Hanya Milikmu

Hanya Milikmu
pendengar setia


__ADS_3

" yaudah, makasih sahabat terbaik ku " raisa memeluk Ririn


" sudah sana mandi, kamu beneran asam" ucap Ririn melepaskan pelukan raisa.


" iya iya " raisa hanya bisa mengiyakan dan berjalan ke kamar mandi.


di sebuah kamar besar dan mewah milik Reyhan, seorang laki-laki hanya duduk di balkon kamarnya, ya itu adalah Reyhan tidak di pungkiri Reyhan juga menunggu telpon dari raisa, entah lah Reyhan juga bingung ingin membiarkan apa dengan wanita itu, tapi yang jelas, Reyhan ingin berbincang lama dengan nya.


tok tok tok


terdengar suara ketukan pintu, dan rayhan tau siapa pelakunya, pasti bik sumi yang menginginkan nya makan malam, bik sumi seorang pembantu senior di mansion nya, di mansion mewah nya memang ada beberapa pembantu dan pengawal, dan bik sumi yang termasuk dekat dengan nya


" tuan muda, apakah anda mau saya mengatakan makanan anda ke kamar..? " tanya bik sumi dengan menundukkan kepala


" tidak, saya akan turun sendiri untuk makan"


Reyhan memang tidak suka membawa makanan ke kamar, dia tidak mau terlalu manja dengan di antarkan makanan ke kamar


setelah mendapatkan jawaban dari tuan muda nya, bik sumi pun kembali ke lantai dasar mansion


drettt drettt drettt


telpon masuk mengagetkan Reyhan, rencananya keruang makan teralihkan dengan ponselnya. Reyhan berjalan agak cepat ke lemari samping tempat tidur nya, dimana tempat ponselnya berada.


Reyhan begitu semangat ingin menjawab telpon, namun majah nya berubah murung saat melihat nama panggilan di ponselnya.


" katakan " ujur Reyhan dengan dingin

__ADS_1


( tuan muda, kita akan melakukan perjalanan dinas ke Landon) terdengar sautan di seberang sana.


" berpa lama lagi..? " Reyhan kembali bertanya


( satu jam lagi pesawat akan lepas landas tuan muda ) ujarnya sedikit kaku.


" apakah jadwalnya bisa di ubah dapit "


( tidak tuan, keadaan di sana agak sedikit kacau)


" aku mengerti, siapkan semua berkasnya" Reyhan memutuskan panggilan nya tampa menunggu jawaban dari dapit.


ya, orang yang menelpon Reyhan adalah dapit sang asisten nya, dapit adalah orang kepercayaan Reyhan, Reyhan sangat tau dapit adalah anak buahnya yang sangat setia, dia dan dapit sudah sangat sering mengahadapi masalah yang berbahaya, namun dapit selalu mengutamakan perlindungan untuk Reyhan.


Reyhan kembali membuka ponsel nya, dia masih menunggu raisa menelpon nya, tapi yang di harapkan tak kunjung terjadi, sudah setengah jam menunggu, raisa masih belum menelpon nya.


" kenapa masih belum menelpon, apa aku saja yang menelponnya "


Reyhan ingin memencet tombol telpon pada nama raisa tapi diurung nya kembali


" tidak, kalo aku menelpon nya, dia akan besar kepala, tidak boleh "


tok tok


" tuan, kita harus berangkat sekarang " beritahu dapit kepada tuan muda nya


" kita berangkat sekarang " Reyhan berjalan mendahului dapit

__ADS_1


" apa tadi yang ingin kau ceritakan " tanya Ririn


" rin, apa kamu sudah lama kenal dengan Pak Reyhan " tanya raisa


" lumayan lama, kenapa... "


" menurut mu, dia orang yang seperti apa " selidik nya lagi


" seperti yang kau lihat, dingin kejam, juga tampan "


" tapi aku tidak merasa dia dingin dan kejam" ucap raisa sepontan


" maksudnya "


" iya rin, pak Reyhan tidak dingin juga tidak kejam pada ku, dia memperlakukan ku dengan sangat baik "


" apa benar begitu, tapi kenapa dia selalu menyuruh mu lembur, apa itu yang dinamakan memperlakukan dengan baik " sarkas Ririn.


" aku hanya menemaninya lembur, sebenarnya aku hanya tidur dan bermain ponsel saat aku lembur dengan nya "


" tidur..?, apa hanya kalian berdua di kantor.., " tanya Ririn lagi dan mendapat anggukan dari raisa


" ya ampun sa, apa kalian sedekat itu, apa dia melakukan sesuatu pada mu"


" rin tidak seperti itu, dengar dulu "ujar raisa


" baiklah sayang, aku selalu menjadi pendengar terbaik mu " Ririn tersenyum kepada raisa

__ADS_1


__ADS_2