Harapan Nan Sirna

Harapan Nan Sirna
Harapan Nan Sirna 27


__ADS_3

Paman Poi dan Bibi Mony tentu saja kuatir jika Alisha sudah mendengar semua nya. Hanya saja dua orang ini tak tau kalau Alisha sudah mengetahui kerakusan dan kelicikan mereka sejak lama...


"Alisha jangan salah faham..." bibi Mony berkata dengan terburu-buru


Alisha hanya mengangkat alis nya dengan tenang


"mungkin kau salah dengar dengan apa yang kami bicarakan barusan" paman Poi pun langsung ikut menyela juga


wajah dua orang sekarang memang tidak baik-baik lagi, berubah-ubah warna


"memang nya apa yang kalian bicarakan barusan?" tantang Alisha


paman Poi dan bibi Mony saling pandang sekilas, tidak mungkin kan kalau Alisha barusan tak mendengar nya.


belum sempat pasangan suami istri ini berkata lagi, Alisha sudah lebih dulu bersuara dengan intonasi pelan dan menakutkan


"tenang saja..hanya aku yang tau kebusukan kalian sejak dulu hingga sekarang" Alisha berkata seraya melenggang ke lantai atas menuju kamar lama nya.


ya, Alisha dan Evelina sama tau kebusukan paman Poi dan bibi Mony namun Evelina begitu lapang hati tak mempermasalahkan nya.tapi tidak dengan Alisha, ia mempermasalahkan nya. Sejak saat ia tahu kebusukan paman Poi dan bibi Mony maka sejak itu pula lah Alisha memusuhi kedua nya.


paman Poi dan bibi Mony di tinggalkan berdua dengan raut panik


"kapan anak itu muncul?" tanya paman Poi setengah berbisik


"mana aku tau..?" jawab bibi Mony apa ada nya. Ia benar-benar tak sadar Alisha tiba-tiba ada di antara mereka secara mengejutkan seperti barusan.


"bersikap baik lah" saran paman Poi pada bibi Mony..

__ADS_1


"iya aku tau, selama ini aku selalu memerankan nya sampai kita bisa tinggal di istana milik keluarga Milley ini" bibi Mony menegaskan, memang nya selama ini apa saja yang ia lakukan. Kenapa Paman Poi malah mengingatkan lagi seakan diri nya anak kecil


"bukan itu, sekarang citra baik kita hampir luntur sepenuh nya di depan Alisha setelah percakapan kita tadi" kata Paman Poi dengan intonasi yang risau..


Tak lama Alisha turun kembali setelah mengambil barang yang di butuh kan nya.


Alisha menuruni anak tangga dan kemudian melewati paman Poi dan bibi Mony.


saat Alisha mau pergi, ia berhenti sejenak seraya menoleh pada pasangan suami istri itu..


tatapan Alisha terlihat sangat benci pada paman Poi dan bibi Mony


"sebaik nya kalian berdua..ke depan nya berusaha lah yang terbaik, agar kak Velin tak sampai menendang kalian berdua keluar dari kediaman Milley ini" kata Evelina seraya menatap paman Poi dan bibi Mony dengan tatapan yang sangat dingin...


selesai berkata Alisha segera angkat kaki meninggalkan kediaman Milley. tinggal Paman Poi dan bibi Mony yang saling pandang penuh kekhawatiran. mereka pasti takut kembali lagi kerumah lama mereka. Lagi pula rumah itu sudah tidak ada karena sudah mereka jual dan uang nya mereka foya-foya kan, karena saat itu mereka sudah merasa menjadi penghuni kediaman Milley yang seperti istana sungguhan ini.


kalau di fikir-fikir dua orang ini memang kurang waras, rumah pribadi mereka pun adalah rumah yang bagus, rumah dengan tiga lantai dan berada di kawasan elite. Dulu Zackly ayah Evelina dan Alisha lah yang membelikan nya untuk paman Poi dan bibi Mony. Dasar memang mereka saja yang serakah dan tak tau di untung.



Evelina harus bergerak cepat, ia harus pergi ke kediaman Jezen untuk mengambil kembali dokumen yang telah dia sembunyikan di gudang tak terpakai hari itu.


Evelina kali ini akan datang berpura-pura mengunjungi mertua nya, karena selama ia koma lumayan memakan waktu dan tentu nya sempat memutuskan hubungan baik mereka.


Evelina datang seakan-akan memahami situasi mertua nya yang tak punya waktu karena kurang sehat juga jadi Evelina yang akan dengan sopan mendatangi sang mertua. Apa tadi? mertua kurang sehat? Ya..Kata nya sih...itu alasan mertua ini di telepon hari ketika Evelina siap pulang kembali ke rumah. Mungkin lebih tepat nya shock dan kepala nyut-nyutan efek Evelina yang di harapkan meninggoy ternyata malah hidup kembali dengan keadaan yang baik-baik saja seperti di awal mula sebelum kecelakaan terjadi.


ketika Evelina baru sampai, ia begitu ramah dan sopan kepada Nyonya Jezen..

__ADS_1


"syukurlah kau baik-baik saja menantu ku" kata Nyonya Jezen yang jelas-jelas penuh topeng dan tipu muslihat di dalam hati nya.


"terimakasih mama mengkhawatirkan aku.."


"kau menantu ku sudah ku anggap seperti puteri ku sendiri, tentu saja aku mengkhawatirkan mu.." kata Nyonya Jezen bermanis-manis.


mereka pun saling berpelukan dengan gaya mereka yang elegant seperti yang sudah-sudah, namun jika yang sudah-sudah Evelina tersenyum dengan tulus maka kali ini senyuman di wajah Evelina terlihat sangat mengerikan di balik punggung Nyonya Jezen. namun untung nya Nyonya Jezen tak menyadari betapa mengerikan nya sosok Evelina menantu nya ini setelah sadar dari koma nya yang menakutkan itu.


terlihat dua orang pelayan rumah Jezen yang selalu ramah pada Evelina selama ini menyapa nya dan memuji-muji nya seperti yang sudah-sudah. namun Evelina sudah tidak percaya lagi, dua orang pelayan bermulut manis ini pada kenyataan nya sama sekali tidak tulus pada nya.


dan dengan ramah nya Evelina malah menyapa Ismilia, pelayan pribadi Nyonya Jezen


"hai..Ismilia.." sapa Evelina seraya tersenyum hangat dengan elegant


Ismlia lumayan kaget di sapa Nona muda yang merupakan istri dari Tuan muda Alex putera majikan nya. Karena biasa nya antara ia dan Nona muda Evelina ini hanya saling menunduk sopan dengan bahasa tubuh yang kaku.


Ismilia menyambut sapaan Evelina dengan menampilkan senyuman tulus yang sangat manis. Baru kali ini Evelina melihat senyuman Ismilia semanis ini selama ia mengenali nya. Kita tau sendiri, Ismilia pembawaan sehari-hari nya sangat kaku...


"oh iya mama mertua, terimakasih atas acara yang akan kalian selenggarkan khusus untuk ku" Evelina membahas tentang acara besar yang akan di adakan Tuan dan Nyonya Jezen atas keselamatan nya dari koma.


"itu semua bukan apa-apa jika untuk menantu baik seperti mu" jawab Nyonya Jezen..


Evelina tersenyum samar mendengar nya, mama mertua nya ini betul-betul kerasan menjadi ular berbisa di usia tua nya. Sangat di sayang kan sekali, bukan lah semakin tua harus semakin banyak berbuat baik ya kan?


"aku harus ke gedung sebelah, dekat ruang baca, seperti nya aku meninggalkan buku desain Alisha yang aku pinjam di sana." kata Evelina santai.


ia memang seringkali pergi ke ruang baca saat di rumah keluarga Jezen bahkan kadang kala duduk santai dekat aula sekitar. Jadi saat Evelina akan kesana tidak ada kecurigaan di mata Nyonya Jezen...

__ADS_1


padahal kita tau kan kalau alasan Evelina ke ruang baca kali ini adalah semata-mata karena ingin menyelinap ke gudang lama tempat ia menyembunyikan dokumen dan aset penting kepemilikan beberapa properti termasuk rumah pribadi nya.



__ADS_2