HEALER

HEALER
Mysteri (1)


__ADS_3

Setelah kejadian kemarin tentang ledakan tersebut, Erick menemui detektif Ed. Ia bermaksud melaporkan apa yang sebenarnya terjadi kemarin.


 


 


"Detektif, ada yang mau saya laporkan mengenai ledakan kemarin". Ucap Erick.


"Ya Erick, tentang apa? apa kamu menemukan petunjuk pelaku pengeboman tersebut?" Tanya Erick sambil melipat koran yang tadi ia baca.


"Hmm... kurang lebih begitu pak. Kemarin sekitar 10 menit sebelum ledakan terjadi, saya menerima sebuah laporan tentang ledakan tersebut. Dan bahkan laporan itu lengkap juga benar. dia bilang akan terjadi ledakan 2 Km di arah jam 1 di 10 menit yang akan datang. Saya kira itu cuma bualan belaka, namun ternyata itu beneran terjadi". Jelas Erick terburu buru. Ia merasa bersalah karna sudah mengabaikan laporan tersebut.


"Apa kamu tahu siapa yang orang yang melapor itu?" Tanya detektif penasaran.


"Saya tidak tahu, tapi saya yakin dia pelakunya. Selepas kejadian ledakan itu dia langsung menelpon lagi. Dia berterima kasih karna sudah mempermudah pekerjaannya. Dan juga dia bilang akan ada banyak pertunjukan kedepannya. Saya yakin itu ancaman pak". Ucap Erick memperjelas situasinya.


"Ya sepertinya begitu. Kalau begitu Erick, mulai besok biar saya yang menjaga pusat penanganan laporan. Biar saya yang menjawab panggilan terorist itu" Ucap Detektif Ed memberi solusi.


"Baik Pak". Jawab Erick sambil berjalan keluar ruangan.


 


 


Detektif Ed masih penasaran dengan pria yang melaporkan kejadian tersebut. Apa yang sebenarnya terjadi, apa yang pria itu rencanakan, mengapa ia memberitahukan apa yang ia perbuat jika ia memang pelakunya.


 


 

__ADS_1


Beribu pertanyaan bermunculan dalam kepala detektif Ed. Masalah, solusi, strategi, semuanya telah terpikirkan dengan sendirinya. Sebelum pada akhirnya ia menerima panggilan telpon itu. Namun, 3 hari setelah kejadian ledakan tersebut. Pria itu menelpon lagi.


"KRINGG!!!!" Suara telpon berdering keras. Sesuai dengan perkataan Detektif Ed kemarin, kini ia yang menjaga pusat penanganan laporan.


"Selamat siang ini kantor kepolisian. ada yang bisa saya bantu?" Ucap Detektif Ed mengangkat telpon.


"Selamat siang kawan. loh? apa ini orang yang berbeda?" Suara seorang pria yang sama dengan yang kemarin.


"Ya, saya Detektif Ed. Apa kau pria yang melapor kejadian ledakan kemarin?" Tanya detektif Ed.


"Seorang detektif? sepertinya pertunjukan akan menjadi lebih menarik nih" Ujar pria tersebut dengan tawa kecil.


"Pertunjukan? siapa kau sebenarnya, apa kau yang melakukan pengeboman kemarin?". Ucap detektif Ed memperjelas pertanyaannya.


"Hmm.. kau bisa memanggilku HEALER. Yaa aku yang melakukan aksi teror kemarin. Dan jangan lupa, pertunjukan selanjutkan juga akan dimulai loh" Ucap Healer menantang.


"HEALER? pertunjukan apa? apa kau sudah menyiapkan aksi teror lagi!?". Teriak Detektif kaget.


"Berawal dari kecil dengan berselimut semangat dan amarah. Mengubah gelap menjadi terang serta membutuhkan waktu tuk berevolusi. Merayap dan menyebar melenyapkan segalanya. Tumbuh dewasa dengan cara kotor".


 


 


"Berfikir semua bisa didapatkan dengan uang. Mereka hanya orang bodoh yang berkumpul saat malam. Saat berada di posisi paling panas kesialan dan kerugian akan semakin mendekat". Ucap Healer dengan panjangnya. Ia memberikan sebuah teka teki damalm bentuh beberapa kalimat.


"Sepertinya hanya itu yang dapat kusampaikan:) Okkeii selamat berjuang sayang♡" Sambung Healer sembari menutup telponnya.


"Hei apa apaan itu, apa yang kau katakan. apa kami harus memecahka-". Telpon tersebut telah diputus oleh si Healer. Sekarang tertinggal sebuah teka teki yang harus segera dipecahkan.

__ADS_1


"Ahh sialan". Umpat Detektif Ed dengan kesalnya.


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


Hayooo apa kalian bisa mecahin teka tekinya?



Kalo bisa coba balas di komentar ya^^


Lanjutt~~~

__ADS_1


 


 


__ADS_2