Hanya Pengganti (Samo Zamena)

Hanya Pengganti (Samo Zamena)
SAKIT


__ADS_3

Ternyata aku salah, aku salah menaruh hati, aku kira kamu ga seperti pria lain tapi ternyata kamu jadiin aku pelampiasan atau selingkuhan-Queenbie Fianzac


*****


Riki yang melihat itu semua tersenyum dan menggengam tangan Queen dan mereka menatap kedepan melihat pemandangan yang indah


____________


"Queen mari kita pulang"Ucap Riki saat melihat jam dipergelangan tangannya yang menunjukan jam 15.25 itu


Mendengaran ucapan Riki, Queen sedikit berat hati, karna yang ia tunggu belum muncul "Sebentar lagi kak, nunggu senja muncul yah"


Mendengar ucapan Queen,  Riki-pun menggangukan kepalanya sebagai tanda bahwa ia setuju.  Melihat jawaban dari Riki, Queen pun tersenyum dan mengalihkan pandagannya lagi kedepan


"Kamu suka tempat ini"Tanya Riki Saat sang Senja muncul menapakan warnanya


Mendengar pertanyaan dari Riki, Queen meliriknya"Iya aku suka"Ucapnya langsung mengalihkan lagi pandangannya melihat senja yang indah


"Terimakasih udah ajak aku ke tempat ini"Ucap Queen lagi kali ini ia tak melirik Riki, ia terlalu terpana dengan keindahan senja


"Sama-sama"Jawab Riki dengan pandagan melirik Queen


Keheningan menyelimuti mereka,  Queen yang terlalu fokus mengagumi Warna indah senja, dan Riki-pun terlalu fokus melihat pemandangan yang sudah Tuhan ciptakan


Melihat senja yang sudah mulai meninggalkan mereka Queen melirik kesampingnya "Ayo pulang"Ucapnya kepada siapa lagi kalau bukan Riki


Mendengar ajakan dari Queen,  Riki tersadar "mari"


Mereka berjalan menuju mobil saat sampai disamping mobil seperti biasa Riki membukakan Pintu untuk Queen dan dihadiahi sebuah senyuman dari Queen


Setelah masuk mobil, Riki melajukan mobil


"Kita keRestoran dulu"Ajak Riki kepada Queen


Mendengar pertanyaan dari Riki,  Queen mengangguk karna ia tak dapat membohongi dirinya sendiri kalau dia tengah lapar


Ditengah perjalan saat melihat ada sebuah kedai, Riki menepikan mobilnya itu


"Kita makan disini bagaimana"Tanya-Nya setelah mematikan mesin mobilnya itu


Mendengar pertanyaan dari Riki,  Queen meliriknya dan tersenyum "Iya ga papa"Jawabnya


Lalu merekapun turun dari mobil dan memasuki kedai tersebut


Saat memasuki kedai, Riki melihat kursi kosong dekat jendela


Ia mengengam tangan Queen dan berjalan ketempat yang ia tuju


Queen yang merasa tangannya digengam lagipun hanya tersenyum dan merasakan detakan jantung yang mulai tidak normal lagi


Saat sampai dimeja mereka duduk


"Waiters"Panggil Riki sambil mengangkat tangannya, tidak menunggu lama saat Riki memanggil Waiters dikedai itupun menghampiri mereka


"Mau pesan apa"Tanya Waiters itu saat berada dihadapan mereka


"Kamu mau makan apa"Tanya Riki kepada Queen


Queen yang sedang melihat menu-pun mengangkat kepalanya


"Baked lasagna, dan minumnya aku pengen very bery juice"Jawabnya

__ADS_1


"Baked lasagna nya 2, very bery juice 1 dan Bingslamet"Ucap Rik kepada Waiters


Mendengar ucapan dari Riki, Witers itupun mencatatnya dinote-Nya


"Baik saya ulangi, Baked lasagna 2


Very bery juice 1 dan Bingslamet 1, ada yang ditambah"Jelas dan tanya Waiters


Mendengar pertanyaan dari Waiters Riki melirik kesamping "Queen"Ucapnya


"Tidak"Jawab Queen kepada Riki, mendengar jawaban dari Queen. Rikipun mengalihkan pandangannya lagi


"Tidak terimakasih"Ucapnya kepada Waiters


Mendengar jawaban dari Riki, waiters itupun mengangguk "Baik tunggu sebentar"Ucapnya sambil meninggalkan tempat mereka


Saat mereka tengah menunggu pesanan datang, tiba-tiba ada seorang wanita yang mungkin seumuran dengan Riki


"Hai Rik"Sapa Wanita itu saat berada dihadapan mereka, karna kursi yang tengah Riki dan Queen duduki berada 4 kursi jadi wanita itu tiba-tiba duduk dihadapan Riki


Mendengar sapaan dari seorang wanita bahkan ia duduk dikursi mereka, Queen terdiam tidak tau harus bersikap bagaimana


Mendengar namanya dipanggil seseorang, Riki tersenyum dan membalas sepaannya"Hai"


Didalam hati Queen ia bertanya siapa wanita itu tak seperti biasanya Riki tersenyum dan membalas sapaan biasanya dia hanya bergumam bahkan kepada Ruli sahabat dekatnya-pun


"Aku kebelakang dulu yah"Ucap Riki sambil beranjak dari kursi


Mendengar Ucapan dari Riki, Queen tidak tau harus bersikap bagaimana karna ia tak mengenal wanita dihadapannya itu


"Kenapa pesanan lama datangnya sih"Ucap Queen didalam hatinya


"Waiters"Suara wanita yang berada dihadapannya itu


"Kamu siapa-Nya Riki"Tanya wanita itu sinis


Mendengar pertanyaan dari wanita itu, Queenpun meliriknya dan menatapnya seolah olah berkata "kenapa"


Melihat reaksi dari Queen, wanita itu-pun tersenyum miring "Jangan pernah deketi calon tunangan gw"Ucapnya tegas


Mendengar ucapan dari wanita itupun, hati Queen seperti dihantam oleh benda tajam, ia ingin sekali berterik dan bertanya lebih tapi ia takut kalau jawabanya malah membuat dia menjadi lebih sakit dari ini


Sebelum Queen ingin berucap tiba-tiba waiters datang membawa pesanan pas waiters datang Rikipun datang dari belakang


Seolah-olah tak ada apa-apa Queen berusaha bersikap seperti biasanya


Saat ia akan meminum minumanya tiba-tiba handphone-Nya berbunyi


"Sebentar"Ucapnya kepada Riki dan Wanita itu lalu pergi dari hadapan mereka


"Aziel ada apa nelepon"Ucapnya sebelum mengangkat telepon dari adiknya itu


"Halo"Ucapnya saat mengangkat telepon dari adiknya itu


"Kaka dimana, ada ka al disini"Ucap adiknya itu


"Apa, kamu serius"Tanya Queen sambil tersenyum seketika rasa sakit dari ucapan wanita itupun seketika hilang


"Iya serius"Ucapnya lagi


"Yaudah jemput aku aja, aku rindu dia banget"Ucap Queen, ini adalah ide yang bagus buat dia menghindar mereka

__ADS_1


"Yaudah biar ka Al aja yang jemput, Ziel lagi sibuk makan"jawab adiknya itu


"Aku tunggu, aku kirim lokasi aku-Nya Ok"Ucapnya kepada sang adik


"Ok bye"Jawabnya


Setelah telepon itu dimatikan,Queen l langsung mengirim lokasinya dan menuju meja untuk menunggu jemputan dan sedikit makan mungkin


Saat berada didekat meja, ia melihat Riki dan wanita itu sedang tertawa dan saling melemparkan candaan


"Dengan aku saja beluk pernah tertawa lepas seperti itu"Ucapnya lirih


Queen memasang tampang biasa saja karna kalau ia memperlihatkan wajah cemburupun ia tak berhak ia bukan siapa siapa, wanita itu calon tunangan dari lelaki yang ia cintai saat ini


Saat Queen kembali duduk di meja itu Riki langsung melirik Queen


"Telepon dari siapa"Tanyanya


Mendengar pertanyaan dari Riki, Queen-pun meliriknya "Dari Aziel"Ucapnya sambil tersenyum


Saat mendengar jawaban daru Queen, Riki langsung melirik jam dipergelangan tangannya "Belum terlalu malam"Ucapnya


"Iya belum, aziel cuma bilang akan ada yang jemput aku kesini"Jelas Queen sambil tersenyum manis


Mendengar penjelasan dari Queen, Riki menaikan satu alisnya "Akukan yang ajak kamu jadi kamu pulangnya harus sama aku juga dong"


"Emm, gak usah ka gapapa"Jawab Queen dengan tersenyum


Mendengar dialog antara Riki dan Queen wanita itu tersenyum "Gpp lah Rik, jadi kamu bisa langsung anterin aku kerumah, sekalian momy aku udah rindu kamu"Ucap Wanita itu


Mendengar ucapan dari wanita itu, hati Queen merasa sakit tangannya gemetar lalu ia menutup matanya dan menarik nafas yang dalam


"Ohiya aku belum kenalin kalian"Ucap Riki yang membuat makan Queen terhenti


"Kenalin Queen ini, Thadian. Thadian kenalin ini Queen"Ucap Riki dan diakhiri dengan senyuman


"Salam kenal"Ucap Thadian kepada Queen dan dibalas senyuman oleh Queen


Saat Queen akan menyuapkan makanannya tiba-tiba ada notif yang berbunyi dari Handphone-Nya


Saat ia membuka pesannya ternyata sudah ada yang menunggu ia didepan kedai


"Kak aku pulang duluan yah"Ucap Queen sambil meminum minumannya


Mendengar Ucapan dari Queen, Riki langsung meliriknya "Biar aku antar sampai parkiran"Ucapnya


"Yaudah Rik, kita pulang juga aja"Ucap Thadian sambil beranjak dari tempat duduknya


"Yaudah"Jawab dari Riki, dan mereka-pun berjalan menuju parkiran


Saat diparkiran Queen melihat mobil yang ia sudah apal betul diluar kepalanya, sebuah mobil lamborghini berwarna merah


"Aku duluan yah ka"Ucap Queen sambil tersenyum


Melihat mobil yang sudah Riki kira kalau si pengemudi mobil itu bukanlah Aziel ataupun supir keluarga Fianzac


"Yaudah hati-hati"Ucap Riki, sambil mengusap kepala Queen, Debaran dihati Queen bukan lagi mendeskripsikan bahagia tapi rasa sakit, bahkan melihat mata wanita itu berkaca-kaca, Queen mengerti itu pasti rasanya sakit sekali


"Yaudah bye"Ucap Queen lalu berjalan menuju mobil yang sudah menunggunya saat berjalan menuju mobil itu entah kenapa ari mata Queen menetes bahkan saat dekat sekali dengan mobil itu air matanya malah semakin deras


Pria didalam mobil yang melihat air mata Queen turun dengan deras bergegas turun dan langsung memeluk Queen, Queen yang merasa dipelukpun membalas pelukannya dan merekapun memasuki mobil

__ADS_1


Dilain tempat Riki melihat itu semua, rahang Riki menggeras dan tanggan mengepal


"Aku udah bilangkan, dia itu cewek ga bener dia lebih milih pulang dengan pria bermobil lamborghini dari pada mobil ferrari milik kamu"Ucap Thardian sambil tersenyum miring


__ADS_2