
"tik..tok..tik..tok.." Jam dinding berdetak seakan menertawakan waktu ditengah kegalauan hati Erika yang menunggu sang kekasih membalas chat di aplikasi hijau. Wangi kopi yang sedari tadi menemani seakan tidak dapat menutupi kegundahan hati Erika, sudah hampir 3 jam Erika terdiam disalah satu sudut cafe di Kota Bali, menunggu sang kekasih datang untuk menemani dan mengantarkan ke bandara, namun tidak ada tanda-tanda kedatangan. Gelisah.. Kesal.. Marah.. Muak.. Semua bercampur menjadi satu. Bahkan senandung musik Jazz tidak mampu mengubah suasana hati Erika yang semakin kacau disetiap menitnya, dilirik kembali HP'nya.. loh.. udah di'read namun belum dibalas juga.
__ADS_1
Selang 1 jam kemudian, jam dinding sudah menunjukan pukul 19.00 WITA, waktu sudah semakin mepet ke jadwal pemberangkatan menuju Jakarta, sehingga membuat Erika mau tidak mau pergi dari tempat tersebut , Erika kemudian menarik Kopernya menuju ke entrace cafe, sambil menelpon driver online yang sudah dipesannya. "Bli.. Langsung ke depan cafe saja yaa, saya pakai baju terusan Putih, ya.. Betul..betul..itu saya", dengan dibantu driver untuk menaikan koper kedalam bagasi membuat Erika sangat terbantu, terang saja, karena koper Erika sangat berat ini berisikan buah tangan untuk keluarga, teman dan koleganya. Seharusnya sang kekasih datang dan membantu, bukan malah menelantarkan seperti ini.
__ADS_1
Sambil menatap nanar keluar jendela, dalam perjalanan menuju Bandara, tak terasa air mata mengalir, campur aduk sekali rasanyaa, "Berengsek memang si kampret, udahlah gue maafin dia, sekalinya gue kasih kesempatan, malah gue nungguin sampai lumutan, dari bedak masih tebel sampe udah kaya ondel-ondel gara-gara nangis gue ga berhenti, sialan.. tau gitu gue ga usah dandan cetar, tau gitu dari kemarin gue aduin aja sama bos'nya soal kelakuan dia, gw kasih kesempatan malah perlakuin kaya gini, Ngomong bukan cowo murahan, ga taunya kucing didandanin aja lu pacarin, sialan emang itu orang! yang begonyaaaaa.. gue tungguin pula itu kampret ampe berjam-jam, yahhh bego banget gue! ahh....", Erika menjambak rambutnya sendiri sambil menangis, selama perjalanan itu Erika tidak berhenti meluapkan kekesalannya, sambil mengetuk2 jidatnya diiringi dengan tangisan yang menyayat hati, sang driver'pun tanpa berkata apa-apa langsung sigap menyodorkan tissue ke Erika sebagai bentuk simpatinya. Perlakuan itulah yang membuat Erika menghentikan tangisannya dan mulai merasa sedikit tenang, sambil menatap nanar Patung Satria Gatot Kaca yang dilewati, Erika berkata dalam hatinya "bye kampret! bye bali! bye kesedihan! bye kenangan! mulai saat ini gue akan mencintai diri gue sendiri, selamat tinggal Erika yang lama, dan selamat datang Erika yang baru",
__ADS_1
Haii.. Perkenalan aku Vee, author masih newbie di dunia Literasi, mohon maaf yaa kalau ada kurang-kurang, mohon dimaklumi, aku akan terus upgrade diri, sehingga Novel ini dapat menjadi Novel Favorit teman-teman semua 💕 Jangan lupa comment dan like'nya yaaa, Terimakasihhh temann 💕
__ADS_1