Hari Jum'At

Hari Jum'At
5


__ADS_3

"Airin, kenapa hari ini kamu gak kerja?" tanya Ridwan kepada Airin yang duduk di sampingnya.


"Semalam aku demam, tapi sekarang sudah mendingan kok, tinggal pusing aja sedikit" jawab Airin sambil memegang dahinya, memastikan suhu tubuhnya sudah turun


"Gara - gara kamu kehujanan kemarin ya?" tanya Ridwan spontan


"Hah, kamu kok tahu aku kemarin kehujanan?" tanya Airin terkejut


"Ohh.. ee... anu, kemarin kan hujan lebat, aku pikir kamu pasti juga kehujanan. O iya brownies yang aku bawakan kemarin gimana? " jawab Ridwan sedikit gugup dan mengalihkan topik pembicaraan


"Oh brownies? enak banget, aku suka kok, tapi kemarin kamu belum balas pesanku, apa alasan kamu tiba - tiba bawakan aku brownies?"


"Gak ada apa - apa Ai, cuma kebetulan mamaku mau buka cabang toko kuenya di Surabaya, jadi aku bawakan brownies buat kamu dari mama"


Lalu tak lama kemudian, ibunya Airin keluar dari dapur dengan membawa baki berisi secangkir minuman dan mangkuk yang nampak mengeluarkan uap panas diatasnya.


"Ridwan, sarapan dulu ya di rumah ibu, kamu hari ini gak buru - buru kan? ini ada mie ayam dari teman Airin si nak Adam, tadi dia habis datang kesini jenguk Airin, sama ini juga ibu buatkan teh manis ya!" sambil meletakkan satu per satu mangkuk dan cangkir itu di meja depan Ridwan


"Rupanya laki - laki itu bawakan Airin makanan, sedangkan aku? aku datang kesini dengan tangan kosong, seharusnya aku bawakan sesuatu tadi untuk Airin" gumam Ridwan dengan perasaan sungkan kepada Airin


"Terima kasih ya bu" ucap Ridwan kepada ibu Airin


"Yasudah, kalian ngobrol aja dulu, ibu ke dalam dulu ya!" kemudian berjalan meninggalkan ruang tamu


Ridwan mulai menyuap mie itu ke mulutnya, rasanya mie ayam yang nampak lezat itu tak dapat masuk ke kerongkongannya mengingat betapa ia sangat cemburu dengan laki - laki itu. Demi menghargai ibu Airin akhirnya dia mencoba untuk memakannya perlahan. Namun dia tak bisa fokus merasakan rasa yang ada pada mie itu, pikiran dan hatinya sedang gelisah, banyak pertanyaan yang belum terjawab dibenaknya. Ia ingin sekali bertanya kepada Airin soal Mas Adam, namun ia belum berani menanyakan hal itu, apalagi ia masih sangat ragu dengan perasaannya saat ini.


"Hmm Ridwan, hari ini kamu gak kerja juga ?" tanya Airin kepada Ridwan


"Mulai hari ini aku sudah gak bekerja di kantor itu lagi, karena mulai minggu depan aku harus urus cabang toko kuenya mama" jawab Ridwan kemudian menyuap mie ke mulutnya.


"O ya Ai, nanti datang ya ke grand opening toko kue mamaku? ajak adik kamu juga" lanjut Ridwan


"Insya Allah ya Rid, kalau aku bisa, aku pasti datang, ngomong - ngomong adik aku si Ismail sekarang sedang nyantri di pesantren di daerah Semarang, pulangnya 1 tahun sekali, jadi belum bisa main kesana" jawab Airin


"Oh begitu ya! tak apa, jika kamu ada waktu aja datang kesana untuk ketemu mama dan makan kue bersamaku" ujar Ridwan kemudian tersenyum

__ADS_1


"hmmm Ai, aku ingin tanya sesuatu sama kamu" lanjut Ridwan dengan bibir yang sedikit bergetar.


Ridwan mulai menghela nafas dan memberanikan diri untuk menanyakan kedekatannya dengan Mas Adam. Hatinya pun semakin tak karuan, ia pun takut menerima jawaban bahwa Airin memang mempunyai kedekatan khusus dengan Mas Adam. Ia belum siap mendengar kata - kata itu keluar dari mulut Airin.


"tanya apa Rid?" sahut Airin


"hmm ka..kamu apakah memiliki hubungan dengan laki - laki yang bertamu kemari sebelumku tadi?" tanya Ridwan gugup


"Oh Mas Adam. Aku sama Mas Adam hanya saling kenal, dia kerja di kantin kantor tempat aku kerja, dia sangat baik, ramah, sopan dan sangat santun" jawab Airin kepada Mas Adam


"ahhhh syukurlah, mereka hanya saling kenal dan tak ada hubungan apa - apa dengan Airin" gumam Ridwan dan menghela nafas lega


***


Hari sudah mulai siang, 1 jam lagi waktu makan siangpun tiba, untung saja Mas Adam bergegas untuk sampai di kantin, jadi masih ada waktu untuk mempersiapkan makanan - makanan untuk para karyawan kantor yang ingin makan siang.


Terlihat ia nampak sibuk di dalam dapur dengan 2 kompor yang menyala bersamaan dan diatasnya terlihat 2 panci yang sedang memasak sesuatu di dalamnya.


Terdengar suara bel dari meja kasir berbunyi, tanda ada seseorang di depan yang mungkin akan memesan makan siang. Terlihat seorang wanita mengenakan hijab motif bunga berdiri disana, Mas Adam pun berjalan menuju ke depan meja kasir. Rupanya Zahra yang memencet bel itu.


"Siap Mbak" kemudian berjalan kembali masuk ke dalam dapur


"Mas Adam tunggu jangan masuk dulu, Mas Adam tadi habis dari rumah Airin ya?" tanya Zahra


"Loh Mbak Zahra tau darimana? iya mbak benar, saya memang habis dari sana, menjenguk Mbak Airin" jawab Mas Adam sedikit terkejut dengan pertanyaan Zahra


"Saya tadi sempat menelpon Airin, dan Airin cerita kalau Mas Adam sedang ada di rumahnya, hayoo Mas Adam mulai mendekati Airin ya hehe"


"Saya gak ada maksud apa - apa kok mbak, tadi setelah Mbak Zahra bilang Mbak Airin sedang sakit, saya langsung bawakan mie ayam sambil jenguk Mbak Airin di rumahnya, ya sudah saya permisi dulu ya siapin pesanan Mbak Zahra" sambil tersenyum kemudian pergi masuk ke dalam dapurnya


***


Setelah menerima makanannya, Zahra akan pergi ke rumah Airin, pekerjaannya sudah selesai siang itu, jadi ia bisa pulang lebih cepat. Zahra langsung pergi ke halte bus dan menunggu bus disana. Matahari terasa sangat terik, untungnya bus segera datang dan dia langsung naik ke bus itu. Setelah itu ia duduk di bangku penumpang dekat jendela dan mengeluarkan ponsel dari tasnya untuk menelpon Airin..


"Assalamualaikum Airin, aku ke rumah kamu ya! ini aku sudah di bus" ucap Zahra dengan ceria kepada Airin dalam telpon

__ADS_1


"Waalaikumsalam Za, boleh, aku seneng banget kalau kamu dateng, o iya disini juga sedang ada sahabatku Ridwan" jawab Airin


"tunggu ya Ai, sebentar lagi sampai, assalamualaikum"


"waalaikumsalam Za" kemudian menutup telponnya


Setelah beberapa menit melakukan perjalanan, akhirnya Zahra sampai di depan gang. Ia berjalan kaki sedikit hingga sampai tepat di rumah Airin. Nampak gang sangat sepi dan terik matahari yang semakin panas. Ia melangkahkan kakinya sedikit lebih cepat agar segera sampai. Kemudian Zahra membuka pagar rumah Airin dan langsung masuk ke dalam rumah, ia melihat Airin sedang duduk di samping laki - laki dengan jarak yang cukup jauh antara keduanya.


"Siapa dia? apakah dia teman Airin? " gumam Zahra sambil terus memandangi Ridwan yang sedang terlihat berbicara dengan ponselnya.


"Eh Zahra udah datang. Duduk Za" Airin mempersilahkan Zahra duduk bersama mereka.


"Makasih Ai, o iya ini ada rice bowl, kita makan bareng yuk!" sambil mengeluarkan rice bowl dari dalam kresek dan meletakkannya di meja.


"Wah makasih Zahra, kita makan di meja makan aja yuk!" ajak Airin kepada Zahra dan Ridwan


"O iya, kenalin Za, ini sahabat aku namanya Ridwan, Ridwan ini Zahra sahabat aku di kantor" Airin memperkenalkan Zahra kepada Ridwan, begitu juga sebaliknya.


Kemudian Zahra dan Ridwan saling melempar senyuman satu sama lain, Airin yang melihat itu pun ikut tersenyum, ia senang hari ini kedua sahabatnya berkumpul di rumahnya. Ini juga kali pertama mereka saling bertemu, mereka berdua pun merasa canggung, apalagi harus makan bersama. Mereka merasa bahwa mereka baru saling kenal, meski keduanya merupakan sahabat Airin. Ridwan juga sedang merasa tidak enak dengan ibu dan juga Airin, karena hari ini teman - teman Airin yang datang menjenguk membawakan makanan untuk Airin, sedangkan ia, karena terburu - buru jadi lupa untuk membelikan sesuatu. Ditambah ia ikut makan di rumah itu.


"Maaf Airin, Zahra, tapi sepertinya aku harus pulang dulu. Ini sudah siang, aku harus pergi ke toko kue sekarang" ucap Ridwan berpamitan


"Gak ikut makan dulu Ridwan?" tanya Zahra


"Oh gak usah Zahra, makasih ya! aku pamit dulu, sampaikan sama ibu kalau aku pulang ya Zahra, Airin. Assalamualaikum" kemudian berjalan keluar rumah


Zahra tak memalingkan pandangannya sedikitpun dari Ridwan. Ia menatap Ridwan, dari ia berjalan, hingga ia pergi menaiki motornya dan tak terlihat lagi.


"Zahra" panggil Airin pada Zahra


"Astaghfirullah Za, Zahra!!" panggil Airin sekali lagi.


"Eh iya Ai,kenapa?" jawab Zahra terkejut


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2