
"1, 2, 3!!, BRUKK!!!".
Ekspresi kaget, panik, serta cemas terukir jelas di wajah Detektif Ed. Ia beserta timnya membatu selama beberapa detik, mereka tidak menyangka ini akan berakhir seperti ini. Terlihat sebuah monitor layar lebar diruangan tersebut dengan berbagai alat penyadap serta layar yang menunjukan rekaman CCTV.
Tembok ruangan tersebut juga dihiasi dengan berbagai alat yang ia gunakan untuk aksinya. Seperti, Kapak, Pisau, Samurai, Pistol, Bom Rakitan, Molotov, serta beberapa alat lainnya.
Namun yang lebih mengejutkan lagi adalah, seorang pria berusia 26 tahun dengan tinggi 175 cm dan tato sayap di lehernya yang terlihat sudah menggantungkan lehernya pada sebuah tali.
Ya, sebuah gantung diri oleh Healer yang membuat Detektif dan timnya tak bisa berbuat apa apa.
Sudah 30 menit telah berlalu semenjak kejadian bunuh diri Healer. Detektif sudah memastikan bahwa mayat yang gantung diri tersebut adalah Healer dengan karakteristik yang sama. usia 26 tahun, seorang perakit, dikota yang sama, tato sayap kulit kuning langsat, dan tinggi 175 cm.
Detektif juga menyuruh Erick dan Smith untuk segera menuju lokasi Healer. Disana Detektif menjelaskan apa yang terjadi. Mereka juga mengambil semua peralatan yang diduga digunakan Healer untuk aksinya dan peralatan itu akan digabungkan dengan berkas bukti aksi teror Healer selama ini.
Tak disangka semuanya akan berakhir seperti ini. Penyesalan, Rasa bersalah, dan Amarah terlihat di wajah Detektif Ed. Ia sungguh tak terima Healer mengakhiri hidupnya dengan begitu mudahnya setelah ia mengakhiri hidup ratusan orang.
Rasa kesal di serta emosi membuatnya tak bisa menahan diri lagi. Detektif tak sengaja mengeluarkan air mata emosinya karna tak sanggup menangkap Healer hidup hidup. Beribu penyesalan menghampirinya seakan menyuruhnya untuk mati.
Sesampainya di kantor, mereka menyelidiki semua peralatan yang diduga digunakan Healer. Namun penyelidikan tersebut terasa janggal. Tidak ada bukti atau bekas sidik jari serta darah yang menempel pada peralatan tersebut.
Bahkan kapak, pisau, dan alat penyadap tersebut kelihatan seperti barang baru dan tak ada jejak kalau sudah pernah dipakai sebelumnya. Melihat hal yag janggal ini, Detektif langsung bergegas mencari berkas aksi teror Healer dan juga hasil penyelidikan ciri karakteristik Healer.
Ia mencarinya ke seluruh penjuru kantor, namun berkas tersebut tak dapat ia temukan. Seolah-olah ada seseorang yang mengambilnya.
Saat Detektif sibuk mencari berkas berkas tersebut, tiba tiba terdengar suara telepon berbunyi.
"KRINGG!!!" Detektif sontak mengangkat telpon tersebut. Sempat hening beberapa saat hingga muncul suara si penelpon
"Selamat siang teman-temanku:)" Saat mendengar suara itu, Detektif Ed langsung terjatuh kaget dan membatu seakan dunia telah menipunya.
"Hey mana suara muu" Ucap Seorang pria yang menelponnya.
"Ka- kau, Ba- bagaimana bisa-" Ucap detektif kaget dengan apa yang didengarnya. Wajah yang memucat dengan keringat dingin yang bercucuran.
"Ya~ Kau ingat suaraku bukan? bagaimana kabarmu? apa kau suka hadiah dariku?" Ucap seorang pria yang menelpon. Ya, siapa lagi kalau bukan Healer. Hanya dengan mendengar suaranya, detektif langsung syok.
__ADS_1
"Ba- bagaimana bisa kau masih hidup, aku sudah melihat mayatmu secara langsung tadi. Ha- hadiah apa yang kau makhsud?" Ucap Detektif Ed tidak percaya dengan apa yang ia dengar.
"Masa kau lupa, semua peralatan yang kuberi padamu. Pisau, Kapak, Samurai, Penyadap, dan lain sebagainya. Kalau aku memberikanmu hadiah kau juga harus memberikanku hadiah loh" Ucap Healer dengan sedikit cemberut.
"Ha- hadiah? apa yang kau mau bajingan" Umpat detektif yang masih belum memahami situasinya.
"Ahh tidak apa, aku sudah mengambil hadiah ku. jika kau mencari berkas tentang bukti kejahatanku, itu sudah tidak ada lagi. Aku sudah mengambil itu sebagai hadiah darimu^^" Jawab Healer menjelaskan situasinya.
"Ka- kau, sejak kapan kau mengambilnya" Tanya detektif kaget. Ia tau apa yang sedang detektif cari.
"Saat alam memihak^^, baiklah aku akan pergi. Sudah kubilang kan ini pertunjukan terakhirku, kalian dapat beristirahat untuk sementara waktu. Aku tak akan buat kerusuhan selama beberapa tahun kedepan, jadi jangan cari aku oke~. Okeyy BayBay, Terima kasih sudah menemaniku bermain^^" Ucap Healer mengakhiri percakapan.
"Ka- kau bajinga-" Umpatan detektif terputus oleh telpon yang sudah ditutup.
Telpon terputus. Telpon tersebut adalah telpon Healer yang terakhir kalinya. Telpon yang menyuruh polisi untuk tetap diam dalam menangani kasusnya dan telpon yang menyuruh polisi serta detektif Ed untuk beristirahat panjang.
Ini tentunya pukulan telak bagi Detektif Ed dan kepolisian. Dengan hidupnya ******* yang kejam dan hilangnya berkas bukti kejahatannya merupakan hal terberat yang pernah dialami pihak kepolisian.
Tak dapat disangka bahwa saat-saat berat akan datang menghancurkan hidup Detektif Ed. Peristiwa ini kini menjadi Tragedi bersejarah yang dinamakan HEALER TRAGEDY.
__ADS_1
Yeyyy TamaT sudah 🎉👏🎊(^_^)
Terima Kasih 🙏😌🙏 Sudah Mengikuti "HEALER" Dari Awal Sampai Tamat
Terima Kasih Atas Supportnya, Like Dan Kommentnya 😁 Dan Juga Terima Kasih Karna
Sudah Memilih "HEALER" Sebagai Daftar Bacaan Kalian Para Readers
Sepertinya Ini Akhir Dari Serial Satu Ini
Tapi Saya Akan Buatkan S2 nya Apabila Cerita Ini Tembus 100k Viewers 😅 Makanya Ayok Undang Temen Kalian Yang Lainnya Buat Baca Cerita Ini Kalau Mau Ada Rilis S2 HEALER
Kemungkinan S2nya Bakal Jadi Lanjutan Dari S1 Ini
Tapi Kalau Gak Tembus 100k Tidak Apa Apa, Saya Mungkin Juga Akan Buat Beberapa Cerita Baru Lainnya Untuk Kalian Baca
So, Sampai Disini Saja Kita Bertemu. Terima Kasih Atas Supportnya Selama Ini, And
. . . . . . . . . . . ^^ SEE YOU ^^ . . . . . . . . . . .
__ADS_1