Heh.. Elo Ganteng??

Heh.. Elo Ganteng??
Tante Tina


__ADS_3

POV Erika


"Heiii... sayangggg... aduhh kemana aja kamuu?? Kok ga pernah mampir kerumah Mama sihhh??"


Degh... Baru saja aku masuk kedalam area salon, kenapa aku harus ketemu Tante Tina disini.


Oya, Tante Tina adalah Calon Mama Mertua, atau biasa aku persingkat dengan panggilan Camamer.


Tante Tina karakter Camamer impian sebenarnya, dari awal aku diperkenalkan dengannya oleh Rian, selain karena beliau benar-benar welcome padaku ,beliau juga merupakan tipikal Mama-mama gaul yang bisa menyeimbangi obrolan kami anak-anaknya, dengan suasana santai, setiap aku datang berkunjung dan menengok, beliau selalu memasakkan masakan favoritku, mengajak aku berbelanja bersama, menghabiskan waktu santai dengan ngopi berdua, dan beberapa kegiatan yang menyenangkan lainnya. Beliau selalu memintaku untuk memanggilnya dengan panggilan Mama, hanya memang rasanya aku belum mau memanggilnya dengan panggilan seakrab itu, aku khawatir akal hal terburuk nanti akan ada rasa semakin kecewa jika memang Rian bukan jodohku, apalagi sekarang Rian semakin bertingkah saja, kecewa sekali rasanya. Percuma jika Camamer baik namun anaknya ber*ngs*k kan?

__ADS_1


Aku coba tersenyum semanis mungkin dan membalas rangkulan TanteTina, lalu menjawab pertanyaannya dengan sebaik mungkin.


"Tante.. maafkan aku belum sempat mampir menengok tante, aku benar-benar lagi sibuk sekali dikantor, karena minggu kemarin aku ke Bali tengok Ian" , jawabku sambil tersenyum dan melepaskan pelukannya.


Ian merupakan panggilan kecil Tante Tina pada anak lelaki keduanya itu.


"Iya... ga apa sayang, berapa lama di Bali'nya sayang? kok ga cerita sama Mama, kan Mama mau ikut juga kesana tengokin Ian sambil nikmatin sunset bareng ya kannn" ucap Tante Tina.


"Yaudah ga apa sayang, masih bisa nanti-nanti kita berlibur bareng yaa, yaudh sekarang pasti kamu mau treatment dulu yaaa, Mama pulang duluan kalau gitu yaa, Mama sudah ada janji juga dengan teman tante di Cafe A. Byee sayang.. inget mampir kerumah Mama, okay?" ucap tante sambil mengecup pipiku.

__ADS_1


"Bye Tantee, iyaa..nanti kalau aku udah ga sibuk, aku main kerumah" jawabku.


Phiuphhh.. akhirnya Tante Tina pergi juga, tidak menyangka malah bertemu dengan Camamer disini, padahal aku sengaja datang sepulang kerja agar mengurangi kemungkinan bisa bertemu dengan Tante Tina disini, mengingat memang rumah Tante dekat dari sini dan Salon ini merupakan salon langganannya yang diperkenalkan kepadaku waktu pertama kali Tante mengajakku Treatment bareng.


Terlihat Reni yang masih duduk di ruang tunggu untuk menungguku, saat melihatku datang, Reni langsung tersenyum dan berkata "kok bisa yaa ngepas banget ketemu disini sama Tante Tina, Mba.."


Aku hanya menjawab dengan gelengan seraya menghela nafas panjang.


"Yuk Ren, kita treatment dulu, biar urat-urat dikepala dan pundak kita gak tegang nih", jawabku untuk mengalihkan pertanyaan lebih lanjut yang jelas-jelas aku pun tidak bisa menyangkanya.

__ADS_1


Kami berdua pun memulai treatment dan menghabiskan waktu berdua dengan mempercantik dan memanjakan diri, memang..ini me time yang palingg aku sukai, Reni memang mengerti aku.


Haii.. Hai.. Perkenalan aku Vee, author masih newbie di dunia Literasi, mohon maaf yaa kalau ada kurang-kurang, mohon dimaklumi, aku akan terus upgrade diri, sehingga Novel ini dapat menjadi Novel Favorit teman-teman semua 💕 Jangan lupa comment, vote dan like'nya yaaa, Oya..jangan lupa follow IG'ku @verina_adk 💕🤗


__ADS_2