri


" sayang ku, kamu tu cantik aku yakin banyak cowok yang suka sama kamu, termasuk Pak Reyhan " balas Ririn menyakinkan


" yaudah gimana kalo kita taruhan, kalo Pak Reyhan beneran suka sama kamu, kamu traktir aku makan " tawar Ririn


" tapi aku" ucapan raisa terpotong dengan tatapan Ririn


" baiklah, semua kemauan mu " ujar raisa pasrah.


" seperti itu dong, yasudah sana telpon calon pacar mu "


" bukannya tadi Pak Reyhan ingin kamu menelpon nya, sana cepat telpon " desak Ririn


setelah mendapat persetujuan dari raisa Ririn beranjak kedapur mengambil minuman dan cemilan malam.


raisa mengikuti ke mauan Ririn, dia mulai memainkan ponselnya dan mencari nomor Reyhan, raisa menekan tombol telpon pada kontak Reyhan, tapi sayang nya nomor Reyhan masih di luar jangkauan

__ADS_1


" gimana..? " tanya Ririn kembali ke ruang tamu dengan minuman dan cemilan nya


" apa yang Pak Reyhan katakan "sambung Ririn lagi penasaran.


" nomornya gak aktif " jawab raisa agak berat


" jangan sidih gitu sa, mukin dia lagi ada kerjaan " goda Ririn dan lansung mendapat tatapan tajam raisa.


" hehehe, kayak nya aku masih ada kerjaan, aku ke kamar dulu ya " elak Ririn meninggalkan raisa.


Reyhan baru sampai di kamar hotel VIV di kota Landon, sebenarnya malam ini Reyhan ingin telponan sama raisa tapi harus di urungkan karna urusan mendadak di Landon.


Reyhan baru sampai di Landon, sekitar jam 2 dini hari, Reyhan membuka ponselnya dan melihat beberapa panggilan tak terjawab, dan salah satunya dari raisa.


Reyhan berniat menelpon raisa kembali tapi ia urungkan ketika melihat jam yang melingkar di tanggan kekar nya, 2 dini hari Reyhan yakin raisa sekarang sedang tidur nyenyak dan Reyhan tidak ingin mengganggu tidur nya.


( sa, maaf tadi aku ngak jawab telpon kamu, tadi aku masih di pesawat, sa besok kamu ngak usah kerja ya kamu akan kerja hanya ketika aku bekerja karna kamu asisten pribadi ku, aku ada urusan kerja di luar negri untuk beberapa waktu, jadi selama aku ngak ada, jaga kesehatan ya, nanti kalo agak senggang aku bakal nelpon kamu)

__ADS_1


Reyhan hanya mengirimkan pesan kepada raisa, Reyhan tidak ingin raisa datang bekerja dengan percuma, karna memang pekerjaan raisa hanya mendengarkan perintah dari Reyhan.


__ADS_2