Hard To Express

Hard To Express
Awal


__ADS_3

Di tengah malam, seorang anak laki-laki tulen asyik bermain ponsel dengan earphone di kamar gelapnya. Tiba-tiba dikejutkan dengan masuknya chat dari seseorang.


...


Besok tunggu aku di halte. Aku khawatir padamu akan ragu masuk ke sekolah baru.


...


"Khawatirkan dirimu sendiri."


Baru sadar, jika jendela kamarnya masih membuka. Dengan cepat dia menutup jendelanya.


Jdaakk..


"Hahh.." menghela nafas


Dukk.. dukk.. suara gedoran lantai kamarnya.


"Iyaa.. ini mau tidur."


Dengan segera dia menarik selimutnya.


Pagi tiba. Waktu menunjukkan jam 5 pagi. Dia terbangun dengan gedoran lantainya lagi.


"Gill!.. 1 menit lagi kamu tidak turun, kamu tidak mendapat sarapan!"


Segera melipat selinutnya, dan berlari ke kamar mandi. Tak lama, turun ke bawah untuk sarapan. Dengan sarapan yang tidak berat, diantaranya roti telur dan segelas susu. Melanjutkan dengan pemanasan.


"Aku keluar sebentar."


Dimulailah dengan lari kecilnya.


"Sungguh merepotkan." ujarnya


Beberapa putaran dari gang ke gang, kembali ke rumahnya. Melalui taman, menuju ke ruangan latihan yang luas. Sudah terdapat Ibunya dan beberapa muridnya.


"Agille.. lakukan senam lantai dilanjutkan 50 tendangan atas, 50 pukulan samping! Setelah itu duel."


Setelah latihan, dia berpamit dan mandi. Untuk pertama kalinya dia memakai seragam SMA yang sudah disiapkan oleh pembantunya.


"Permisi.. ini ukurannya XL."


"Ohh.. berarti salah kirim, tuan muda. Nanti bibi akan ke sekolah untuk menukarnya."


"Tolong.. berarti aku akan bolos hari ini."


"Tapi, kalau nanti nyonya tahu..-"

__ADS_1


"Tidak.. sekarang ibu sedang melatih sampai siang nan-


"Aku bisa dengar…" mendengarkan daritadi


"Seragamku kebesaran. Seharusnya L, kenapa harus XL?"


"Ibu sengaja memesan XL.. maunya kemarin lusa dikecilkan. Perasaan juga aku sudah menyuruh, kenapa Sie?"


"Mo-mohon maaf.. sebenarnya kemarin baru sampai," ujar Sie, pembantunya


"Ya sudah.. Agille.. pakai saja bajumu SMP. "


Dengan sikap biasanya, Agille berangkat sekolah. Bahkan di jalan, dia bermain ponsel.


Di halte, Agille mencari seseorang.


"Dimana dia?"


"Ohh ternyata benar kamu,"


"Ohh Alex."


"Ada apa dengan seragam barumu? "


"Kebesaran.. ibu memesan XL untukku. "


"Tenang saja. Untuk para wanita tetap melirikmu. "


"Sebenarnya aku sedikit risi. "


Di dalam bus..


"Ohh iya.. game baru? "


"Iya.. tadi malam ingin kuberi link download-nya. Malah.. "


"Kirim sekarang, "


Klingg..


"Bermain game secukupnya saja.. jangan berlebihan," tutur Alex


"Cuma sebagai pengganti suasana. "


"Dan juga, cobalah untuk mencari teman baru. Jangan anggap bahwa temanku itu teman-


mu. "

__ADS_1


"Akan aku pikirkan. Tapi menurutku berteman denganmu sudah cukup bagiku.. apalagi serbaguna. "


"Hufff. Mulai ragu.. kamu menganggapku


apa, " sambil menghel nafas.


"Kamu orang yang baik. "


"Mahh.. sudah 10 tahun lebih kita berteman. "


"Hentikan itu.. kau membuatku jijik. "


Sesampainya di pemberhentian bus.. dari halte perlu beberapa langkah untuk sampai ke sekolah. Saat menuju ke gerbang sekolah, banyak perempuan yang melirik Alex.


"Hei.. lihat! Dia keren sekali!"


"Murid pindahan? tinggi banget. "


"Mungkin dia mendaftarkan adiknya.. lihat dia bersama anak berseragam SMP. "


"Aku sudah bilang.. kamu lebih mencolok daripada aku. "


"Beli minuman sebentar. "


"Kamu mau roti?"


"Boleh..


Seharusnya kamu harus memperhatikan penampilanmu, Gill. "


"Biarkan saja.. melakukan itu akan membuatku repot. "


"Setidaknya berusahalah sedikit, untuk menarik perhatian gadis. "


Kleetekk.. suara mesin penjual minuman


"Kamu mau apa? " tanya Alex


"Matcha..


Aku tidak tertarik sama sekali. Dan juga hanya membuatku repot saja. "


"Hahaa.. memang. Tapi saat aku SMP, aku sudah berjanji akan suatu hal. "


"Sesuatu yang tidak kamu sukai, akan terasa membosankan. Tapi.. saat kamu menyukai sesuatu dan tidak dapat kamu lakukan lagi, itu terasa menyakitkan, " ujar Agille


"Dan karena itu.. aku sudah berhenti menyukai sesuatu. Ayo.. "

__ADS_1


Setelah minum, mereka kembali melangkah..


__ADS_2