Hard To Express

Hard To Express
Mengulang


__ADS_3

Setelah bercerita tentang masa lalunya, angin berhembus menerpa wajah Agille. Membuat matanya terlihat yang tertutupi poni. Dimata Fiza, sorotan mata Agille berbinar.


"Sepertinya kamu sangat senang, menceritakan tentang Alex, " ujar Fiza


"Apa maksudmu?"


"Sebaiknya kita harus kembali.. mungkin yang lain sedang menunggu. "


"Ohh.. "


"Dan.. lupakan saja tentang pertanyaanku tadi. Dan jangan beritahu dia tentang ini. "


"Tenang saja. Aku sudah menduga tentang itu. "


Fiza kembali masuk. Agille berpikir suatu hal, tapi hanya menduga.


Aku tidak mengerti jalan pikirnya. Batin Agille


"Baiklah, teman-teman. Untuk hari ini cukup sampai disini. Jika kalian ingin bepergian ke suatu tempat.. mohon jangan lama-lama. Saran dariku, sebaiknya kalian langsing pulang menuju rumah untuk menghindari pengurus OSIS. "


"Iya.. "


"Apakah kamu dapat teman baru, Gill?" tanya Alex


"Mustahil.. baru satu hari. "


"Bagaimana dengan gadis yang berbicara denganmu?"


"Dia cuma bertanya suatu hal. Dan juga.. aku tidak tau dia menganggapku apa. "


"Ayolah.. jangan murung. "


"Aku tidak akan murung akan hal itu. Santai saja. "


Agille mengeluarkan ponselnya, dan kembali memainkan game.


"Tunggu aku di pintu masuk. Aku mau ke toilet dulu. "


"Oii.. "


Di pintu masuk, Agille disapa oleh Rumi.


"Game apa itu?"


"Ini? keluaran terbaru seri MMORPG. "


"Aku tidak tau.. tapi nanti akan kucoba untuk memasangnya di ponselku. "

__ADS_1


"Kamu juga bermain game?"


"Iya. Tapi.. cuma sedikit. Bo-boleh tau nomor chatmu?"


"Tentu saja. "


Rumi tersenyum


"Nanti kalau sudah kupasang, boleh kita bermain bersama?"


"Ide bagus. Selama ini aku cuma membuat party dengan Alex. Jadi.. akan sangat membantu jika kamu ikut. "


"Sudah diputuskan, ya!"


"Kalian sedang berbicara tentang apa?" sela Alex


"Party kita bertambah satu orang. "


"Benarkah? itu akan sangat membantu. "


"Ta-tapi.. aku pasti akan menghambat kalian. "


"Tenang saja. Levelku masih dibawah rata-rata daripada Agille, kan? "


Agille dan Alex pamit untuk pulang.


"Anuu.. apakah kalian terganggu jika aku mengobrol dengan kalian di sekolah?" tanya Rumi


"Karena aku selalu ragu untuk berbicara dengan seseorang. Bagaimana, ya.. apakah dia terganggu dengan cara bicaraku? kalau kuajam berteman dia mau apa tidak. "


"Kamu terlau mengkhawatirkan tentang itu. Dipikiranmu.. mungkin aku tak berhak berbicara seperti ini. Tapi.. jika kamu sudah berusaha untuk hal itu, kenapa harus dipikirkan kembali untuk berhasil? Dan.. tenang saja. Kamu sudah kuanggap sebagai teman. Jadi berusahalah untuk besok, " ujar Agille


"Benarkah?"


"Tentu saja.. bagaimana denganmu, Alex?"


"Teman Agille juga temanku. "


"Syukurlah.. terima kasih. "


"Dan juga.. aku mengerti bagaimana rasanya sendiri itu. "


Di dalam bus..


"Ngomong-ngomong.. besok pelajarannya apa saja? " tanya Agille


"Jam pertama olahraga. Kalau nggak salah, yang mengajar Pak Azris. "

__ADS_1


"Semoga dia lupa akan hukumanku. "


"Semoga saja.. "


Di rumah Agille..


"Aku pulang.. "


"Tuan muda. Selamat datang, " sapa Sie


"Hari ini menunya apa, bibi? " tanya Agille


"Hari ini saya membuat berbagai macam sayuran dengan tambahan makanan berprotein. Untuk besok seragam sekolah sudah saya siapkan, jadi anda tidak perlu memakai seragam SMP lagi. "


"Benarkah? terima kasih. "


"Dan juga.. setelah makan, nyonya menyuruh tuan muda agar cepat menuju gedung


latihan. "


"Bukankah aku sudah absen hari ini?"


"Mohon maaf. Saya langsung menjawab iya kepada beliau. "


"Baiklah.. untuk sesaat bibi boleh istirahat. "


"Dimengerti. Permisi.. "


Setelah makan, Agille menuju ke gedung latihan. Di gedung latihan, dia terheran karena seharusnya sudah memasuki jam latihan, tapi gedung tersebut malah kosong selain ibunya.


"Ibu? ada apa?"


"Duduklah.. ibu ingin memberimu tugas penting. "


"Kamu tahu? sebentar lagi akan diadakan turnament antar dojo. Tapi yang lain secara mendadak bilang ingin berhenti dari latihan di sini. "


"Jadi.. tugas penting apa yang ibu maksud? "


"Ibu tahu.. tugas ini pasti akan berat untukmu. Aku menyuruhmu untuk mencari tau, hal yang membuat semua kandidat berhenti. "


"Kenapa ibu mengambil jalan yang sulit? Cukup ikut sertakan aku untuk mengikuti turnamennya. "


"Aku membaca aturan dalam turnamen tersebut. Yang boleh mengikuti hanya selain anak dibawah umur. Dan aku mendapat informasi dari kerabatku.. beberapa hari lalu, dia melihat keributan yang terjadi. Dimana seseorang seperti dikeroyok oleh beberapa mafia. "


"Ibu bercanda? mana mungkin aku menang dalam bertarung.. apalagi melawan para mafia. "


"Aku sudah menduga hal itu. Karena itu, dia akan pulang besok. "

__ADS_1


"Dia? apa yang ibu maksud adalah-.."


"Benar.. Hayasaka. "


__ADS_2