
Setelah dua hari Evelina baru saja kembali dari refreshing nya,dan Eric mengajak nya makan bersama di sebuah resto kelas atas.
saat mereka berdua sedang asik berbincang tak di sangka mereka malah kedatangan tamu yang tak di undang.
sosok Hennza sudah berdiri di sisi meja mereka dengan tatapan benci dan cemburu..
"Eric jadi dia orang nya.." tanya Hennza tiba-tiba
setelah melihat siapa yang datang, Eric merasa menyesal mengapa malam ini tidak datang dengan bodyguard nya.kenapa ia harus kedatangan manusia pengganggu ini.
Hennza beberapa ini selalu menyelidiki Eric, ternyata benar kekhawatiran nya kalau Eric sedang bersama seorang wanita.
"Eric..aku tanya dia orang nya?" kali ini Hennza setengah terpekik.
"nona bisakah kamu pergi ke meja mu saja? Kami datang kemari untuk makan, bukankah kau juga begitu" Eric risih
Eric hendak memanggil pelayan karena jam makan nya sedang terganggu.namun Evelina lebih dulu bertanya kepada Eric
"siapa?" tanya Evelina dengan rendah datar
Evelina merasa tak enak kalau-kalau gadis ini pacar nya Eric
"Nona, maaf aku hanya rekan Eric, jangan salah faham" kata Evelina sopan, ia tak ingin ada kesalahfahaman karena Evelina sudah pernah merasakan kalau di selingkuhi itu tidak lah enak.
"nama ku Hennza..puteri dari keluarga Yudistira" kata Hennza dengan angkuh memperkenalkan diri agar wanita yang bersama Eric saat ini sadar posisi kalau diri nya sedang berhadapan dengan puteri dari keluarga yang kaya raya.
Hanya saja Hennza ini tidak tau wanita yang di sombongi nya adalah siapa? Sangat lucu ia sombong di hadapan seorang Evelina Milley yang lebih hebat dan kaya. Hennza hanyalah seorang puteri pada kekayaan keluarga, namun Evelina adalah ratu pemilik kekayaan itu sendiri.
"dia bukan siapa-siapa ku Evelina" kata Alex setengah berbisik..
"oh ya..?" Evelina tak mengerti tapi tatapan gadis ini terlihat seperti yang paling memiliki Eric
Hennza terlihat mulai berang
"aku sudah katakan jangan pernah dekat dengan wanita lain, Eric..!!!" marah nya
Eric mengurut alis nya sendiri
__ADS_1
"Kau siapa nya aku?" tanya Eric
bukan nya menjawab,Hennza malah menyeringai dengan raut menakutkan
"Eric kau pasti masih ingat kan apa saja yang aku lakukan pada gadis-gadis mana pun yang dekat dengan mu..!?"
"jadi suruh wanita ini juga pergi menjauhi mu sebelum aku marah sekarang" titah Hennza dengan luapan api kecemburuan.
Evelina tidak bodoh, ia tau dengan gelagat nya gadis bernama Hennza adalah seseorang yang terobsesi penuh dengan lawan jenis yang di sukai nya.Hennza ini tanpa tau malu menjerat kehidupan seorang pria dan merasa memiliki nya seorang diri.sudah jelas hidup nya dalam bayang-bayang halusinasi semata.
salah seorang pelayan pria datang dengan sopan karena mendengar keributan di salah satu meja pengunjung Vip. ketentraman pengunjung adalah nomor satu,apalagi pria ini adalah pemilik saham terbesar di resto ini,putera bungsu keluarga Maliqwe yang tersohor.
"Tuan muda maaf sudah terganggu..." kata Pelayan itu bersungguh-sungguh
"ini bukan salah kalian" jawab Eric
Eric tentu tau kalau Hennza lah si tukang nyerobot dan nyolot.
"nona mari saya antar ke meja anda" sang pelayan mempersilahkan Hennza
"kau mengusir ku? Kau tidak kenal siapa aku? aku puteri tunggal Yudistira, aku bisa membuat mu tidak mempunyai pekerjaan lagi hari ini juga" bentak Hennza pada sang pelayan
"nona silahkan.." lanjut nya
"kau akan menyesal !!" marah Hennza dengan wajah memerah
Hennza langsung mengambil ponsel untuk menelepon mama nya..
📞
"mama aku di tindas.." Hennza mengadu saat ponsel nya tersambung
"siapa yang menindas mu?" tanya sang mama di balik telepon, terdengar tak senang ada yang mengganggu puteri kesayangan nya.
"aku sedang di salah satu resto dan mereka mengusir ku. Kau harus membuat pelayan ini kehilangan pekerjaan nya" kata Hennza dengan angkuh nya
"katakan pada mama di mana posisi mu, jangan matikan telepon nya mama akan mengurus nya, berani sekali mereka mengusik puteri ku, apa mereka tidak mengenal keluarga Yudistira.." Nyona Yudistira juga berceloteh dengan nada yang tak kalah angkuh dari puteri nya.
__ADS_1
namun baru saja Nyonya Yudistira di sana hendak siap-siap pergi..
"seberapa kaya keluarga Yudistira sampai mau memecat pelayan restoran yang tidak bersalah..." suara Eric terdengar santai dan berat namun bisa di dengar dari seberang telepon sana. nyonya Yudistira terhenyak, ia tak mungkin lupa gaya bicara yang datar dan dingin ini milik siapa.
"Hennza kau bersama siapa?" selidik Nyonya Yudistria
"aku sedang memergoki Eric dengan seorang wanita, mama tau aku sakit hati melihat nya" jawab Hennza dengan kesal
nyonya Yudistira langsung menciut takut, apalagi ia ingat pembicaraan nya di telepon dengan putera bungsu Maliqwe ini terakhir kali
"Hennza sayang, ayo pulang sekarang.." pinta nyonya Yudistira
"kenapa ma? apa mama tak jadi datang untuk membereskan pelayan bodoh ini" kata Hennza dengan masih tetap angkuh
"pulang lah ya, atau mama menjemput mu kita pergi berbelanja, kau boleh pilih apa yang kau suka..." nyonya Yudistira mencoba membujuk tapi Hennza sudah mematikan sambungan ponsel nya dengan kesal.
Hennza memegang kepala nya dan berteriak nyaring..
"semua ini gara-gara kau.." Hennza menuding Evelina.
tentu saja Evelina langsung bengong di buat nya.
"apa yang aku lakukan?" gumam Evelina pada Eric dan pria bernama Eric ini hanya balas mengangkat bahu.
Hennza mengeplak meja dengan kuat
"hei kau, apa kau ingin tau apa saja yang akan aku lakukan pada wanita yang berani dekat dengan Eric?" seringai Hennza dengan sorot yang menyeramkan.
"nona jangan memaksa kami" kata pelayan seraya hendak memanggil security
namun Evelina melarang nya
"sudah tidak apa-apa, aku juga penasaran apa yang akan di lakukan gadis ini pada ku" tahan Evelina, ia menatap Hennza dengan aneh..bagaimana bisa ada seorang gadis gila yang di biarkan keluarga nya berkeliaran seperti ini?
Hennza yang merasa marah dengan tantangan Evelina dengan sigap menyambar gelas yang berisi minuman dan menyiramkan nya ke wajah Evelina.tentu saja Evelina kaget begitu juga dengan Eric dan pelayan resto, saat Eric dan pelayan baru saja akan bertindak, Evelina sudah lebih dulu berdiri seraya menyambar mangkuk sup dan menyiram nya ke wajah Hennza..
"ahhh..." Hennza langsung teriak histries bagaimana pun kalau sup mengenai wajah tentu lebih parah dari pada minuman. apalagi kondisi kuah sup masih lumayan panas...
__ADS_1
"apa yang kau lakukan wanita gila.." teriak Hennza, sudah jelas ia sendiri yang gila tapi malah meneriakkan orang lain dengan kata gila.