
Aku yang mendengar itu hanya ter bengong dibuatnya..
Tiba tiba sebuah bibir mendarat di bibirku.
"Bri mau apa kamu? " Ucapku berusaha melepasnya.
"Aku sayang kamu. " Ucapnya lagi.
"Brii... " Ucapku lemas.
"Aku menginginkan nya. " Ucap Brian tiba tiba.
"Menginginkan apa? " Tanyaku bingung.
"Ingin ini. " Ucapnya menunjuk ke arah bawah ku.
"Tidakk.. Aku tidak berani. " Ucapku nunduk.
"Aku akan bertanggung jawab.. Aku sangat mencintaimu sayang. " Ucapnya lagi masih berusaha.
"Tapi.. Aku takut itu akan sangat sakit.." Ucapku ragu.
"Tidak akan sakit sayang.. Aku akan main pelan. " Ucapnya menyakinkan ku.
"Tidak! Kita belum sah untuk mulai berhubungan! Aku takut kau tidak akan bertanggungjawab. " Ucapku meronta.
"Baiklah aku harus apa? " Tanyanya lagi lagi.
Aku melihat ada rasa kecewa dari wajah nya..
"Mari kita memulai hubungan dengan serius.. Aku benar benar sangat mencintaimu. " Ucapnya lagi.
"Apakah kamu jatuh cinta kepada ku? " Aku menanyainya lagi.
"Yaaa benar benar jatuh cintaa. " Ucapnya lagi.
"Apa kamu serius dengan apa yang kamu ucapkan? " Tanyaku lagi.
"Ya sayang aku benar benar serius. " Ucapnya tegas.
"Baiklah aku akan berusaha.. Mohon bantuannya. " Ucapku lalu memeluk nya.
"Terimakasih sayang.. Maaf aku sudah kasar kepadamu. " Ucapnya meminta maaf.
"Tidakk ada cewe lain? " Tanyaku.
__ADS_1
"Tidakk.. Hanya kamu seorang. " Ucapnya mencium bibirku.
Aku yang tidak pernah berciuman tidak tau harus melakukan apa..
"Kenapa diam saja? Kenapa tidak membalasnya? " Tanya Brian tiba tiba..
"Itu.. Aku.. Aku tidak pernah melakukan itu. " Ucapku menunduk malu.
"Bri bri.. Kamu lupa orang sepolos dia mana pernah melakukan ini. " Batin Brian memaki dirinya sendiri.
"Aku ajarkan. " Ucap Brian dan langsung melanjutkan kegiatan tadi.
Semakin lama aku mulai bisa mengimbangi nya..
"Cepat sekali mengimbangi nya, apakah dia benar benar baru pertama kali?.. " Batin Brian bertanya-tanya.
"Baiklah sudahh.. Kalau keterusan bisa bahaya. " Ucap Brian melepas pelukannya.
"Ayoo kita tidur. " Ajaknya.
"Kamu tidur dikamar sana.. Aku akan keatas. " UcapkuUcapku menghampiri tangga.
"Tidakk.. Aku ingin tidur berdua, aku janji tidak akan nakal. " Ucap Brian menarik tanganku memohon.
"Baiklah ayo kita keatas. " Ajakku pasrah.
"Sayang kamu tidak memakai bra? " Tanya Brian tiba tiba membuat ku lompat dari kasur.
"Tidakk.. Aku tidak pernah memakai bra saat aku tidur. " Ucapku malumalu menutupi bagian dadaku.
"Baiklah tidak usah malu, kemari kita tidur. " Ucap Brian.
Aku mengiyakan ajakan nya, tapi aku masih sedikit was was.. Apalagi ini pertama kali nya aku tidur bersama laki laki.. Sama si ******** kris aja aku tidak pernah.
Brian memelukku dari belakang.. Berselang beberapa lama tiba tiba tangannya mulai nakal memegang p******a ku.
"Hey tanganmu!!" Ucapku kesal.
"Hehe berbalik lah menghadap ku. " Ucap Brian menyuruh ku berbalik kearahnya.
"Tidak mau. " Ucapku menolak nya.
"Sayangg.. " Rayunya lagi.
"Kamu sangat bawel.. Ada apaa? Aku mengantuk. " Ucapku.
__ADS_1
"Sayang aku ingin minum susu. " Ucap Brian tiba tiba.
"Kenapa tidak daritadi mintanya, sudah keatas baru minta. " Jawab ku kesal.
"Bukan susu itu yang kumaksud.. Tapi ini" Ucapnya memegang p******a ku.
"Heii! Lepaskan tanganmu dari sana! " Ucapku menampar tangannya.
"Tidak akan lebih aku janji. " Ucapnya memohon.
"Kau kebanyakan mengatakan janji. " Ucapku kesal.
"Aku seriuss berjanji.. Sayangg please. " Ucap Brian memohon dengan wajah melas nya.
"Apa itu akan sakit? " Tanyaku malu malu.
"Kamu rasakan sendiri saja nanti. " Ucapnya.
"Tidakk sekarang yaa bri.. Aku belum siapp. " Ucapku tidak kalah memohon.
"Aku ingin sekarang sayang.. Aku janji itu tidak akan sakit" Ucap brian.
"Emmm.. Baiklahhh. " Ucapku mengiyakan.
"Awas kalo lebih aku akan marah padamu. " Ucapku mengancam.
"Iyaa tidak akan. " Ucap Brian dan langsung menaikkan baju tidurku.
"Pelan pelan.. " Ucapku takut kepada nya.
Dia tidak menanggapi dan memulai memainkan nya..
"Mmhhh.. " Desah ku.
"Sangat geli sudah sudah. " Ucapku menarik kepalanya.
"Belum cukup. " Ucap nya dan langsung melanjutkan menghisap p****g ku.
"Aku sangat ngantuk bri.."ucapku.
"Tapi aku masih ingin.. " Ucapnya memelas.
"Baiklah, bermain dengan pelan jangan membangun kan ku. " Ucapku kepadanya.. Mataku terasa sudah 5w sudah tidak kuat menahan kantuk..
"Iyahh sayang kamu tidur saja.. Biar aku melanjutkan kegiatan ku hehe. " Ucapnya cengengesan.
__ADS_1
"Dasar bayi besar. " Ucapku dan langsung terlelap tidur...
"Ini sangat enak. " Batin Brian.