Hari Jum'At

Hari Jum'At
6


__ADS_3

"hehe Airin, aduh maaf ya! ya sudah yuk makan" sambil berjalan menuju meja makan.


"Lihat Ridwan sampe segitunya" goda Airin pada Zahra dan mengikuti langkah Zahra dibelakangnya.


"Apasih Ai, gak kok. Udah yuk makan nih nasinya" jawab Zahra yang tersipu malu


***


Semenjak hari itu, ia tak pernah bisa melupakan senyuman manis Ridwan kepadanya. Senyuman itu terus muncul dikepala Zahra seperti tanpa jeda. Kemudian muncul sebuah perasaan yang tak biasa di hatinya. Zahra merasa ia belum pernah merasakan perasaan itu sebelumnya, dan dia masih ragu dengan perasaannya sendiri saat ini. Bahkan ia pun sering tak bisa tidur saat malam hari.


Tak terkecuali malam ini, mata Zahra seolah tak mau tertutup. Ia sudah merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur sejak 1 jam yang lalu, mencoba menutup matanya, mematikan ponsel dan lampu kamarnya. Namun tetap saja matanya terasa sangat sulit untuk terpejam.


"Astaghfirullah, sudah jam segini aku belum bisa tidur juga" ucap Zahra kesal sambil menoleh kearah jam dinding yang menunjukkan pukul 23.00


Kemudian ia bangun dari tempat tidurnya dan berjalan menuju jendela kamar sambil menyalakan ponselnya. Tiba - tiba ia ingin mencoba mencari akun sosial media milik Ridwan, ia ingin mencari tahu bagaimana seorang Ridwan dari sosial medianya. Tak butuh waktu lama Zahra pun akhirnya menemukannya.


"Alhamdulillah ketemu" sambil tersenyum


Lalu ia kembali ke tempat tidurnya, tampak ia sedang duduk di atas kasur serius menatap layar ponselnya memandangi satu per satu foto Ridwan dalam sosial media.


"Ridwan terlihat tampan, saat pertama bertemu dia juga terlihat ramah, santun, dan baik" ucap Zahra sambil tersenyum dan merebahkan tubuhnya di atas kasur.


Ia terus membuka foto - foto itu, dan kemudian tersadar...


"Astaghfirullah, kenapa aku memikirkan Ridwan? bahkan aku saja baru sekali bertemu" sambil memukul lirih kepalanya sendiri.


"Astaghfirullah" sambil mematikan ponselnya dan kemudian melemparkannya ke kasur.


***


Keesokan harinya ia pergi bekerja seperti biasa. Berdandan dengan rapi menggunakan setelan celana palazzo bewarna hitam, dipadukan dengan blazer dengan warna yang senada dan kepala dibalut dengan hijab pashmina bewarna coklat. Ia berjalan menuju halaman rumah dan segera naik ke dalam mobil bewarna putih miliknya. Sampai ditengah perjalanan, ia melihat sebuah bangunan 2 lantai yang terlihat akan menjadi toko kue nantinya. Terlihat banyak orang disana yang sedang menata beberapa barang dan banyak orang yang sedang mengerjakan dekorasi. Terlihat pada toko kue itu akan segera melakukan grand opening.


Dari balik kaca mobilnya, Zahra melihat ada Ridwan di tengah beberapa orang yang nampak sedang sibuk disana.


"Bukankah itu Ridwan? " ucap Zahra sambil menghentikan mobilnya di depan toko kue itu.


Kemudian menurunkan kaca mobilnya dan melihatnya sekali lagi


"Gak salah lagi, itu memang benar Ridwan". ucap Zahra lagi.

__ADS_1


Tiba - tiba Ridwan menoleh ke arah mobil bewarna putih yang sedang parkir di depan tokonya, dan kemudian melihat ke arah Zahra yang sedang ada di dalam mobil itu.


"Zahra" panggil Ridwan sambil melambaikan tangan


Zahra yang tampak malu - malu langsung menutup kembali kaca mobilnya. Namun Ridwan tiba - tiba berjalan ke arah Zahra dan mengetuk kaca mobil Zahra.


tok tok "Zahra"


Zahra kemudian menurunkan kembali kaca mobilnya dan mengarahkan pandangannya kepada Ridwan.


"Assalamualaikum Zahra" sapa Ridwan ramah sambil tersenyum


"Duh! lagi - lagi dia tersenyum kepada ku" gumam Zahra kemudian menunduk.


"Zahra!" panggil Ridwan sekali lagi


"Ee iya, Ridwan Waalaikumsalam. hehe.


Hmm kenapa kamu disini? ini toko kue kamu Ridwan?" tanya Zahra sambil menunjuk ke arah toko.


"Oh!! iya Za, ini toko kue mama ku. Besok akan ada grand opening disini, kamu datang ya ajak Airin"


"Maaf Ridwan, tapi Zahra pamit dulu ya! mau ke kantor. Assalamualaikum" sambil buru-buru menutup kaca mobilnya dan segera pergi meninggalkan Ridwan.


"Waalaikumsalam" sahut Ridwan


Kemudian Ridwan kembali lagi kedalam toko dan meneruskan pekerjaannya. Ia berharap besok Airin hadir di acara grand opening toko kue nya. Karena Ibu Zaskia, yaitu mamanya Ridwan juga akan hadir pada acara tersebut. Ridwan ingin sekali memperkenalkan Airin kepada mamanya. Karena dari awal mereka berteman, Airin tak pernah satu kalipun bertemu dengan Bu Zaskia. Karena Bu Zaskia tinggal di Jakarta, sedangkan Ridwan sejak SMA sudah tinggal di Surabaya dengan neneknya. Namun neneknya sudah meninggal 3 tahun yang lalu dan semenjak itu Ridwan tinggal sendiri di Surabaya. Maka dari itu bapak dan ibu Airin sudah ia anggap sebagai orang tua nya sendiri, mereka sudah sangat akrab dan orang tua Airin juga sudah menganggap Ridwan seperti anaknya sendiri.


Ridwan mengambil ponselnya yang berada di atas meja, dan kemudian menelpon mamanya.


Setelah telepon itu diangkat, terdengar suara lembut di seberang sana "Assalamualaikum nak".


"Waalaikumsalam ma, mama sehat? sudah makan belum ma?"


"Alhamdulillah sehat sayang, mama sudah makan tadi. Ada apa nak telepon mama?"


"Besok kan grand opening Zaskia Cake ma, mama jadi datang ke Surabaya kan?"


"Insya Allah mama datang Ridwan, mama sudah pesan tiket pesawat untuk nanti siang"

__ADS_1


"Alhamdulillah, kalau sudah sampai Surabaya telpon Ridwan ya ma, nanti Ridwan jemput di bandara"


"iya sayang, ya sudah kamu lanjutkan saja pekerjaanmu ya! mama percaya kamu bisa urus cabang toko kue mama ini"


"Bismillah ya ma! ya sudah kalau begitu assalamualaikum ma"


"waalaikumsalam Ridwan"


***


Pagi ini Airin dan Zahra tiba di kantor bersamaan, Airin terlihat baru saja turun dari bus tepat di depan kantornya, dan terlihat Zahra juga baru sampai di kantor dengan mobilnya. Tiba - tiba Zahra membuka kaca mobilnya dan menyapa Airin yang sedang berjalan


"Ai, kita ketemu dikantin yuk sarapan" teriak Zahra dari dalam mobil sambil melambaikan tangan


Airin menanggapi Zahra dengan mengacungkan jempolnya dan sambil terus berjalan.


Setibanya di kantin Airin langsung duduk disalah satu bangku di kantin tersebut sambil menunggu Zahra. Terlihat Mas Adam dari balik meja kasir tampak sangat senang melihat ada Airin disana. Sesekali melihat ke arah Airin sambil tersenyum. Pagi ini Airin terlihat sangat anggun mengenakan gamis bewarna hitam dan hijab syar'i bewarna coklat. Rasa hati Mas Adam ingin menyapa Airin, namun ia malu, perasaan dihatinya kali ini semakin kuat. Dia sedang menyukai Airin.


Tak lama kemudian Zahra datang dan langsung duduk disamping Airin


"Ai, aku mau cerita" ucap Zahra tersenyum sambil menyenggol bahu Airin


"Cerita apa Za? kamu terlihat agak aneh kali ini" kata Airin sedikit bingung sambil menatap Zahra


"Hmm Ai, kamu kan sahabatnya Ridwan, kamu pasti tahu kan Ridwan seperti apa?"


Airin terkejut mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh sahabatnya itu.


"Kenapa tiba-tiba tanya Ridwan?"


"Aku suka Ai sama Ridwan, meskipun baru dua kali bertemu, tapi senyum dia selalu muncul di pikiranku" sambil menunduk dan malu-malu didepan Airin


"Astaghfirullah Za, kamu mikirin Ridwan terus? tunggu -tunggu, dua kali bertemu? setau aku di rumah ku adalah pertama kalinya kalian ketemu" Airin terlihat bingung


"Tadi pagi aku gak sengaja bertemu dia di toko kue barunya. Ternyata jaraknya gak terlau jauh dari kantor kita, dan dia undang kita besok kesana untuk acara grand opening toko kuenya"


"Iya insya Allah kita besok datang ya Za!"


"Oke! aku pesan nasi goreng dulu ya buat kita berdua"

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2