Hayati

Hayati
Bab 30 Perboden


__ADS_3

Semuanya pasti menunggu kira-kira Aya dan Haikal apakah sudah Malam Pertama?


Hal itu berada dipikiran Haikal saat ini.


Sudah 3 hari Aya dan Haikal memang menjadi suami istri.


Namun sudahkah mereka melaksanakan malam pertama? Jawabannya tentu belum.


Selesai resepsi pernikahan mereka 3 hari lalu, Haikal dan Aya pulang kerumah Babeh dan Nyak.


Aya merasakan perutnya begitu sakit dan membuat Haikal panik takut terjadi sesuatu pada istrinya efek kelelahan karena pesta pernikahan mereka.


Ternyata Aya hanya kedatangan tamu bulanan.


Saat itu Aya merasakan sesuatu yang baru saja hadir dibawah sana. Aya memastikan dan ternyata ia mendapat menstruasi saat malam pertama mereka.


Hal hasil gagal total ritual unboxing pada malam itu.


"Abang, Aya datang tamu."Jawab Aya pada Haikal sambil nyengir kuda.


Haikal bagai tentara siap tempur namun perangnya diundur, tahu dong bagaimana rasanya.


"Berapa hari Sayang biasanya?"Haikal lemas dan bertanya.


"Biasanya 7 hari Bang."Aya menjawab dengan senyuman.


"7 hari yang panjang buat Abang Sayang."Haikal senyum getir Haikal.


Aya tersenyum melihat ekspresi lesu suaminya.


Haikal mencoba mendekat pada Aya dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Bang, jangan bilang Abang tetap akan..."Aya mundur melihat Haikal yang terus mendekatinya.


"Tapi kalau begini boleh kan Sayang..."Haikal kini berhasil membuat Aya tidak bisa bergerak karena tubuhnya terkunci Haikal yang membelai wajahnya sambil terus mengikis jarak wajah keduanya.

__ADS_1


Aya yang kikuk seketika ingat apa yang harus dia lakukan.


"Bang, Aya mau keluar dulu, Mau ambil pembalut!"Aya menjauhkan tubuh Haikal dan bergegas keluar dari kamarnya.


Haikal hanya duduk lemas sepeninggal Aya. Kini Haikal telah membaringkan tubuhnya yang lelah entah efek pesta atau karena mendapati Aya yang palang merah.


Haikal menunggu Aya yang tak kunjung datang. Sambil membuka HP melihat nya karena seharian ia tidak membuka ponselnya.


Banyak ucapan selamat yang masuk di group chat. Terdapat notifikasi dari sosial medianya beberapa postingan foto dan video saat resepsi pernikahannya.


Video saat mereka dansa dan duet bersama sang istri banyak dikirimkan padanya.


Haikal tersenyum melihat video dan postingan tersebut.


Haikal menatap wajah istrinya pada postingan tersebut.


Haikal mengagumi kecantikan istrinya yang begitu mempesona.


"Kamu cantik Sayang!"Haikal bergumam.


Kenapa Aya lama? Menghindari Haikal kah?


Tidak begitu Furgoso.


Aya keluar kamar hendak mengambil stok pembalutnya di logistik bulanan yang biasa Nyak Nur simpan.


Suasana rumah Aya yang masih dipenuhi sanak family yang menginap tentu melihat aneh kearah Aya yang saat ini kenapa berada diluar.


Nyak Nur yang sedang menemani famili ngobrol melihat putrinya di luar segera menghampiri Aya.


"Ay, ngapain disini?"tanya Nyak Nur tersenyum melihat Aya.


"Euh, itu Nyak nyari pembalut. Dikamar habis."Aya menjawab santai.


"Dari kapan Ay?"Nyak Nur kaget karena malam pertama putrinya otomatis gagal total.

__ADS_1


"Baru tadi Nyak,"Aya menjawab.


Nyak Nur memberikan benda yang diperlukan Aya saat ini dan menyerahkannya.


Sambil tersenyum Nyak Nur berkata "Mantu Nyak alamat puasa nih!"


Aya mendengar ucapan Nyak Nur hanya nyengir kuda bingung harus menjawab apa.


Nek Haji menghampiri Besan dan Cucu Mantunya heran dengan keduanya yang sedang tertawa.


"Ay, kok dimari? Haikalnya dimana?"Nek Haji bertanya dengan melirik benda yang ada ditangan Aya seolah mengerti.


"Euh, di dalem Nek, maksudnya dikamar."Aya kikuk menjawab pertanyaan Nek Haji.


"Nah itu apa Ay?"Nek Aji tampak senang menggoda cucu mantunya mengenai benda yang berada ditangannya.


"Euh ini Nek Aji, Pembalut. Aya datang bulan."Aya malu-malu menjawab.


Nyak Nur dan Nek Haji tertawa melihat Aya dan tersenyum.


"Abang Ical belum bisa buka segel nih, masih perboden!"Nek Haji menggoda Aya.


Tentu mendengar ucapan Nek Haji Aya merah merona.


"Jadi inget dulu waktu Nek Aji sama Kong Aji malem pertamanya gatot gegara Nek Haji perboden. Puasa dah Kong Aji seminggu."Nek Haji mengenang pengalamannya dulu dan tertawa karena kini persis dialami cucu dan cucu mantunya saat ini.


Nyak Nur tertawa mendengar cerita Nek Haji sambil melihat wajah Aya yang nyengir-nyengir kuda.


"Biar Nyak Aji, puasa dulu 7 hari, nanti kan Buka Puasanya pasti lebih semangat."Nyak Nur menimpali membuat Nek Haji tertawa.


Aya bingung entah harus merespon apa terhadap kemesuman dua wanita lintas usia dihadapannya.


Aya pamit kembali kekamar daripada menjadi bahan candaan ibu dan Nenek suaminya yang kini menjadi neneknya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2