
Kamar tamu..
"Dasar orang gilaa.. " Batinku kesal.
"Baiklahh abaikan orang gilaa ituu. Sekarang saatnya memanjakan matamu inii ngel..besok masih harus masuk kerja. " Ucapku lalu menarik selimut..
"Kucing kecil sedang apa yaa? " Tanya Brian pada dari sendiri.
"Baiklahh aku akan menghampiri nya. " Ucapnya lalu berjalan menuju kamar tamu dimana aku tertidur.
"Hiss hisss kucing kecil ini tidur punn kenapa terlihat sangat menggairahkan begitu. " Ucapnya mesum.
Brian langsung tidur di sampingku dan memelukku.
"Selamat tidur kucing kecilku. " Ucapnya mencium keningku.
-
-
Pagi harinya...
Aku kaget pas membuka mata sudah ada seseorang yang tidur disampingku..
"Ahhhhhhhhhhhhhh" Ucapku sontak langsung berdiri.
"Hey kucing kecil kenapa pagi pagi buta gini kau sudah teriak teriak gituu? " Ucapnya terganggu.
"Kau ngapain tidur disinii?? " Ucapku masih tidak percaya.
"Aku hanya ingin tidur bersamamu. " Ucapnya masih menutup mata.
"Bangunn kamuu.. " Ucapku menarik nyaa.
"Tidakk 15 menit lagii.. Kau buatkan aku sarapannn yaa.. " Ucapnya menyuruh.
"Kau kira aku pembantu muu.. " Ucapku tetap menarik nyaa..
Tiba tiba dia mebarikku dan meniban badanku dengan badannya..
"Apa yang mauu kau lakukan.. " Ucapku takut.
"Diam lahh atau aku makan kamuu." Ucapnya tersenyum mesum.
"Baiklahh.. " Aku memalingkan muka ke arah lainn..
"Turutin kemauankuu.. Kau ini wanitaku jangan bandell kalo di beritahu. " Ucapnya menegaskan.
"Tapi..tapi...... " Ucapku gugup.
"Tidak ada tapi tapii.. Kauu buat lahh sarapan duluu. Aku nanti akan menyusul kebawah" Ucapnya mencium keningku.
__ADS_1
"Maaf telah membuatmu takutt.. " Ucapnya menciumm bibirkuu..
Aku kagett.
Aku langsung lari keluar kamar itu.
"Apa yangg barusan dia lakukan.. " Ucapku sambil memegang bibirku yang tadi dicium oleh nya..
Aku masih tidak percaya..
"Aku haruss membuat sarapan dulu untuknyaaa.. " Ucapku.
-
-
Meja makan..
"Sayangg.. Apakah sarapan sudah siapp? " Ucap tiba tiba cowo ituu.
"Sudahhh liat ajah sendiri. " Ucapku ketus.
Tiba tiba dia menarik pinggul ku dan menjatuhkannya ke pangkuannya.
"Heyy apa yang mau kau lakukann.! " Ucapku memberontak.
"Jangan banyak gerak nanti adikku akan bangunn.. Apa kamu mau bertanggung jawab? " Ucapnya meledek ku
"Orang mesum inii. " Batinku malu.
Selesaii makann..
"Apakah kamu sudah selesai sarapannya? " Tanyanya.
"Sudahhh.. " Ucapku.
"Baiklahh.. Ayo kita pergi ke kantor. " Ajaknya.
"Tidakkk.. Aku naik bus sajaa.. " Ucapku menolak.
"Didalam kamusku tidak ada kata menolak" Ucapnya menegaskan.
Aku hanya menurutinya sajaa..
-
-
Dekat kantor..
"Aku turun disini sajaa.. Aku tidak mau orang orang membicarakan kita. " Ucapku membuka pintu mobil.
__ADS_1
"Istirahat kamu langsung ke ruanganku. " Ucapnya menyuruh.
"Ngapain aku kesana?" Tanyaku bingung.
"Sudahh lahh datang saja. " Ucapnya meninggalkan ku.
"Dasar semaunya dia saja. "Batinku ngedumel.
" Selamat pagi nonaa.. "Sapa orang resepsionis.
" Selamat pagi "kusapa balik.
" Selamat pagi angelia.. "Sapa teman teman kantor yang lainn.
" Selamat pagii. "Sapaku balik.
" Heyy nonaa apakah tidurmu nyenyak tadi malamm? "Tiba tiba rafi mengagetkan ku.
" Heyy kau inii hehehe.. "Ucapku tersenyum.
"Baiklahh selamat bekerja.. " Ucapnya.
"Yaa terimakasih" Ucapku.
Dari kejauhan seseorang melihat kami dengan tatapan marahh..
Siapa lagi kalo bukann.. Yaa dia briann.
"Ada hubungan apa diantara kucing kecil dengan cowo itu.. " Batinnya penasaran.
-
-
Jam istirahat..
"Sekarang ham istirahat?? " Ucapku melihat jam ditangan.
"Tskk.. Aku haruss ke ruangannya si gila ituu.. " Ucapku langsung berjalan ke arah ruangan Brian.
"Ngel kamu mau kemanaa?? " Tanya Rani tiba tiba.
"Ahh aku disuruhh pak Brian ke ruangannya. " Ucapku.
"Sering sekali dia memanggilmu.. Apa kau ada hubungan dengan dia?? " Tanya Rani penasaran.
"Tidakkk! Tidakkk mungkinn hehe" Ucapku gugup.
"Jangan sampai ketahuan oleh mereka kalo aku pacaran sama orang gila ituu.. " Batinku memperingati.
"Baiklahh.. Kalo begituu Kami duluann ke kantin yaa. "Ucapnya meninggalkan ku.
__ADS_1