Harapan Nan Sirna

Harapan Nan Sirna
Harapan Nan Sirna 19


__ADS_3

Adrian datang tergesa-gesa saat di kabari dari Rumah sakit. Sementara Evelina sudah di tangani lebih dulu oleh dokter yang bertugas...


putih,serba putih...itu lah yang pertama Evelina lihat di sekeliling nya...setelah cahaya lampu menyoroti mata nya barusan.


ia bangkit dengan reflek mengejutkan dokter dan juga perawat yang bertugas. Bagaimana bisa orang yang sudah koma tau-tau bangkit duduk seperti tidak merasa lemas sama sekali.


'Eric...' bathin Evelina, di mana pria itu tadi baru saja ia berpelukan dengan Eric, teman baik nya


"kak..Velin.." terdengar suara tangisan haru Alisha yang tertahan.


Dan Evelina baru menyadari nya, ia bangun !!? Ia baru saja bangun dari koma??? Apa? Ia bangun?? Evelina reflek melihat ke-sepuluh jari-jemari nya, dia benar-benar bangun???


otak Evelina mulai memutar, airmata belahan jiwa? Bukan kah ia hanya bisa bangun jika airmata belahan jiwa nya mengalir tulus untuk nya??? Siapa yang menangis untuk nya?? apakah Eric??? Apakah Eric menangis untuk nya ??? Apakah Eric belahan jiwa nya? Ini mustahil karena Eric jelas-jelas masih tertinggal di alam roh sana.



Adrian yang baru saja tiba langsung saja memberi penanganan yang terbaik dan ini benar-benar sungguh di luar dugaan.., cidera kepala yang di alami Evelina sebelum nya benar-benar pulih dengan cepat. Ini aneh...!!


Alex hampir saja menggila saat menerima kabar kalau Evelina bangun


"pasti...pasti ini adalah kesalahan, ini pasti Evelina yang lain dan dokter melakukan kesalahan data lalu mengabari kita, ini hanyalah Evelina dengan nama yang sama. Ini bukan Evelina si bodoh itu kan???" Alex masih menyangsikan pendengaran nya dari pesawat seluler barusan


Verna bahkan muka nya berubah-ubah warna, karena ini suatu hal yang mustahil sekali! Sangat mustahil. Evelina Milley sudah di vonis tidak akan bangun lagi. Hanya ada dua pilihan...tetap koma sepanjang hidup nya atau mati?? Hanya itu pilihan yang ada sejak semula,ini benar-benar tidak masuk di akal sama sekali. di luar nalar !!!


"Alex,untuk lebih bagus nya kita chek ke rumah sakit saja..,jika ada kesalahan marahi atau tuntut saja lah orang yang melakukan kesalahan agar ia tahu rasa bagaimana rasa nya kehilangan pekerjaan" kesal Verna

__ADS_1


"iya, benar...akan ku pecat melalui koneksi ku jika benar mereka ada yang melakukan kesalahan." kata Alex geram dan angkuh.


Bagaimana ia tidak kesal, sekarang mereka sudah di landa kepanikan jika benar-benar petugas rumah sakit melakukan kesalahan dalam membuat laporan nya.


Di sisi lain Alisha sengaja menyuruh pihak rumah sakit mengabari paman Poi dan bibi Mony. Alisha memang sengaja ingin membuat mereka kelabakan.


"harus nya aku saja dari kemarin-kemarin yang membayar orang membunuh nya, ternyata mereka masih amatir dalam mematikan musuh" paman Poi menyalahi orang yang mencelakai Evelina walau ia tak tau siapa namun sudah jelas orang yang paman Poi anggap amatir adalah orang bayaran nya Alex.


"benar sayang ku, lihat lah Zakly dan istri nya bahkan langsung mati di tempat tanpa pake acara koma-koma segala, sangat merepotkan" kesal bibi Mony sang istri


"ujung-ujung nya bangun juga, dasar medis tak bisa di pegang omongan nya. Kata nya Evelina akan koma selama nya kok malah bangun, mungkin dokter pacar Alisha itu adalah dokter amatir yang tolol dalam merekam medis" bibi Mony masih terus ngomel-ngomel dan protes dengan sangat kesal.


Alisha terlihat terus menggengam tangan Evelina, ia bahagia kakak tercinta nya akhir nya bangun. Ia merasa ini seperti mimpi yang sangat indah. Jika mimpi rasa nya Alisha tak ingin bangun lagi, biarkan ia terus berada di alam mimpi jika memang begini indah rasa nya. Dan ternyata ini memang bukan sekedar mimpi, Alisha sangat senang dan bahagia sekali.


Evelina hanya menggeleng..


"tidak ada..badan ku sangat segar sekarang" jawab Evelina yang raut wajah nya masih sedikit pucat namun nampak bersemangat.


"silahkan kangen-kangenan lah..." kata Adrian kemudian


Evelina menatap Adrian, ia bahagia Alisha bisa memilih pria yang tulus seperti Adrian. Cukup diri nya saja yang salah memilih pria jahat bermuka dua seperti Alex.


"Terimakasih Adrian.." kata Evelina tulus, Evelina tau hanya pria ini lah yang terus menenangkan, menguatkan Alisha saat terpuruk melihat diri nya yang terus-terusan koma.


"Aku yang harus nya terimakasih karena kak Velin sudah bangun. aku tak tau lagi bagaimana cara nya membujuk Alisha jika kak Velin tak kunjung juga bangun.."balas Adrian.

__ADS_1


Evelina tersenyum, ia tentu tau bagaimana hancur nya Alisha. Ia melihat nya sendiri semua yang terjadi di sekitar nya kala arwah nya terlunta-lunta di alam satu dan yang lain nya.


"Adrian mengapa kau mengejek ku.." kata Alisha pura-pura merajuk dan kesal


Adrian dan Evelina hanya tertawa ringan.


"Aku keluar dulu, kalian berbincang lah..." kata Adrian seraya keluar dari ruangan tersebut memberikan ruang untuk dua saudara yang saling menyayangi satu sama lain tersebut.., Alisha Milley dan Evelina Milley.


Alex yang baru tiba bersama Verna langsung mengecek kebenaran tentang pasien yang baru sadar dari koma, kebetulan saat mereka mendapati kebenaran tentang data, baik wajah Alex dan Verna sama pucat nya. Bagaimana ini? akan kah mimpi-mimpi mereka yang sudah menari di pelupuk mata akhir-akhir ini harus tertunda dan tertunda lagi????


Adrian baru saja lewat dan Alex baru akan memanggil nya namun Adrian malah lebih dulu menghampiri...


"kebetulan Tuan Alex sudah tiba, Selamat ini adalah mukjizat yang terbesar sepanjang saya menjadi dokter. Istri anda Nyonya muda Evelina Milley baru saja sadar dari koma setelah sebelum nya di vonis tidak akan bangun lagi" Adrian langsung mengulurkan tangan


Alex masih bingung harus bagaimana diri nya berekpresi, ia susah payah memberikan senyuman palsu dan menerima uluran tangan Adrian dan buru-buru menjabat nya


"sa-saya sangat terkejut emh maksud nya terharu sekali, terimakasih dokter Adrian.." Alex mati-matian berusaha menutupi kepalsuan nya.


Seperti nya Adrian sengaja, ia diam-diam menyeringai puas melihat ekspresi Alex yang kelihatan nya sangat tak senang hati. Ya Adrian tentu tau bagaimana busuk nya generasi muda Maliqwe satu ini. Dengan begini makin menguatkan kalau orang-orang ini lah yang mencelakai Evelina.


mungkin selama ini Alex bisa bersandiwara di depan banyak orang tapi tidak di depan ia dan Alisha..



__ADS_1


__ADS_2