
POV Erika
Entah bagaimana akhirnya hubungan aku dengan Rian, sepertinya akupun sudah merasa lelah seperti wanita yang tidak berharga, percuma aku mengharapkan Rian berubah, sudah berulang kali dia mengecewakanku, namun jujur hatiku masih sayang sekaligus sakit sekali, 4 Tahun sudah aku menghabiskan waktuku dengannya, bahkan orangtuaku tidak setuju pun, aku masih tetap mempertahankannya, entah aku bodoh atau memang aku terlalu naif ya.
"Finally Landing juga" ucapku saat pesawat sudah mendarat di Bandara, aku melepaskan seatbelt dan bergegas keluar sambil menenteng tas tanganku.
Sepertinya aku akan mengaktifkan handphoneku sambil menunggu koper di area Pengambilan Bagasi saja, biar ga repot.
Ting..Ting.. Beberapa pesan masuk ke aplikasi hijau. Namun tidak ada pesan yang kembali masuk dari Rian. "Yaa ampun, kok aku masih ngarep yaa, ah sudahlah yang penting sekarang aku cari makan dulu deh, perut kembung sepertinya karena tadi kebanyakan ngopi", seraya mengelus perutku yang berbunyi.
Ting..
Eh.. ada pesan masuk dari Rian.
[udah sampai, hun? ]
setelah aku read, tidak lama kemudian
PRIA PECUNDANG is typing...
Ting...
[masih ngambek kamu, hun?]
read...
__ADS_1
"Bales ga yaa, tapi kok dia seperti merasa tidak bersalah ya? ga mikir apa ya" runtukku seraya memasukan kembali handphone tersebut kedalam tas.
Ting...
"duh... ada pesan masuk lagi nih, buka ga yahh, tapi aku kepo juga" akupun lantas mengeluarkan kembali handphoneku.
[oh..cuman read aja, Good have fun ya!]
"Beuh..cemanaaaa dia jadi sok-sokan playing victim gini, ta*k ini orang!, Najis tralala trilili dah gue ama diaaaa, hihhhhh esmosi gueeee! " teriakku seraya menarik rambutku.
"Syutt dee.. berisik" tiba-tiba ada suara yang menyadarkanku kembali kebumi. hehehee, malu aku rasanya, seketika kesal hilang berganti dengan rasa malu, untungg aku masih pakai kaca mata hitam yaaa.
Gatel sekali jari ini ingin langsung bales chat'nya
woshahhh... woshahh.. oke Erikaa, mainkah! semangatku dalam hati.
[Hi Pecundang, udah idup sekarang? tetiba cariin gue?]
Centang dua , dan warna abu tersebut langsung berubah warna menjadi biru.
PRIA PECUNDANG is Typing...
[hun... sengaja ajak berantem kamu ya... ]
[Inilah gak sukanya aku sama kamu, Ms. Drama Queen! Segalaaa macem didramain, cape laki digituin kali, ga ada yang bakal kuat sama kamu!]
__ADS_1
[Kamu tau kan aku lagi sibuk, kalau aku ga balas yaa aku lagi sibuk hunn]
[ Kamu emang yg paling engga mengerti aku, aku cape punya hubungan seperti ini!]
[ Laki kerja, kepala jadi kaki, kaki jadi kepala, malah diributin]
[ Be*engs*k kamu, hun! gua tuh cape kaya gini terus! ]
[Set*n emang kamu hun, gua baikin ngelunjak! ]
Astaga..ini berderet amet chat balasannya, astagaaaa umpatan demi umpatannya itu loh.. kesal sekali..masih aja playing victim !
Sepertinya aku tidak perlu menanggapi chat ini dengan cukup panjang, oke, aku balas simple saja daripada darah tinggiku naik.
Me is Typing..
[Udah puas chatnya?]
[Thank you, yaa..]
Wahh..langsung di read dan tidak lama handphoneku bergetar, tanda ada telepon yang masuk.
PRIA PECUNDANG is Calling..
Aku malas sekali harus menanggapi ditambah sedang berada dikeramaian seperti ini, jadi sebaiknya aku diamkan saja, lelah rasanya.
__ADS_1
Haii.. Perkenalan aku Vee, author masih newbie di dunia Literasi, mohon maaf yaa kalau ada kurang-kurang, mohon dimaklumi, aku akan terus upgrade diri, sehingga Novel ini dapat menjadi Novel Favorit teman-teman semua 💕 Jangan lupa comment, vote dan like'nya yaaa, Oya..jangan lupa follow IG'ku @verina_ask 💕🤗