
POV Erika
["Kamu dimana, maksud kamu apa chat itu?? Jangan banyak drama deh, hun!"]
Yaa Tuhan sedari tadi dia hanya balas seakan lupa kalau aku harus flight ke Jakarta, merasa ga ada dosa ditambah embel-embel drama, Muak..sungguh muak aku melihat balasan chatnya.
__ADS_1
"Oke.. Just Read aja deh.." Akupun lantas keluar dari aplikasi hijau dan mulai memasang salah satu earphone seraya mendengarkan lagu yang menenangkan hati, sambil menunggu panggilan untuk boarding dan entah mengapa seketika aku mendapatkan ilham untuk merubah nama kontak Rian menjadi PRIA PECUNDANG, lucu juga.
"Ahh... kamu nakal sayang..", des*h*n lolos dari bibir sang wanita, menciptakan romansa tersendiri untuk mereka berdua, sang pria semakin bersemangat untuk memuaskan wanitanya, sampai tiba-tiba terdengar ketukan "Mama.. Mama.. Ade mau ditemenin Mama nonton, Mama kok ga keluar kamar dari pas pulang, masa ade sendirian terus, Ma.. Mama.." tok..tok..tok..tok.. suara ketukan membuat sepasang kekasih itu kaget, namun sedikit lega karena baru menyadari bahwa pintu kamar sudah terkunci, masih ada waktu untuk sang pria kabur melalui balkon. Sang Pria pun lekas mengenakan pakaiannya kembali, "ck..ck.. belum juga tuntas ternyata harus ditahan dulu, biarlah masih ada waktu besok-besok", begitulah pikiran sang pria.
__ADS_1
"Sebentar adeee.. Mama baru beres mandi, tadi berendam dulu", sang wanita langsung mencium mesra prianya seraya berkata "besok kita ketemu lagi ya sayang, kita check in aja yaa", sang pria pun tersenyum manis, dan siap2 untuk keluar melalui balkon kamarnya, "aman.. untung sepi.." seraya berjalan pelan menuju garasi mobil yang terpisah dari rumah utama. Memang pria ini memarkirkan mobilnya di garasi tambahan yang dimiliki oleh sang bos, sehingga tidak terlalu terlihat dari area rumah dan garasi utama. Memang sudah biasa Rian memarkikan mobilnya disana, jauh sebelum perselingkuhan itu terjalin, hal ini dilakukan karena biasanya garasi di rumah utama sering penuh dan memiliki mobilitas yang padat, jadi Rian seringkali segan jika memarkirkan mobilnya disana, walaupun Rian datang kesanapun atas dasar permintaan Bos untuk membantu jika ada pekerjaan tambahan.
Kembali kedalam kamar, dimana sang wanita buru-buru membersihkan sisa-sisa kecupan agar tidak menciptakan bau yang mencolok, mengganti pakaian seraya memperhatikan tubuhnya di kaca, untuk memastikan tidak ada bekas merah di sudut - sudut tertentu. "Phiuphhh.. syukurlah.. semua aman..". Duh.. author juga gemes sama kelakuan gini dah.
Haii.. Perkenalan aku Vee, author masih newbie di dunia Literasi, mohon maaf yaa kalau ada kurang-kurang, mohon dimaklumi, aku akan terus upgrade diri, sehingga Novel ini dapat menjadi Novel Favorit teman-teman semua 💕 Jangan lupa comment dan like'nya yaaa, Terimakasihhh temann 💕
__ADS_1