Hayati

Hayati
Bab 31 Rumah Baru


__ADS_3

Haikal dan Aya kini berada di rumah Kong Haji dan Nek Haji sedang menikmati sarapan Ketupat Sayur.


Aya membantu Nek Haji membuat sarapan dan kopi untuk Kong Haji dan Haikal.


Memang sejak kemarin Aya menginap dirumah Kong Haji.


"Kong ini kopinya."Aya meletakan kopi untuk Kong Haji.


"Asik sekarang punya cucu mantu bisa bikinin kopi."Kong Haji begitu senang ceria.


"Iye Bang, Aye juga seneng banget ada yang bantuin masak, udah lama sejak nyaknye ical ga ada."Nek Haji teringat almarhumah anak perempuan yang merupakan ibu dari Haikal.


Aya melihat Nek Haji sedikit murung segera Aya merangkul neneknya itu "Nek nanti ajarin bikin masakan betawi yang lain ya."kata Aya agar Nek Haji kembali ceria.


"Aya udah pinter masak, si Nur emang pinter didik anak. Nanti pas lebaran Nek Aji ajarin bikin Geplak dah. Ical kan demen sama Geplak."Nek Haji merangkul dan memegang tangan Aya yang kini menjadi cucu mantunya.


"Oh, Abang seneng geplak?sama kayak Babeh."Aya baru mengetahui suaminya menyukai kue khas betawi itu.


"Seneng banget, apalagi buatan nenek Haji, beuh enak deh. top!"Haikal ikut merangkul Nek Haji.


Kong Haji melihat pemandangan itu dengan hati penuh kegembiraan.


Haikal dan Aya kini sedang dalam perjalanan menuju ke suatu tempat.


Tidak butuh waktu lama Haikal dan Aya sampai di depan sebuah rumah yang akan mulai mereka tempati setelah menikah.


Meski keduanya anak tunggal, namun Aya dan Haikal ingin sekali belajar hidup mandiri agar bisa merasakan seutuhnya bagaimana kehidupan berumah tangga yang sesungguhnya.


Awalnya Nyak Nur ingin Aya dan Haikal tinggal bersamanya, namun Babeh Fauzi justru setuju dengan rencana Haikal dan Aya. Karena Babeh bilang susah seneng harus dihadapi berdua. Mereka akan belajar mandiri dan belajar menangani segala kendala dirumah tangganya sendiri hingga kelak rumah tangga keduanya semakin kokoh.


Begitupun dengan Nek Haji yang sedih karena ditinggal Haikal dan ingin keduanya tinggal bersama dirinya dan Kong Haji, namun Nek Haji memahami keduanya yang ingin belajar hidup mandiri.


Kong Haji juga mendukung keputusan Haikal cucunya untuk hidup sendiri bersama istrinya. Karena menurut Kong Haji, dengan seperti itu mereka akan merasakan makna sesungguhnya dari kata sakinah, mawaddah, dan warrahmah.


"Yuk Sayang kita masuk."Haikal menggandeng tangan istri tercintanya masuk ke rumah mereka saat ini.


...Rumah Aya dan Haikal...



Aya mengikuti Haikal masuk kerumah mereka.


Haikal mengajak Aya berkeliling melihat-lihat rumah yang kini mereka tempati.







__ADS_1



"Sayang, suka ga?"Haikal memeluk istrinya dari belakang.


Aya memegang tangan suaminya yang kini memeluknya.


"Rumah nya bagus, Cantik! Aya suka Bang."Aya senang dengan rumah yang akan ia tempati.


"Sesuai dengan pemiliknya, Cantik."Haikal yang menyolek hidung istrinya.


"Abang pernah nginep disini?" Aya memang baru melihat rumah ini.


"Belum. Sejak Abang beli ya baru sekarang kita akan tempati. Kenapa?"Haikal bertanya.


"Ya, siapa tahu kan sebelum Aya, sudah ada yang pernah dibawa kesini."Aya senang sekali memancing keributan.


"Maksudnya?"Haikal tahu maksud Aya sengaja menggodanya.


"Ya, gitu deh! Hebat ya Pak Rektor rumahnya bagus bener."Aya mengalihkan justru membuat suasana jadi canggung.


Haikal menjelaskan maksud pertanyaan Aya takut Aya salah paham.


"Sayang Insya Allah Abang berani jamin, Abang beli rumah ini halal bukan hasil korupsi atau ga bener."Haikal tegas dan yakin menjelaskan.


"Bukan begitu Bang, Aya pikir warisan dari Kong Haji."Aya tertawa dengan jawabannya sendiri.


"Walaupun Kong Haji berkecukupan dan Abang cucu satu-satunya, Abang tetap bekerja keras, mandiri dan Alhamdulillah Allah beri Rezeki untuk bisa membeli rumah ini."Haikal menjelaskan.


Haikal memang Rektor, Haikal juga cucu satu-satunya Kong Haji Hasan yang terkenal seantero jakarta salah satu Tetua betawi yang terkenal kaya raya.


Haikal begitu jeli dan cerdas dalam membaca trend saham dan reksadana sehingga sumber penghasilan terbesarnya dari saham dan reksadana tersebut.


Selain itu Aya juga baru mengetahui sejak menikah Haikal memiliki saham dibeberapa hotel dan restoran dijakarta.


Sebelumnya Aya memang hanya tahu Haikal sebagai dosen dan Rektor.


Kini keduanya masuk ke kamar utama yang akan mereka tempati.


Aya membuka kamar tersebut dan melihat-lihat ke dalam.


...Kamar Aya dan Haikal...



"Sayang sini coba kasurnya."Haikal menepuk kasur meminta Aya duduk disebelahnya.


Aya duduk dan merasakan kelembutan kasur itu.


"Sayang nyaman ga? Dijamin kamu ga akan sakit kalo disini."Haikal mendekat pada Aya sambil menepuk kasur.


"Abang, masih siang pikirannya udah kemana-mana?"Aya malu melihat tampang Omes suaminya.


"Sayang, Abang sudah bisa buka puasa ?"Haikal menaikkan kedua alisnya sebagai kode pada Aya.


"Kita belum shalat jamaahkan Bang?"Aya memberikan jawaban secara tersirat.

__ADS_1


Haikal yang mengerti maksud jawaban istrinya menjatuhkan diri pada ranjang besar mereka.


Aya senang melihat ekspresi lemas Haikal yang lucu menurutnya.


Aya mendekat melihat Haikal yang kini memejamkan matanya.


Aya mengipaskan tangannya depan wajah Haikal. Namun tidak ada reaksi.


"Tidur rupanya."Aya tersenyum dengan perlahan iya bangun dari kasur agar Haikal tidak terganggu.


Namun Aya salah. Secepat kilat Haikal menarik Aya yang hendak bangkit dan kini tubuh Aya berada dalam dekapan Haikal berbarik dikasur dengan posisi yang tentu begitu istimewa.


"Abang, masih belum selesai. Sabar ya Bang." Aya belum sempat melanjutkan kata-katanya karena terpotong Haikal yang menciumnya.


CUP


Haikal mencium bibir Aya dengan lembut.


Aya dengan dada yang bergemuruh karena inilah pertama kali Haikal melakukannya. Tentu membuat darah Aya berdesir dan terdiam akan hal itu.


"Abang cinta sama kamu Ay."Haikal kembali mendaratlan ciumannya pada Aya.


Kali ini ciuman Haikal begitu dalam, Haikal melakukannya begitu lembut membuat Aya terbuai dan merasa nyaman.


Aya perempuan dewasa meski belum pernah melakukan hal itu namun bukan berarti dirinya tak pernah melihat adegan-adegan seperti ini.


Awalnya Aya hanya menerima ciuman Haikal namun perlahan Aya membalas sebisa mungkin mengimbangi ciuman Haikal yang begitu membuainya.


Cukup lama kedua bertukar saliva membuat nafas kedua terengah-engah.


Haikal melepaskan ciumannya "Mulai sekarang Abang ga akan menahan diri lagi untum melakukan apapun sama kamu, cukup kemarin-kemarin Abang menahan diri dan itu menyiksa Ay." Haikal dengan suara lirihnya.


Aya tersenyum dengan kata-kata Haikal.


Entah dorongan apa Aya berani mencium Haikal lebih dulu.


Haikal terkejut dengan apa yang Aya lakukan.


Haikal melepas ciuman tersebut.


"Maaf Bang, Aya belum semahir Abang."Aya sedikit murung karena menganggap Haikal tidak menyukai tindakan Aya yang lebih dulu menciumnya.


Haikal tersenyum kepada Aya "Abang suka sisi liar kami Sayang, Abang akan membimbing kamu agar semakin mahir melakukannya." Haikal kembali mencium Aya dan kini ciuman tersebut lebih cepat dan agresif.


Aya merasakan seluruh isi mulutnya tak luput dari sapuan lidah Haikal.


"Sayang kita mau honeymoon kemana? sayang rasanya tidak memanfaatkan cuti yang diberikan."Haikal bertanya pada Aya


Kedua kini masih berada diranjang. Haikal penopang kepala sambil membelai rambut istri tercintanya.


"Abang maunya kemana?"Aya memang tidak terpikir.


"Abang maunya kamu!"Haikal mempererat pelukannya.


Aya seperti harus mulai terbiasa dengan sikap suaminya yang Omes.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2