
"Selamat Pagi Mas Adam, nasi goreng 2 ya mas"
"Satu lagi buat Mbak Airin? Mbak Airin katanya kan lagi diet, gak makan nasi dulu mbak" jawab Mas Adam
"Oh iya ya! Mas Adam tahu banyak ya soal Airin"
"Aiiii.. kamu makan apa? nasi goreng mau gak? teriak Zahra kepada Airin dari depan kasir
"Terserah apa saja" jawab Airin dengan datar sambil menatap layar ponsel
Zahra dan Mas Adam merasa sedikit aneh dengan sikap Airin, seperti sedang ada masalah atau kesal dengan sesuatu. Airin tak mengalihkan pandangan dari ponselnya, menunduk menatap layar ponsel seperti ada yang sangat penting disana. Tiba - tiba dia berdiri dari tempat duduknya dan pergi.
"Loh Airin gimana sih!, ini lagi dipesan nasi gorengnya malah pergi" ucap Zahra kesal
"Ya sudah Mbak Zahra gak apa, mungkin Mbak Airin sedang sibuk atau buru-buru ada kerjaan" sahut Mas Adam berpikir positif
"Ya sudah aku makan sendiri aja Mas Adam"
"Siap Mbak Zahra"
***
Airin tampak sedang sibuk dengan berkas - berkas diatas meja kerjanya. Terlihat banyak sekali berkas dan laptop yang sedang menyala. Rupanya banyak kerjaan yang harus ia selesaikan hari ini. Tiba - tiba ia membuka ponselnya. Ia melihat notifikasi dari Ridwan sejak di kantin tadi namun ia belum membalasnya.
"Assalamualaikum Ai, nanti pulang kerja aku jemput ya!"
Ia merasa tidak ingin membalas pesan dari Ridwan. Ia mengabaikan pesan itu. Ia ingat bahwa sahabatnya Zahra sedang menyukai Ridwan dan ingin menjaga perasaan Zahra. Airin takut, jika terlalu dekat dengan Ridwan, Zahra akan merasa kecewa. Namun dibalik alasan itu semua, ada satu perasaan juga yang dia belum dapat jelaskan. Airin mengira perasaan itu hanyalah karena takut kehilangan sahabat baiknya itu.
Ditempat lain, Ridwan sedang menatap ponselnya menunggu dan berharap Airin membalas pesan darinya. Berulang kali ia mengecek notifikasi namun Airin tak juga membalas pesannya.
Kemudian ia tersadar, bahwa Airin memang tidak akan pernah mau jika Ridwan menjemputnya, berdua dalam mobil atau berboncengan diatas motor.
__ADS_1
"Apa nanti aku naik bus aja ya jemputnya? jadi bisa naik bus sama Airin juga sampai depan rumahnya. ya ya ya sepertinya ide yang bagus" kata Ridwan dengan perasaan tak sabar menunggu sore hari dan bertemu Airin.
***
Sore itu Ridwan mencoba mengirim pesan lagi kepada Airin
"Ai, kamu kenapa gak balas pesanku? kamu pasti lagi sibuk kerja ya? 30 menit lagi aku sampe, aku lagi naik bus buat jemput kamu, nanti kita pulang bareng naik bus ya!"
Lagi - lagi Airin tak membalas pesannya. Ridwan mulai merasa Airin menghindar darinya.
Sore itu Airin masih sibuk dengan pekerjaannya. Ia tak sempat membuka ponselnya apalagi untuk membalas pesan. Dia sangat fokus agar pekerjaannya cepat selesai. Setelah menyelesaikan semua pekerjaannya, kemudian Airin merapikan meja kerjanya dan bergegas untuk pulang.
Sesampainya di halte bus, terdengar suara Mas Adam dari seberang jalan memanggil Airin
"Mbak Airin" sambil berlari menyebrang menuju halte tempat Airin berdiri menunggu bus
"Mas Adam, ada apa ya?" tanya Airin kepada Mas Adam
"Ini buat Mbak Airin, tadi pagi saya lihat Mbak Airin gak jadi sarapan, siang harinya saya gak lihat Mbak Airin ke kantin, jadi berarti seharian belum makan kan?" lanjut Mas Adam sambil menyodorkan paper bag yang berisi makanan itu.
"Makasih ya mas! iya tadi saya sibuk sekali jadi gak sempat makan" jawab Airin dan menerima makanan itu.
Kemudian bus datang dari arah barat dan berhenti tepat di depan halte tempat Airin menunggu bus. Terlihat Ridwan turun dari bus itu dan menghampiri Airin.
"Assalamualikum Ai" ucap Ridwan
"Waalaikumsalam, kenapa Ridwan naik bus? kan kamu biasa naik mobil atau motor?" tanya Airin bingung
"Aku tadi sudah kirim pesan ke kamu, aku bilang mau jemput kamu naik bus. Karena kalau aku bawa mobil atau motor pasti kamu gak akan mau aku antar pulang. Sekarang pulang yuk!"
Kemudian menoleh kearah Mas Adam yang berdiri disamping Airin. Mereka saling melempar senyuman meskipun di hati mereka muncul banyak pertanyaan yang ingin disampaikan satu sama lain.
__ADS_1
"Kalau gitu saya pamit dulu ya mbak,mas" kemudian berlalu pergi meninggalkan Airin dan Ridwan.
"Busnya belum datang Ridwan, kita belum bisa pulang" sambil duduk dibangku halte
"Oke kita tunggu disini ya!" jawab Ridwan dengan wajah yang senang dan ceria, kemudian duduk disamping Airin
"Ai, malam ini mama aku sampe Surabaya, mama berangkat dari Jakarta tadi siang. Besok aku kenalin kamu ke mama ya!" kata Ridwan kepada Airin
Airin hanya membalas dengan sedikit senyuman kepada Ridwan. Disitu Ridwan mulai merasa ada yang aneh dengan sikap Airin kepada dirinya. Dari pesan yang tidak Airin balas dan sekarang Airin seperti sedang tak ingin bicara dengannya.
"Kamu ada masalah Ai? atau aku ada salah sama kamu? kamu dari tadi seakan gak mau ngomong sama aku" tanya Ridwan
"Apa kamu gak suka aku dateng ya Ai? akhir-akhir ini kita sibuk masing - masing Ai, jadi aku gak punya banyak waktu seperti dulu dan kamupun juga begitu. Apa karena itu kamu jadi jauh sama aku Ai, aku sahabat kamu, aku juga selalu hargai dan menjaga kamu layaknya kakak yang menjaga adiknya, jadi kalau kamu ada masalah kamu boleh cerita sama aku" imbuh Ridwan
Airin hanya diam, menunduk dan mendengarkan Ridwan berbicara
"Ai kamu kok diem aja?" tanya Ridwan lagi
"Aku gak tahu kenapa hatiku sakit mendengar Zahra menyukai Ridwan, mengapa aku sedih sekarang? Ridwan tetap seperti dia yang biasanya, hanya perasaanku saja yang mulai berubah" gumam Airin
"Gak kok Ridwan, kamu gak ada salah sama aku, aku cuma capek dan ingin segera pulang ke rumah" jawab Airin dengan raut wajah lelah.
Ridwan memahami situasi saat itu, Airin memang nampak lelah katena mungkin seharian banyak yang harus ia kerjakan, namun Ridwan juga sangat mengenali sahabatnya itu, tak mungkin hanya karena capek bekerja dia jadi bersikap seperti itu, pasti ada sesuatu yang disembunyikan Airin darinya.
Setelah mendapatkan bus untuk pulang, mereka langsung naik kedalam bus, di dalam perjalanan menuju ke rumah, mereka sama sekali tidak mengobrol, Airin hanya diam sambil mengarahkan pandangannya keluar jendela. Ridwan pun tak ingin membuat suasana hati Airin menjadi lebih buruk dengan dia banyak bertanya. Jadi dia lebih memilih untuk diam dan menanyakan kepada Airin dilain kesempatan.
"Ai, nanti aku gak ikut turun dan antar kamu sampe depan rumah ya! aku mau langsung pulang aja kemudian sholat maghrib dulu dan langsung jemput mama di bandara. Gak apa apa kan Ai? Dan aku harap kamu besok datang ke Zaskia Cake"
"Iya Ridwan, Insya Allah aku besok kesana"
Setelah sampai di depan gang rumah Airin, Airin meminta untuk menghentikan busnya disana dan kemudian berjalan turun dari bus. Lalu Airin meneruskan dengan berjalan kaki memasuki gang untuk sampai di rumahnya yang berjarak sekitar 50 meter dari depang gang.
__ADS_1
bersambung...