
"Huhhh"ucapku bete.
Sesampainya di sana..
"Mau aku gendong atau turun sendiri? " Ucapnya meledekk.
"Aku bisa sendiri. " Ucapku dingin.
Buka pintu..
"Wahhh indahh sekalii rumah inii" Batinku takjub.
"Selamat datang tuan dan nona" Sapa wanita tuaa..
"Diaa bi niaa pengurus rumah sekaligus orang yang merawatku dari kecil. " Ucapan Brian memperkenalkan.
"Ngomong ngomong aku tidak pernah melihat orang tua nya, dimana mereka. " Batinku bingung.
"Heyy kenapa kau malah melamun? " Ucap Brian mengagetkan kuu.
"Hehehe maaf maaf" Ucapku meminta maaf.
"Haloo bi saya angelia" Ucapku sopan.
"Gadis yang sangat cantikk" Ucapnya memujii.
"Terimakasih, bibi jauh lebih cantik hehe" Ucapku malu.
"Saya sudah tua gini, bagian mana yang bisa kamu sebut cantik itu heheehe" Ucapnya.
"Hehehe" Ucapku hanya tertawa.
"Tapi memang benar, walaupun sudahh tua tapi bi niaa memang benar benar cantikk." Batinku mengagumi.
"Baiklahh.. Saya kebelakang dulu untuk membuat makan malam.. Kalian istirahatt lahh. " Ucap bi ani.
"Bolehkah aku membantu? " Tawarku.
__ADS_1
"Aku tidak mau bersama si brengsek itu"batinku melirik Brian.
Brian hanya diam memperhatikan tingkahku.
"Tidak perlu nonaa.. Anda istirahat lahh, anda terlihat sangat lelahh. " Ucapnya.
"Tidak ko bi, aku tidak lelah sama sekali hehehe. " Ucapku.
"Baiklah baiklah.. Mari ikut bibi ke dapur. " Ucapnya menyetujui.
"Bwleeeeee "ucapku meledek Brian.
" Dasar kucing kecil hehe, awass kau nanti akan ku makan"ucap Brian tersenyum licik.
#Dapurr
"Apa yang harus aku bantu bi?? " Ucapku bertanya.
"Ohh nona tolongg potong bahan bahan sayuran sayuran dan buah saja, yang lainnya biar bibi yang masak.. " Ucapnya.
"Hemm baiklahhh" Ucapku.
"Sudahh bi ada yang perlu akuu bantu lagii? " Tanyaku lagi.
"Tidakk tidakk, nona istirahat lahh sisanya biar bibi saja. " Ucapnya.
"Baiklahhh.. Aku tinggal ya bi" Ucapku meninggalkan dapur, langsung bergegas ke ruang tamu.
"Sudahh selesai membantuNya?? " Tanya Brian yang sedang duduk dikursi itu.
"Yaaa, haduhhh sangattt melelahkann.." Melemparkan badan ke kursi sambil merenggangkan tubuhku.
Briann yang melihat tingkahku hanya menggeleng saja..
~
~
__ADS_1
"Dasar kucing bodohhh, apa kau tidak takut aku akan menerkammu. " Ucapnya sambil mendekat ke arah ku yang tertidur pulas.
"Kau beda dengan wanita yang lainn, itu yang aku suka darimu.. " Ucapnya tersenyum sambil mengangkat tubuh ku untuk dipindahkan ke kamar.
Sesampainya dikamar...
"Bodohh.. Kau terlalu enteng, apa kau jarang dikasihh makan.. " Ucapnya mendengus.
Setelah meletakkan ku, dia keluar meninggalkan aku dikamar sendirian..
~
~
"Ummmm... Dimana aku? " Ucapku sambil menengok ke kiri kanan.
Mengingat yang sebelumnya..
"Ahh aku ketidurann.. Laluu siapa yang membawaku kemarii!! " Ucapku panik sambil melihat ke arah bajuku.
"Huhhh masihh adaaa amann.. " Batinkuu.
Ada suara air dari mengalir dari arah kamar mandii..
"Adaa siapa disana.." Ucapku bangun dan mendekat ke arah kamar mandi itu.
Tiba tiba..
"Sudahh cukup mengintipnyaa?" Ucap seseorang yang baru saja keluar dari kamar mandi itu.
"Ehh ehh ehh kamuu.. Aku.. Akuu.. Tidak sengaja hehe.." Ucapku tertawa malu dan langsung masuk ke dalam selimut.
"Kucing kecill.. Ternyata kamu sangat nakal. " Ucapnya mendekat ke arahku dan menibankuu..
"Tidakkk tidakk aku tidakk sengaja.. Tolong menyingkir lahh dari tubuh ku. " Ucapku memberontak, tapi yaa tidakk terjadi apapun.. Tubuh ku sangat kecil dibandingkan dia yang berotot..
"Kamu yang memulaii membangunkan kuu.. " Ucapnya sambil melirik ke arah tanganku yang berada diatas adiknyaa..
__ADS_1
"Ahhhh maafkan aku aku tidakk sengaja.. " Ucapku malu menarik tanganku yang ada disana, namunn ditahan oleh tangannya.
"Biarlahh tanganmu disitu hehe.. " Ucapnya nakal.