Hatiku Hanya Milikmu

Hatiku Hanya Milikmu
Matahari Terbenam


__ADS_3

Mobil yang Aria naiki telah sampai di taman hiburan, hati Aria menjadi sedikit lebih tenang setelah melihat-lihat taman hiburan yang terlihat sangat berbeda saat terakhir kali dirinya ke sini. Aria bingung ingin membeli tiket apa, sekilas Aria melihat ke atas terlihat hari semakin sore. Membuat Aria tau apa yang harus ia naiki pertama


"Pemandangan matahari terbenam terlihat indah, aku akan membeli tiket bianglala" gumam Aria berjalan membeli tiket bianglala


"Nona pergilah bermain, saya akan menunggu nona di sana" Aria melihat penjualan gorengan yang supirnya tunjuk lalu mengangukan kepalanya


"Iya, kalau begitu saya pergi dulu" pamit Aria


Aria melihat-lihat sekitar taman bermain yang penuh dengan permainan dan pengunjung yang terbilang cukup banyak. Betapa terkejutnya Aria melihat orang yang berantri ingin menaiki bianglala walaupun begitu Aria tetapĀ  membeli tiket bianglala


"pak saya ingin membeli tiket bianglala, berapa harganya?" Tanya Aria setelah sampai di penjual tiket bianglala


"20 ribu neng" jawab singkat penjual tiket, Aria menyerahkan uang 20 dan berlalu pergi ke bianglala


"jika seperti ini apa masih ada waktu untuk melihat matahari terbenam?" Ujar Aria berada di barisan paling belakang yang terdengar oleh seorang


"kakak cantik juga mau melihat matahari terbenamkan? kalau begitu kakak cantik bareng Ray dan kak Brian" Aria sedikit terkejut, tiba-tiba ada seorang anak di belakangnya mengajaknya berbicara


"E-eh Terima kasih, tapi kakak sendiri saja. Lagi pula kamu jugakan di belakang jadi tidak ada bedanya" Ucap Aria menghadap ke belakang lalu mensejajarkan tingginya dengan anak itu sembari mengelus rambutnya dan tidak lupa juga senyum manisnya


"Tidak, tempat Ray ada di sana yang paling depan" Tunjuk Ray pada seorang pria


"Oh begitu" Balas Aria


"Jadi ayo kita ke kak Brian" Ucap Ray menarik Aria ke depan

__ADS_1


"Kak Brian!" Teriak Ray menghampiri Brian


Mendengar teriak Ray lantas Brian pun menoleh ke belakang dia senang melihat Ray yang sudah kembali setelah membeli ice cream namun di sisi lain Brian bingung dengan sosok gadis yang berada di sebelah Ray. Aria yang tidak sengaja bertatapan dengan Brian menjadi gugup dia tidak tahu harus berbuat apa


"Maaf, anda siapa ya? Kenapa bisa bersama Ray?" Tanya Brian serius


"Kak apa boleh kalau kakak cantik ini naik bersama kita? Dia juga mau melihat matahari terbenam" Ucap Ray cepat sebelum Aria dapat berbicara


"Namamu Ray kan? Kamu naiklah bersama kakakmu aku akan kembali kebarisanku" Ucap Aria melepaskan tangan Ray yang masih mengandengnya


"Tapi nanti kakak tidak bisa melihat matahari terbenam" Aria tersenyum melihat wajah Ray yang cemberut, itu terlihat sangat imut


"Nona tapi lebih baik anda ikut dengan kami berdua jika ingin melihat matahari terbenam. Mari kita naik" Ucap Brian melihat salah satu penumpang turun dari sangkar


"Kak" Panggil Ray


"baiklah saya akan ikut dengan kalian berdua" terima Aria yang di balas senyuman oleh Allen dan Ray


Pemandangan matahari terbenam dan lagit orange memang sangat indah. pikiran dan perasaan hati Aria menjadi sangat tenang, namun tiba-tiba saja kenangannya dengan Azra terlintas di otaknya. Wajahnya yang tampan, senyumnya yang manis dan tatapan hangatnya teringat jelas di kepala Aria, kenangan saat bersama Azra dan ibunya Aria tidak dapat melupakannya


Allen yang duduk di depan Aria, merasa khawatir melihat wajah Aria yang sedih dan pucat. Allen berpikir bahwa tadi ia terlalu memaksa Aria untuk sesangkar dengannya, karena itu Aria sedih. Tapi nyatanya bukan karena itu


"maaf, sepertinya tadi saya terlalu memaksa anda untuk naik bersama saya" Aria tersenyum kecut, seharusnya ia tidak memikirkan Azra di saat begini


"tidak, seharusnya saya yang minta maaf, karena memikirkan sesuatu yang membuat anda jadi khawatir" ucap Aria bersalah

__ADS_1


"Apa bianglala selalu ramai begini ya?" Tanya Aria mengingat dulunya tidak terlalu banyak orang yang suka menaiki bianglala


"Sebenarnya saya membawa anak-anak panti asuhan ke sini, dan sebagian dari mereka naik bianglala" jawab Allen, Aria menggangukkan kepalanya paham


"lalu anak yang ada bersamamu kenapa tidak bergabung dengan anak lainnya?"tanya Aria lagi melihat Ray yang asik melihat pemandangan


"fisiknya sangat lemah sejak lahir, jadi aku menjaganya" jawab Allen tersenyum


"anda sangat baik sekali ya, jarang-jarang ada orang yang seperti anda. Bahkan hampir punah" ucap Aria tersenyum lebar menampakkan giginya yang putih


Melihat senyum Aria, Allen hanya terdiam. Senyumnya sangat mirip persis seperti orang yang selama ini


"siapa nama anda?"tanya Allen tiba-tiba


"Ya? Nama saya Aria" Jawab Aria, Allen sedikit terkejut


"Arianna Fredella" ucap Allen menatap Aria


"Eh Anda tau nama saya? apa kita pernah bertemu?" Tanya Aria bingung bagaimana Brian bisa tau namanya


"tidak, ayo turun bianglalanya sudah berhenti" jawab Allen cepat, mengendong Ray kemudian meninggalkan Aria dalam kebingungan


'Jika kita memang tidak pernah bertemu kenapa dia tau nama lengkapku?' batin Aria mengerutkan dahinya


'Arianna Fredella, tidakku sangka akan bertemu denganmu secepat ini. Kali ini aku tidak akan melepaskanmu" batin Allen

__ADS_1


__ADS_2