Heh.. Elo Ganteng??

Heh.. Elo Ganteng??
Teh Manis Hangat Favorit


__ADS_3

Segelas teh manis hangat sudah terletak diatas meja kerja saat Erika datang, setelah meletakkan tas'nya, lantas Erika langsung menyeruput perlahan teh manis hangat yang sudah disiapkan oleh OB dikantornya.


Sruputt...hmmm..rasanya selalu pas..


Mas Yakub, merupakan OB favorit kami dikantor, pria 35tahun dengan badan yang kecil namun lincah dan rajin, membuat Mas Yakub menjadi OB kesayangan kami dikantor, setiap meja selalu lengkap disiapkan minuman favorit masing-masing, ada yang memang menyukai teh manis hangat sepertiku, kopi hitam tanpa gula, kopi susu, sampai es teh manis pun Mas Yakub selalu tahu dan menyajikan dengan takaran yang pas sesuai dengan selera kami masing-masing. Ajaib memang, jadi wajar jika kami tidak segan mengeluarkan uang untuk memberikan jajan tambahan untuk Mas Yakub.


Meminum teh manis hangat dipagi hari, membuat mood seorang Erika langsung membaik seketika, senyum cerah menghiasi wajah cantiknya, dan tiba - tiba ketenangan itu terusik oleh getar telepon yang masuk.


Setelah melihat siapa yang menelepon, lantas Erika mengabaikan telepon tersebut, namun mood'nya seketika berubah, saat tidak lama chat dari Rian pun masuk kedalam handphone'nya


"Phiupphh cobaan apa lagi ini di pagi hari?" ucap Erika pelan.


Erika sengaja mengabaikan chat tersebut, menimbang banyak pekerjaan yang harus di Follow Up karena Erika cuti selama seminggu kemarin.

__ADS_1


Sambil berfokus mengerjakan pekerjaan yang sudah tertunda tersebut, tiba-tiba telepon masuk dari resepsionis kantornya dan mengabarkan bahwa ada telepon atas nama Bapak Rian yang minta disambungkan ke Ibu Erika.


Lantas Erika pun meminta resepsionis yang bertugas tersebut untuk menyebutkan bahwa dia sedang tidak ada ditempat. Erika sangat tidak ingin kefokusannya menjadi terganggu oleh hal yang membuat hatinya sakit.


Erika sangat menghindari agar jangan sampai tangisannya kembali muncul karena melihat ataupun mendengar kalimat dari Rian.


Erika takut jika sampai hal pribadinya menjadi konsumsi publik, karena hal ini dapat mengganggu kredibilitas dirinya dikantor.


Saat jam makan siang, Erika masih belum membuka chat yabg masuk dari Rian, dan entah sudah berapa kali telepon masuk dari Rian yang sudah diabaikan oleh'nya.


Erika lantas mengajak Nia, teman 1 divisinya untuk makan bersama di kantin kantor, Erika memang sangat menyukai ikan kembung pesmol dan perkedel jagung, dan ternyata dikantin kantor, Erika bertemu dengan Reni.


Lantas Reni mendekat dan bergabung dimeja yang sama dengan Erika dan Nia.

__ADS_1


"Mba.. are you oke?" ucap Reni setelah terlihat Nia pergi untuk memesan makanan.


"Ren..jujur..Mba lagi ga baik-baik aja, Ren..Makasihhh banget udah perhatian sekali sama Mba, kalau tadi pagi gak kamu paksa Mba sarapan, entah deh..bisa jadi Mba sakit sekarang, hehehee" jawab Erika sambil terkekeh untuk menutupi perubahan dalam bola matanya yang tiba-tiba terasa ada yang ingin menetes dari sudut matanya.


"Please jangan nangis Erikaaa" ucap Erika dalam hatinya. Akan sangat memalukan jika Erika menangis ditengah kantin.


Melihat raut wajah Erika yang berubah, membuat Reni merasa kaget.


"Mba.. I'm so sorry Mbaa.. Maaf maaf.. aku ga akan bahas sekarang deh, maaf yaa Mba'ku, udah.. ada aku yang temenin dan siap dengarkan Mba, nanti kita me time dulu yuk di Salon biasa sebelum pulang ke Apartment" ucap Reni seraya merangkul Mba Erika.


Erika pun mengangguk dan menjawab " Boleh tuh aku jadi bisa healing" seraya tersenyum tipis.


Haii.. Perkenalan aku Vee, author masih newbie di dunia Literasi, mohon maaf yaa kalau ada kurang-kurang, mohon dimaklumi, aku akan terus upgrade diri, sehingga Novel ini dapat menjadi Novel Favorit teman-teman semua 💕 Jangan lupa comment, vote dan like'nya yaaa, Oya..jangan lupa follow IG'ku @verina_adk 💕🤗

__ADS_1


__ADS_2