Hayati

Hayati
Bab 25 Cemburu


__ADS_3

Aya kini berada di perguruan silat milik Kong Ali. Karena kesibukannya beberapa waktu lalu Aya memang tidak sempat untuk melemaskan otot-ototnya yang terasa kaku.


Hari ini Kong Ali seperti biasa menhawasi murid-muridnya yanh sedang berlatih.


Sudah lama Aya tidak menggunakan jurus-jurus silatnya. Hari ini ia melakukan tanding ganda dengan salah 1 murid Kong Ali.


Murid silat Kong Ali tersebar dimana-mana. Salah satunya adalah Idris yang merupakan murid silat Kong Ali yang aktif membantu Kong Ali di Perguruan Silat tersebut.


Entah mengapa sejak beberapa hari ini suasana hati Aya kesal dan tidak karuan.


Aya mengingat beberapa waktu lalu kedatangan Cecilia ke gedung Rektorat bertemu dengan Haikal membuat Aya terbakar cemburu.


Cecilia dan Micheal baru saja kembali dari Amerika karena mengurus bisnis mereka disana.


Setiap mengingat rangkulan Cecilia pada Haikal kala itu, Hatinya terbakar cemburu membuat Aya beberapa waktu belakang mood swing, kesal dan campur aduk.


Telpon dan Chat Haikal juga enggan Aya balas. Aya menghindari Haikal dikampus. Rasanya enggan bertemu Haikal.


"Yang satu Ulet Bulu dan Satunya Ganjen!"gumam Aya menggerutu.


Aya ingin melepaskan kekesalannya dengan melemaskan otot-ototnya yang kaku. Entah karena lelah bekerja atau lelah terbakar api cemburu.


Aya bukanlah tipe pencemburu yang berlebihan. Namun sikap Cecilia yang terus saja menempel Haikal meski tahu Haikal berpacaran dengan Aya. Seperti saat ini di gedung Rektorat saat Aya datang ke ruang Haikal ingin mengajak kekasihnya makan siang.


Aya membuka pintu ruangan Haikal dan melihat Cecilia sedang menggandeng Haikal dan merangkulnya.


Tentu saja membuat darah Aya mendidih dan pergi meninggalkan keduanya.


Aya kesal dengan Haikal yang tidak bisa tegas dalam menghadapi Ulet Bulu itu. Julukan yang Aya berikan pada Cecilia.


Kini Aya dan Idris saling berhadapan untuk tarung ganda.


Tarung Ganda disini berarti menampilkan dua orang pesilat dari tim yang sama memperagakan keahlian serta kemahiran dan kekayaan teknik jurus serang bela yang ada dan dimiliki.


Gerakan tersebut ditampilkan secara terencana, efektif, estestis dan mantap serta logis dalam sejumlah rangkaian seri yang teratur,baik, bertenaga dan cepat maupun gerakan lambat penuh penjiwaan yang menggunakan tangan kosong dan dilanjutkan dengan bersenjata.

__ADS_1


Ketentuan dan Peraturan yang berlaku juga turut diperhatikan.


Kong Ali sebagai guru tentu berada disana menyaksikan keduanya dan ditonton oleh murid-murid Kong Ali lainnya.


Kong Ali mengamati bahwa setiap gerakan Aya penuh dengan emosi dan kemarahan.


Begitu pun Idris yang memang mengenal Aya dari dulu, tahu kalau Aya saat ini sedang emosi.


Idris mengimbangi setiap gerakan Aya. Idris mengakui meski perempuan Aya memang sangat tangkas dan lihai.


Aya memang sudah dalam level mahir bahkan bisa menjadi pelatih, namun kesibukan dan aktivitas lainnya banyak menyita waktunya hingga terkadang Aya jarang ke perguruan silat Kong Alimaupun sanggar tari Nyak Nur.


Kong Ali yang paham betul cucunya seperti apa, hanya melihatnya dengan geleng-geleng kepala.


"Aya, Aya, dari kecil sampe udah perawan tetep aje keras wataknye!" Kong Ali geleng-geleng kepala sambil tersenyum melihat cucu kesayangannya.


Setiap gerakan Aya begitu sangar hingga beberapa kali Aya lepas kontrol. Untung saja Idris adalah satu murid terbaik Kong Ali yang mengenal Aya. Bahkan Idris menganggap Aya adalah Kakaknya.


...Teh Aya kayak lagi kesel dan marah? Kenape ye?batin Idris....


Saat Aya dan Idris sedang tarung, Haikal datang ingin langsung menghampiri namun Kong Ali menahannya dan meminta Haikal mengamati dulu dan duduk bersama Kong Ali.


Tatapan Haikal terpaku melihat setiap gerakan Aya melawan Idris.


"Perempuan satu ini memang begitu istimewa, semakin aku mengenalnya banyak hal-hal baru yang kutemui membuatku terkejut dan kagum."Tatapan Haikal tepukau melihat Aya.


Idris kehilangan fokus dan Aya yang memang tangkas pukulannya meleset dan mengenai Idris. Idris yang memang tanpa sadar melamun jatuh tersungkur.


Aya begitu kaget dan segera membantu Idris bangun.


"Idris! Maafin ya, Teteh ga kontrol."Aya menyesal karena harusnya ia memperhatikan lawan silatnya.


"Gapapa Teh. Lagian Idris juga ngelamun tadi."Idris sambil memegang perutnya.


"Ya Allah Dris, maafin Teteh ya, Perut kamu gapapa?."Aya begitu menyesali perbuatannya.

__ADS_1


"Gapapa Teh Aya, Teteh ga perlu khawatir, Lagian wajar Teh kalo silat kena pukul. Teteh masih jago aje nih, padahal jarang dipake silatnye!"Idris terkekeh meledek Aya.


"Pengen sekali-kali Teteh pake Dris, Buat basmi Ulet Bulu biar Ga Gatel!"Aya memasang wajah kesal teringat Cecilia dan Haikal.


Kong Ali dan Haikal menghampiri Aya dan Idris.


"Ay, Minum dulu."Haikal menghampiri Aya sambil menyodorkan Air mineral pada Aya.


Aya tampak tidak meresponnya dan berjalan ke arah teras untuk mengistirahatkan badannya.


Kong Ali dan Idris memilih untuk meninggalkan keduanya.


Kong Ali memberikan kode pada Idris agar meninggalkan keduanya.


Aya dan Haikal kini duduk di Pendopo. Aya masih dengan mode aksi diamnya.


Haikal tahu Aya sedang marah padanya.


Melihat Haikal tidak berkata apa-apa. Aya bangkit namun suara Haikal menghentikan langkahnya.


"Sayang, Maafin Abang." suara Haikal lirih.


Aya tidak menggubrisnya dan berlalu melewati Haikal. Namun Haikal tak gentar segera mengusul Aya kini berada dihadapan Aya.


"Sayang,ikut Abang yuk. Abang mau ngobrol ngejelasin semuanya."Haikal dengan tatapan mata tertuju pada Aya dan raut wajah sedih.


Sekilas Aya melihat wajah Haikal. Bohong Aya tidak merindukan kekasih hatinya yang sengaja ia hindari belakangan.


Tapi hati Aya masih kesal teringat kejadian saat itu.


"Please Honey."Haikal dengan tampang sedih.


"Aya mau mandi dan bersih-bersih dulu."Aya meninggalkan Haikal.


Haikal tersenyum melihat kesempatan yang Aya berikan.

__ADS_1


...Ay, semakin cemberut, wajah kamu bikin Abang gemes. Kalo ga tahan-tahan pingin rasanya Abang cium kamu Sayang!batin Haikal sambil tersenyum....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2