
Pagi hari yang cerah, sinar matahari memasuki kamar Aria melalui jendela. Perlahan Aria membuka matanya karena silau sinar matahari pagi, seperti biasa yang Aria lihat saat bangun tidur adalah langit-langit atap. pikirannya kosong, tidak dapat mengingat mengingat wajah siapa pun yang kemarin Aria lihat. Kecuali, wajah Azra yang bersama wanita lain. Tapi Aria tau dia tidak boleh begini terus
Kritt
Suara pintu terbuka yang menampakkan seorang wanita paruh baya sembari membawa nampan berisi sepiring dan air putih
"Mama, Aria kan sudah bilang mama tidak perlu antar sarapan Aria tiap pagi. Aria bisa ke meja makan lalu sarapan bersama mama" ujar Aria mendudukkan dirinya ke pinggir kasur
"Sayang, mama senang mengatar sarapan Aria dan melihat wajah anak kesayangan mama yang belum mandi ini" ucap Lina memegang pipi Aria
"Mama takut jika Aria pergi dari dunia ini tiba-tiba kan? Ma Aria baik-baik aja, mama tidak perlu khwatir" ucap Aria mengambil tangan mamanya lalu mengengamnya
"Aria,,, kamu tidak mengerti perasaan mama. Makanlah ini lalu segera mandi" ujar mama Aria menyerahkan nampannya kepada Aria dan pergi dari kamar
"Aria tau perasaan mama, tapi Aria tidak ingin merasakannya karena itu membuat Aria tidak rela untuk pergi dari dunia ini" Ucap Aria melihat ibunya sudah pergi
Seperti yang di katakan mamanya Aria memakan sarapannya dan bergegas mandi
Di lain tempat...
"Azra, setelah selesai sarapan kamu pergi ke rumah Aria. Ajak dia jalan-jalan, saat makan siang tiba bawa Aria ke rumah dan ajak juga mamanya" Azra yang mendengar ucap mamanya hampir tersedak
"Gak, Azra gak mau!" tolak Azra tegas
__ADS_1
"Kamu jangan menolak, apa salahnya kamu mengajak Aria jalan-jalan. Dia kan tunanganmu" ucap papa Azra
"Baik, Azra pergi sekarang" ucap Azra meninggalkan meja makan dan bergegas keluar
'Merepotkan saja' Batin Azra sebelum menjalankan mobil
Sesampainya di rumah Aria, Azra tidak langsung masuk ke rumah Aria. Lataran Azra tidak ingin bertemu Aria dan membuat senyum palsu saat bertemu mama Aria, tapi mau tak mau Azra terpaksa keluar mobil
Tok tok tok
Suara ketukan pintu, tidak butuh waktu lama pintu pun terbuka menampakkan sosok wanita paruh baya alias mamanya Aria
"Selamat pagi tante" sapa Azra tersenyum palsu
"Azra, pagi juga. Ayo masuk" ucap mama Aria mempersilahkan Azra masuk
"Aria di ruang tamu ada Azra, cepatlah keluar kamar kemudian temui Azra" ujarnya dari balik pintu kamar Aria
"Azra? Mau apa dia ke sini?" Gumam Aria
"Iya ma" ucap Aria membuka pintu
"Kamu cepatlah ke sana, mama mau buatkan minuman" Aria hanya mengangukkan kepala lalu pergi menuju ruang tamu
__ADS_1
"Ada apa kamu ke sini?" Tanya Aria baru tiba
"Ayo kita pergi jalan-jalan" Aria mengerutkan dahinya mendengar ucap Azra
"Kalau itu perintah paman dan tante lebih baik tidak usah. Kamu pergi jalan-jalan sendirian saja, saat pulang kamu beritahu orang tuamu bahwa kamu sudah mengajakku jalan-jalan" ucap Aria santai
"Gak bisa, karena setelah jalan-jalan mama minta kamu untuk datang ke rumahku saat makan siang" ujar Azra
"Oh Azra mau ajak Aria jalan-jalan dan makan siang di rumah" Aria sedikit kaget saat mendengar ucapan mamanya yang baru tiba
"Mama, baru datang" ucap Aria karena takut mamanya mendergarkan ucapan Aria yang sebelumnya
"Iya, kenapa mukamu terlihat kaget?" Tanya mama Aria
"Tidak" jawab Aria
"Oh iya, tante juga di ajak sama mama buat makan siang di rumah nanti" ujar Azra
"Beneran? Yaudah nanti tante ke sana naik taxi, kalian pergi jalan-jalan dulu sana. Tapi teh nya di minum dulu" ucap mama Aria
"Kami pergi dulu tante" ujar Azra setelah meminum teh
"Ma aku pergi dulu" ucap Aria
__ADS_1
'Aku? Jelas-jelas dia akan pergi bersamaku' batin Azra tak suka
"Kalian berdua hati-hati di jalan ya" Aria hanya membalasnya dengan deheman kecil sembari tersenyum