
Saat orang-orang sudah tak ada di sisi Eric, diam-diam Evelina menghampiri nya. saat Eric menoleh sudah ada Evelina di hadapan nya
"kau Eric kan? Kau ingat aku?" tanya Evelina tiba-tiba.
Evelina tau pertanyaan nya terdengar sangat konyol, bagaimana mungkin pria ini mengingat nya di saat mereka baru saja berkenalan tadi. Tapi dari nama dan wajah nya ia sangat mirip Eric yang di dalam koma. Evelina tau ia tak seharus nya menanyakan ini tapi memang ini yang harus ia tanyakan pada pria ini. Evelina pun tak mengerti.
Eric tak menjawab nya, ia hanya menatap Evelina seraya menyesap pelan minuman di tangan nya dengan menawan
"wanita ini masih saja bertindak konyol.." batin Eric tertawa di dalam hati nya.
Eric merasa lega..ternyata benar, mimpi nya itu bukan lah hanya kebetulan semata karena pada kenyataan nya sekarang pun Evelina masih mengenal nya.
"ya..aku Eric.., Eric Lamount Maliqwe" jawab Eric
"bukan kah tadi suami mu sudah memperkenal kan kita?" Eric mengingat kan dengan santai dan tersungging senyuman samar di wajah tampan nya..
Evelina tidak puas dengan jawaban nya. Bukan seperti ini jawaban yang ia inginkan...
Sementara itu Alex mencari-cari Evelina di keramaian. Jika biasa nya ia merasa hambar bersama Evelina tapi semenjak Evelina berubah tindak tanduk nya, Alex menjadi sangat kesal dan kewalahan.
Alex kesal karena biasa nya Evelina selalu mengutamakan dan memanjakan nya..ini apa lagi yang terjadi sekarang? Biasa nya Evelina selalu menggandeng nya sepanjang acara tapi yang ada sekarang Evelina malah sibuk sendiri dan terkesan cuek pada nya.
Alex melihat Evelina bersama Eric paman Kecil nya. Alex menautkan alis nya merasa heran. Jadi nya Alex segera buru-buru menghampiri mereka
"Evelina, apa yang kau lakukan di sini?" tanya Alex dengan rasa penasaran.
"tidak ada" jawab Evelina seraya memutar badan angkat kaki dari sana pergi mendahului Alex
Alex jadi merasa aneh memang nya apa yang di bicarakan antara dua orang yang baru saja berkenalan tadi. tapi bisa saja mereka ini sama-sama pebisnis jadi saling menyapa mungkin...,Alex menebak walau masih di selimuti dengan pertanyaan lain.
Eric terlihat hanya cuek saja tak bergeming. Jadi nya Alex langsung siap pergi juga meninggalkan Eric sendiri. namun..
"Alex..." panggil Eric datar
Alex seketika mengurungkan langkah nya
__ADS_1
"ya, paman.." jawab nya sopan
"istri mu cantik..." kata Eric tanpa tekanan.
"terimakasih paman.." sahut Alex
Alex mendengar nya merasa aneh. ya..memang terdengar aneh....tapi Alex buru-buru berkata lagi "paman cari lah segera istri juga, aku yakin paman pasti akan mendapatkan istri yang seratus kali lipat lebih baik. Aku dan Evelina istri ku bukan lah apa-apa" Alex merendahkan diri
"tapi aku suka istri mu" Eric to the point
suasana pun berubah semakin aneh, dua orang diam tak ada yang berbicara...
"maksud paman?" tanya Alex tak mengerti
Eric hanya menampilkan senyuman yang penuh arti, ia tak menjawab hanya berlalu pergi dari sana tanpa peduli dengan Alex lagi.
Verna bermaksud berbuat jahil pada Evelina karena ia merasa cemburu sedari tadi Alex lebih banyak sibuk bersama Evelina dan malah mengabaikan nya. di tambah lagi ia merasa kalah cantik malam ini padahal ia sudah dandan habis-habisan di salon.
Verna sengaja mendekati Evelina dengan gelas minuman di tangan nya, lalu ia dengan sengaja mengolengkan gelas di tangan bermaksud menumpahkan itu ke gaun Evelina.
tapi Evelina sangat kesal, ini adalah gaun rancangan Alisha adik nya. Evelina tak bisa terima karena ia tau Verna jelas telah sengaja menyiramkan minuman itu pada nya. Itu artinya Verna dengan sengaja merusak gaun buatan Alisha yang sangat berharga bagi Evelina.
Evelina dengan sigap mengambil satu gelas minuman di meja dan balas menumpahkan nya ke gaun Verna.
"aduh..maaf Verna sahabat ku, aku tak sengaja.." pekik Evelina seraya menutup mulut dengan kedua tangan nya
Verna merasa kesal dan berteriak karena Evelina pura-pura tak sengaja menumpahkan minuman itu ke gaun nya.
"jelas-jelas kau sengaja Evelina" kata Verna kesal
"oh ya? Apa kah benar aku sengaja..? Baik lah anggap saja aku sengaja.. tapi bukan kah kau yang hendak menyirami ku sebelum nya" balas Evelina dengan ekspresi wajah mengejek Verna
"aku tidak menyirami mu Evelina..,aku tidak sengaja" Verna semakin kesal
"wah drama seperti nya akan segera di mulai.." Evelina makin heboh mengejek Verna
__ADS_1
"apa maksud mu?" Verna melotot marah
"tidak, hanya saja aku kasihan pada mu, niat hati mau menyiram ku malah kau yang terkena..ups" Evelina menunjuk pakaian Evelina yang nampak terlihat aneh karena terkena cairan minuman yang sangat merah dan pekat.
Alex yang baru tiba di antara mereka pun tak bisa berbuat banyak apalagi membela Verna.dan itu malah makin membuat Verna naik darah. di tambah lagi Alex yang terus berdiri di samping Evelina. Bagi Verna ini benar-benar menyebalkan.
Nyonya Jezen langsung menghampiri mereka ia tak mau malah keributan nya nanti jadi menyedot perhatian tamu dan yang malu adalah Tuan dan Nyonya Jezen juga.
kalau Evelina mah ia malah makin suka ada keributan di acara keluarga Jezen, ia sangat berharap dengan keributan yang ada Tuan Jezen jadi tak punya muka di depan orang-orang.
"Evelina, mengapa kau menindas Verna?" Nyonya Jezen memelototi Evelina
"aku tidak menindas nya" jawab Evelina santai
"sudah jelas gaun Verna menjadi kotor begini karena tertumpah minuman mu"tuding Nyonya Jezen..
"dia yang mulai mamah.." sahut Evelina datar
"Evelina.,tidak mungkin Verna yang..." perkataan Nyonya Jezen yang hendak membela Verna terputus karena Alex memandangi sang mama dengan raut masam.
Alex melarang mama nya terlalu membela Verna dengan kentara begini. Nyonya Jezen yang menyadari kekeliruan nya pun langsung buru-buru berkata pada Evelina...
"menantu ku maksud ku..." Nyonya Jezen langsung merangkai kata-kata namun Evelina malah lebih dulu berkata dengan sangat tajam.... "Alex seperti nya aku bukan menantu mama mu, tapi Verna lah menantu nya"
"mama mertua ini bahkan tak tau kejadian nya tapi ia malah sibuk membela Verna.." Evelina berkata apa ada nya dengan intonasi yang menyindir
Alex menghela nafas, ia tak tau mau bicara apa lagi sekarang.
"sudah-sudah maafkan mama yang tua ini" Nyonya Jezen akhir nya meminta maaf pada Evelina karena melihat wajah kesal Alex pada nya.
Nyonya Jezen langsung mengajak Verna membersihkan gaun nya, sedang kan Alex membawa Evelina ke sisi ruangan.
"Alex aku jadi kehilangan mood, kau urus lah para tamu aku mau keluar cari angin segar dulu" kata Avelina dengan raut bete
"baik lah sayang, maafkan mama ya" bujuk Alex mesra..
__ADS_1
N/B : jangan lupa Like dan koment di bawah ya