
Malam harinya disalah satu unit Apartment area Jakarta Selatan.
"Ren... menurut kamu, Mba layak dicintai ga ya?" ucap Erika seraya melihat pantulan wajah didepan cermin kamarnya saat selesai membersihkan make up di wajahnya.
"Kenapa Mba tanya seperti itu?" sahut Reni tanpa menjawab pertanyaan Erika. Reni saat ini diminta untuk tidur menemani di kamar Erika.
"Jawab dulu Ren... Hmm.. Mba merasa tidak berarti Ren... Mba mau jujur sama kamu... Alasan Mba pindah ke perusahaan ini, karena Mba ingin menabung lebih besar lagi untuk biaya nikah Mba dan Rian, Mba khawatir jika keluarga Mba tidak menyetujui hubungan Mba dengan Rian, maka dari itu kami inisiatif berdua untuk menabung demi masa depan, dan Mba tinggalkan cinta, kehidupan, circle Mba di Bali demi agar lebih cepat tercapai tujuan kami, Mba rela LDR demi mencapai tujuan itu, tapi pada akhirnya kok seperti ini... rasanya sia - sia semuanya, apa karena mba gak cantik ya? kalau soal pekerjaan..mba wanita karir namun masih tetap menjunjung tinggi prinsip suami sebagai kepala rumah tangga.. kenapa mba selalu kurang yaa"
Pengakuan Erika membuat perhatian Reni teralihkan.
Reni langsung merubah posisinya menjadi duduk menghadap Erika.
"Mba... maaf aku baru tahu mengenai hal ini... " sahut Reni seraya memeluk Erika "I'm so sorry to hear that, mba..." lanjutnya tanpa melepaskan pelukannya.
Erika hanya tersenyum seraya berusaha mengurai pelukan Reni, bukan apa - apa.. Erika khawatir lotion pembersih make up menempel di pakaian Reni.
__ADS_1
"I'm oke, kok Ren... hanya seringkali aku merasa kurang... kurang segala - galanya.. malah bisa dikatakan kalau secara ekstrim, kalau aku merasa tidak berharga.. "
"Yaa Allah mba... Mba Erika itu berharga, Mba Cantik, wanita cerdas dan mandiri, memiliki karir yang bagus, pintar memasak dan beres - beres.. upss.. hehehee" sahut Reni sambil menyelipkan candaannya.
"dan oiyaa.. yang terpenting lagi.. Mba Erika itu Body Goals dan memiliki *** Appeal yang besar hehehhehee, maaf loh yaa aku jujurrrr.." Lanjut Reni seraya tertawa puas.
Mendengar hal itu sontak wajah Erika bersemu merah.
Melihat wajah Erika yang memerah. lantas Reni lanjut menggodanya kembali.
"Yaa ampunnn Reniii udah dehhh godain Mba teruss" lantas Erika meraih bantal yang terletak tidak jauh darinya.
Bughhh.. alhasil bantal mendarat dengan telak diwajah Reni.
"Akkhhh mbaaa ahahahahahhahaaaa, iniii cobaaaaa" Reni langsung membalas Erika dengan melemparkan bantal itu kembali.
__ADS_1
Bughhh...
"Ahahahahahaaaa.. Reni kamuu ahahahaahahahaa..." Erika tertawa sangat lepas.
Akhirnya malampun dipenuhi dengan gelak tawa dan jeritan kedua gadis muda ini. Suasana syahdu yanh tadi sempat hadir, tergerus menjadi kebahagiaan.
Memang benar.. bahagia itu jika kita bersama orang yang tepat. Bisa itu pasangan kita, keluarga kita ataupun sahabat kita sendiri, soo... jangan mau wasting time dengan pasangan yang tidak menghargaimu yaaa, karena jika pasanganmu tidak menghargai dirimu, maka 99% kamu pun tidak akan bahagia, nah loh! Be Brave Gaysss.
*
*
Haii.. Perkenalan aku Vee, author masih newbie di dunia Literasi, mohon maaf yaa kalau ada kurang-kurang, mohon dimaklumi, aku akan terus upgrade diri, sehingga Novel ini dapat menjadi Novel Favorit teman-teman semua 💕
Jangan lupa comment dan like'nya yaaa, dan follow IG'ku @nanana_adk
__ADS_1
Terimakasihhh temann 💕