He Is My Man

He Is My Man
episode 21


__ADS_3

" Baiklah semua sudah paham apa yang aku maksud tadi bukan? "Tanya Brian.


" Yaa pak. "Jawab mereka serentak.


Dan langsung bubar menyibukkan diri masing masing.


" Ayo sayang. "Ucap nya menarikku.


" Mau kemanaa? "Tanyaku.


" Beli gaun untuk kamu nanti malam. "Jawabnya santai.


" Nanti malam? mau kemana? Kamu tidak bilang padaku. "Ucapku bingung.


" Ke acara ulang tahun anak nya pak Tio rekan bisnis ku." Jawabnya.


" Kenapa harus ajak aku? Aku tidak mau. "Tolak ku.


" Ngga ada kata tidak sayang. "Tegasnya.


-


-


-


Telponku berbunyi...


" Halo sayanggg, aku tunggu ditempat parkir yaaa. "Ucap Brian di telpon.


" Hemmmm"balasku dan langsung siap siap menuju ke parkiran.


" Silahkan masuk sayang"ucap Brian membukakan pintu.


"Terimakasih" Ucapku.


Sesampainya disanaa...


"Selamat sore Pak Brian, ada yang bisa saya bantu? " Tanya karyawan toko tersebut.


"Pilihkan gaun untuk dia" Ucap Brian menunjuk ku.


"Marii nona silahkan ikuti saya. " Ucap nya menuntun jalan.


"Coba lah gaun gaun itu, biar aku lihat. " Ucap Brian.


Beberapa saat kemudian aku pun keluar...


"Sangat cantikk.. " Batin Brian terpesona.

__ADS_1


"Ehemmm.. " Ucapku mengaburkan lamunan nya.


"Yaa sangat cocok denganmu, aku suka yang ini.. Coba kamu perlihatkan gaun yang lainnya. " Ucap Brian.


Setelah beberapa kali mencoba gaun gaun ituu..


"Baiklah semuanya aku mauu.. Bungkus kan. " Ucap Brian menyuruh karyawan itu.


"Baikk tuann. " Ucapnya mengiyakan.


"Heii kau sangat boross! " Ucapku kepadanya.


"Tidak masalah sayang, apapun yang kamu mau aku akan menyediakan nya untuk mu. " Ucap Brian tersenyum genit.


"Wanitaku harus selalu terlihat cantik dan anggun. " Ucapnya lagi.


"Terserah kamu saja. " Ucapku langsung mengiyakan.


"Mau nolak pun ngga akan disetujui huhh.. " Batinku.


Setelah selesai, kami makan dan langsung menuju ke salon untuk mendandaniku.


"Kau terlihat sangat cantik sayang. " Ucap Brian mencium pucuk kepalaku dari belakang.


Aku yang mendengar nya hanya tersipu malu...


"Sudahh melihat nya? " Ucap Brian tiba tiba.


"Eh ehh.. Siapa yang melihat mu.. jangan geer " Ucapku malu.


"Hahaha kau sangat lucu sayang. " Ucapnya sampai tertawa keras.


"Baiklah sekarang ayoo kita berangkat tuan putri. " Ucapnya menyodorkan tangan.


Sesampainya disanaa..


Semua mata tertuju pada kami berdua.


"Brian memang sangat tampann.. Ahhh aku jatuh cinta padanya. " Ucap salah satu seorang tamu wanita.


"Siapa wanita di sebelah nya? " Semua bertanya tanya.


"apakah dia simpanan nya? " berbagai macam pertanyaan disana.


"Tenang lahh sayang ada aku.. " Ucapnya menenangkan ku.


"Yaaa.. " Ucapku.


Sesampainya didalam..

__ADS_1


"Aku akan ke toilet sebentar. " Ucapku padanya.


"Jangan lama lama, aku akan ke tuan rumah pesta ini." Ucapnya dan langsung aku iyakan.


Toilet..


"Aku sangat gugupp.. Sudah sejak lama terakhir aku datang ke pesta mewah seperti ini.. Ayahh.. bundaa.. Aku sangat rindu pada kalian. " Ucapku menangis.


"Hey sayang kenapa kamu begitu lama? " Tanya Brian tiba tiba.


"Heii kenapa kamu masuk?! Ini toilet wanita dasar. " Ucapku menariknya keluar.


"Apa kau habis menangis sayang? " Tanya nya.


"Tidakk aku hanya kelilipan. " Ucapku pura pura mengedipkan mata.


"Baiklah ayoo aku kenalkan tuan rumah disini. " Ajaknya.


"Tuan Bian ini siapa anda? " Tanya pak Tio, disamping nya ada anak nya Pricilla.


"Ini tunanganku." Ucap Brian memperkenalkan ku.


"Heiii.. " Ucap ku sambil mencubit pinggang nya.


"Hallo saya angel. " Ucapku mengulurkan tangan.


"Senang bertemu dengan anda nona angel. " Ucap pak Tio menjabat uluran tanganku.


"Perkenalkan pak Tio, ini anak saya Priscilla. " Ucapnya mengenalkan anaknya.


Brian hanya tersenyum saja menanggapi nya.


Aku melihat sorotan mata iri kepadaku.


"Sejak kapan Brian punya wanita disamping nya. " Batin wanita itu kesal.


"Aku harus mendapatkan nya bagaimana pun caranya. " Batinnya licik.


"Tuan bolehkah aku mengajak mu berdansa? " Pinta Pricilla ke Brian.


"Maaf tidak bisa, saya sudah punya teman dansa saya sendiri. " Tolak Brian dengan muka dinginnya.


"Heii kamu kasihh muka lahh sedikit.. Kasiann dia. " Ucapku berbisik padanya.


"Tidakk sayang, aku tidak suka berdekatan dengan wanita selain dirimu. " Ucapnya gombal.


Aku hanya memutar bola mataku..


"Dasar bodohh. " Batinku malu.

__ADS_1


__ADS_2