
Agille dan Alex berjalan memasuki gerbang sekolah..
"Semoga kita dikelas yang sama, " kata Alex
"Aku juga berharap seperti itu. "
"Aku tau.. kamu berharap seperti itu karena tidak mau repot berkenalan, kan? "
"Asal kamu tahu.. banyak hal yang merepotkan tapi kamu yang mengurus semuanya. "
"Mahh aku tau.. "
Pembicaraan mereka dikejutkan dengan banyak para gadis berlarian menuju Alex.
"Kamuu! siapa namamu?"
"Boleh kenalan?"
"Tinggi sekali!"
"Kamu keren, deh!"
"Maaf.. aku lagi mau melihat papan pengumuman sama temanku, " sela Alex di tengah-tengah teriakan gadis.
Tapi Agille tetap berjalan meninggalkan Alex.
"Gill.. tunggu!"
"Jawab dulu mereka. Aku mau lihat papan pengumuman.. nanti-"
Sepertinya dia nggak akan dengar, batin Agille
"Agille.. Agillee.. ahh. Kelas 1A, untung satu kelas. "
Setelah melihat pengumuman, Agille mendengar segerombolan kakak kelas membicarakan Alex.
"Heii.. lihat! Cuma sedikit tinggi saja, dia cari perhatian. "
"Tuh, Yama! bahkan Ui pacarmu ikut-ikutan. "
"Ayo kalian.. ikut aku. "
Mereka mendatangi Alex, dan membubarkan segerombolan gadis yang mengerumuni Alex.
Dan dengan cepat menarik Ui, salah satu gadis.
"Kau! cepat pergi! Nanti temui aku, kita perlu bicara. "
"Apa sih?!"
"Hoii.. anak baru. Bagaimana rasanya dikerumuni banyak wanita? senang? "
"Biasa saja.. tapi maaf saja, aku tidak tau ada wanitamu, " ujar Alex
__ADS_1
"Apa kaubilang?" sambil menggenggam kerah Alex
"Hajar dia, Yama!" sorakan temannya
"Tenang saja. Dia akan kuberi pelajaran! anak ini pasti hasil dari hubungan gelap keluarganya. Aku tau dari ketampanannya. Tapi.. lihat dia tidak bisa apa-apa!"
"Bocah.. kalau iri bilang saja, " sela Agille
"Apa kaubilang..?"
Dengan cepat, Agille berlari menuju Yama dan memukul keras pelipisnya. Sontak Yama tergeletak ke tanah. Dari kepalanya, keluar darah.
"Hoi.. bocahhh! berani sekali! " teriak teman Yama
"Sebenarnya kalianlah yang bocah disini. "
"Kenapa itu? kalian cepat panggil guru!"
"Lihat! Yama berdarah setelah dipukul anak itu. "
"Siapa?"
"Itu anak yang berseragam SMP!"
"Ui!.. Yama dihajar oleh seseorang!"
"Aku tau.. tanpa kamu beri tau aku melihat tadi. "
Agille dikeroyok, namun dengan santai dia membalas mereka.
Terlihat seseorang berseragam penjaga berlari. Mengunci Agille hingga bertekuk lutut dihadapannya.
"Tenang bocahh!" teriaknya
"Yang harus tenang itu anda, pak. "
"Yang lain bawa mereka yang terluka! Sebagian siram tempat ini untuk menghilangkan darah atau coba cara lain agar terlihat bersih! Kamu ikut saya ke ruang konseling!"
"Anu.. saya temannya. Boleh saya ikut juga?"
"Kalau kamu mau. "
Kejadian tersebut, dengan cepat gosip mulai bermunculan. Anak baru bertubuh rata-rata, berwajah santai tapi menyembunyikan sifatnya.
Di lorong..
"Azris Tama. Nama kalian?"
"Aku Alexsio Endraino. Dia temanku Agille Pendacsia. "
Azris melirik Agille mengambil lollipop.
"Mau?" tanya Agille
__ADS_1
"Boleh. "
"Pendacsia? kalau tidak salah keluarga yang mendirikan dojo, ya?"
"Bagaimana anda tau?" tanya Agille
"Aku pernah latih tanding dengan mereka. Tapi saat bersama tim dari eskul sekolah ini. "
"Anda lulusan dari sini?"
"Begitulah. Dan kalau selesai urusan kalian di konseling.. segeralah ikut upacara penyambutan siswa baru. Kalau tidak besok aku akan memberikan hukuman di pelajaran olahraga. Di sini.. masuklah. Baiklah aku tinggal dulu. "
"Bagaimana menurutmu, Gill?"
"Dia kuat. Aku tidak bisa merasakan hawanya. "
"Kamu terlalu berlebihan. "
Untuk seluruh siswa SMA Kei, diharapkan menuju gedung olahraga untuk mengikuti upacara penyambutan siswa baru.
Suara pengumuman.
"Hoo.. kebetulan sekali, " sapa seorang gadis. "Kamu Alex.. maaf ya, tadi-"
"Siapa, ya?"
"Ha? sudah lupa?"
"Maaf.. "
"Ya.. tidak salah si. Tadi juga perkenalan saat suasananya ramai. Aku Ui Uitou. Dan sekali lagi.. maaf untuk kelakuan Yama soal menghina keluargamu. "
"Aku tidak menganggap serius tent-"
"Seharusnya bukan kamu yang harus meminta maaf. Kalau kamu yang meminta maaf untuknya, itu membuktikan bahwa dia tidak bisa menyikapi dirinya sendiri. Bahkan jika kamu itu pacar sekalipun, " sela Agille
"Hoii.. sudah-"
"Tidak.. Baiklah. Aku akan berbicara padanya untuk meminta maaf. Yang kamu katakan ada benarnya. Dahh!"
"Hoii.. Kamu terlalu memaksanya. "
"Biarkan. Jika tidak, sampai kapanpun dia akan menganggap kesalahan orang terpercayanya sebagai kesalahanya juga. "
Setelah urusan di ruang konseling selesai, mereka menuju ke gedung olahraga. Namun sayang, upacara tersebut sudah selesai.
"1A, kelas kita. "
Saat menuju ke kelas 1A, lorong sekolah terpampang jendela kelas. Banyak siswa yang membicarakan Agille dan Alex saat melewati kelas-kelas.
"Bukankah kamu merasa terganggu dengan pembicaraan mereka?" tanya Alex
"Biasakan dirimu terhadap gosip yang biasa hingga menjadi terbiasa oleh hal itu. "
__ADS_1
"Apa-apaan, itu?"
"Hiraukan saja. "