
Ciri-ciri Healer :
-Suara Pria Berusia 26 Tahun
-Seorang Perakit
-Berada Dikota yang Sama
-Tinggi Sekitar 175 Cm
-Kulit Kuning Langsat
-Memiliki Tato Sayap di Lehernya
Ciri-ciri ini yang terus berputar daam kepala detektif Ed. Ia sungguh-sungguh akan menangkap Healer, berbagai penyelidikan ia lakukan.
Mulai dari mencari orang dengan kriteria yang sama hingga menelusuri seluruh kota membuatnya kerja tanpa beristirahat.
Sudah 2 hari 1 malam telah berlalu semenjak ledakan penjara tersebut. Dan Detektif Ed benar-benar dibuat stress olehnya.
(20.00)
Detektif Ed berada diruangannya sambil memikirkan langkah selanjutnya yang akan dilakukan Healer. Polisi lain juga berusaha mencari kejanggalan dari aksi terornya. Semuanya bekerja tanpa lelah demi menghentikan aksi Healer. Erick menemui Detektif Ed, sepertinya ia menemukan sesuatu.
"Detektif, Kami menemukan suatu kejanggalan dalam semua aksinya" Lapor Erick.
"Kejanggalan? Apa itu?" Tanya detektif.
"Setelah kami selidiki tentang lokasi kejadian teror Healer, kami menyimpulkan bahwa semua tempat terornya adalah tempat ilegal". Ucap Erick dengan serius.
"Ilegal? Maksudnya?" Tanya detektif dengan wajah kebingungan.
"Kasus Pertama, Ledakan secara tiba tiba. Aksi teror ini melenyapkan 1 bangunan 4 tingkat. Kejanggalan yang ada disini itu berada didalam gedungnya. Di dalam lantai 2 dan 3 gedung itu terdapat aksi pencucian uang atau produksi uang palsu. Lalu lantai 4 gedung itu terdapat kejahatan perbudakan. Dan semua itu lenyap termakan bom dari Healer" Ucap Erick menjelaskan panjang lebar.
"Kasus Kedua, Kebakaran. Kebakaran itu berlokasi di Bar yang menjadi tempat prostitusi ilegal dan kebakaran itu membakar habis semua perkerja dan pemilik Barnya" Sambung Erick setelah menarik napas.
__ADS_1
"Kasus Ketiga, Pembunuhan. Pembunuhan yang berlokasi di Pelabuhan Dawn Bay memakan 42 korban jiwa. dan setelah kami selidiki lagi, semua korban itu adalah sebuah organisasi terkenal di pasar gelap. Organisasi yang melakukan transaksi ilegal seperti obat-obatan terlarang, budak, uang palsu, serta jasa pembunuhan. Kini organisasi itu tewas tinggal nama sekarang" Sambung Erick panjang lebar.
"Kasus Keempat, Pengeboman. Ledakan kali ini berlokasi di Penjara Impel Jail yang memiliki tahanan dengan hukuman berat dan ledakan itu melenyapkan semua narapidana disana tetapi semua penjaganya masih hidup karna tidak berada di lokasi" Ucap Erick buru-buru.
"Dari pernyataan tersebut, kami mengambil kesimpulan bahwa selama ini dia mengincar Lokasi yang memiliki catatan kriminal" Sambungnya.
"Sedang tidak berada dilokasi? Hal apa yang membuat para penjaga meninggalkan tempat jagaannya?" Tanya detektif penasaran.
"Setelah kami investigasi, mereka semua diajak oleh seseorang untuk melihat fenomena gerhana matahari di pusat kota" Jelas Erick.
"Ahh saya paham, itulah mengapa mereka masih baik-baik saja. Apa tujuan dia mengincar lokasi tersebut?" Tanya detektif ke dirinya sendiri.
Saat sedang dalam kondisi yang serius, tiba-tiba telpon kantor berbunyi.
"KRINGGG!!!!!" Detektif segera mengangkat telpon itu. Tanpa sempat bicara, omongannya telah dipotong oleh orang yang menelpon tersebut.
"Hai, apa kabar kawan?" Ucap Healer yang menelpon.
"Siapa yang mau berkawan dengan si brengsek yang telah membunuh ratusan orang hanya untuk bersenang senang" Ucap detektif menghina tindakan Healer.
"Hey itu bukan sekedar senang senang loh, kan aku sudah bilang. aku akan menyembuhkan dunia ini, betapa mulianya bukan tindakanku ini:)" Jawab Healer dengan percaya diri.
"Tentu saja. Membuat orang yang selama ini sakit menjadi tenang tuk selamanya bukankah itu mulia?" Jawab Healer dengan nada tidak bersalah.
"Si brengsek gila ini" Umpat Detektif Ed.
"Kau pasti bingung bukan? Kenapa ledakan bom itu tidak terjadi disekolah melainkan di penjara" Ucap Healer memancing emosi detektif.
"Apa kau sengaja melakukannya?" Tanya detektif.
"Coba kau pikir pikir, bukankah orang yang masuk penjara dibutakan oleh kejahatan, dan saat mereka keluar mereka menjadi bersih dan dapat melihat dunia?" Ucap Healer sesuai dengan logikanya.
"Itu hanya spekulasimu saja bajingan" Ujar detektif marah.
"Tapi tenang saja, ini akan menjadi pertunjukan yang terakhir dan kalian dapat beristirahat setelahnya:)" Balas Healer.
__ADS_1
"Kau tidak akan ku biarkan lolos sialan. Kami akan terus mengejarmu" Ancam detektif.
"Bukankan aku pernah bilang? Yang terbaik selalu berada di akhir. Kuharap kau menyukainya:), kumpulkan lah semua polisi, aku akan memberitahumu petunjuknya 1 jam setelahnya" Ucap Healer mengakhiri percakapan.
"Takkan kami biarkan kau lolos kali ini" Ucap detektif dalam hatinya.
Detektif dan Erick mengumpulkan seluruh anggota kepolisian. Detektif juga memerintahkan Erick untuk segera mendeteksi lokasi ponsel Healer berada. Mereka berencana melacak lokasi healer dan menangkapnya serta mencegah terjadinya aksi selanjutnya.
Kira-kira apa yang akan terjadi?
Aakhh mendebarkan bukan?
Sayangnya ini kasus terakirnya :(
Yang tau kasusnya gimana jawab di kolom komentar ya^^
__ADS_1