Hidangan Makan Malam

Hidangan Makan Malam
satu


__ADS_3

embun pagi menghiasi perbukitan begitu juga pada kebun jagung milik Elisa, hari ini Elisa dengan berbangga hati membantu kakek nya memetik jagung mengunakan kereta kuda. senyuman nya yang manis membuat suasana pagi itu terasa lebih berwarna.


seorang pria berbaju bagus dan mahal menghampiri si kakek dan mengobrol dengan serius. sesekali memandangi ladang jagung.


sebelum pergi Elisa mendengar kalimat familiar, " berikan saja...... -" kalimat itu putus secara halus karena angin yang membawanya.


Elisa mendengar suara itu meragukan keselamatan ladang jagung milik kakeknya. tidak heran jika pemerintah ingin mengambil nya. karena luas lahan yang luas dan tanah yang subur dengan adanya sumber air mata di perbukitan mengalir di simpang jalan perkebunan.


kakek Elisa berjalan menuju ruang tamu dengan kaki lemas dan gemetar. Elisa yang baik hati membuat kan teh hangat dan sepiring roti mentega. duduk manis di hadapan nya, menunggu kakek menceritakan masalah yang sama.


kakek nya memejamkan mata untuk beristirahat sejenak, melihat itu Elisa berinisiatif menghampiri pegawai negeri yang masih di desa.


mengenakan jaket kulit serigala berbulu putih, Elisa membawa dirinya menuju orang itu. belum sempat memberi salam si pegawai sudah pergi mengunakan kuda yang bertubuh kuat, kekar.ingin berteriak laki-laki itu sudah menghilang dari pandang an.


Elisa berbalik arah menuju rumah bibi di desa untuk bertamu.


belum sempat memberi salam, nasib sial menghampiri nya, segerombolan domba menabrak tubuh nya dan jatuh ke tanah.


secercah umpatan keluar dari bibir nya, hendak berdiri tangan nya mengengam kotoran kuda. seketika karisma nya hilang di bawa angin...


anak bibi bernama adam merseyside, membantu Elisa membersihkan diri sambil mentertawakan kesialan Elisa.


Elisa dengan muka cemberut melamun sambil membersihkan diri nya. adam melihat kepribadian aneh Elisa memegang pundak kecilnya.


"apa yang terjadi" tanya adam.


Elisa menceritakan kejadian barusan kepada adam. adam mengangguk pelan.


"aku paham, sepertinya ladang mu menarik perhatian pemerintah..... walaupun di tolak seperti apa, tidak akan membuat mereka mundur. "


Elisa pasrah mendengar nya. dengan mata sembap Elisa memeluk tubuh adam yang hangat.


"aku harus bagaimana... hiks... hikss... himsss... "

__ADS_1


"menjauhhh.... ingus mu meleleh" gertak adam. sembari membersihkan air mata Elisa.


"lebih baik kau membuat kesepakatan dan menjalin kerjasama" kata adam


Elisa menemukan secerah harapan untuk menyelamatkan ladang jagung nya.


buru-buru pergi tanpa menyentuh teh dari adam. bergegas menemui kakeknya.


malam hari Elisa menjelaskan tentang cara menyelamatkan ladang jagung, dan memberikan solusinya.


kakeknya tersenyum bangga mendapati cucunya seorang wanita yang pintar. kakek menepuk pundak Elisa.


"pakailah pakaian yang sopan, mereka akan ke sini" ujar kakek.


Elisa mengangguk paham, ia akan pertempur lagi untuk yang kesekian kali nya. melawan kehausan pemerintah untuk mengambil alih tanah subur.


tak usah berlama-lama.


keesokan pagi nya. Elisa mengunakan baju yang sopan dan bersih, menandakan bahwa ladang nya memang bagus. (untuk menambah memanasi kekalahan pihak negeri).


"umur ku sudah 16 tahun, aku rasa aku bisa.... " jawab Elisa dengan bangga.


"mau kah kau menikah? " tanya si kakek lembut.


Elisa memasang wajah serius sperti deddy kobuzer.


"tidak akan. selagi aku belum melihat anak nakal itu kembali, aku tidak akan ke mana-mana" jawab elisa karna sudah terbiasa dengan ucapan si kakek.


Elisa mencurigai kali ini si kakek serius, biasanya ia akan tertawa jika Elisa selesai menjawab.


"aku tidak yakin abang mu kembali. aku takut suatu hari nanti kakek akan meninggalkan mu seorang diri.... " lesu si kakek sambil memegang dadanya.


Elisa cemberut dan terharu, memeluk si kakek yang lemah.

__ADS_1


Elisa memantap kan diri, plakkk..... Elisa menampar dirinya membuat kakek shock.


"Elisa.... " panggil kakek.


"baik.aku akan menikah tetapi aku yang akan mencari sendiri"


kakek tersenyum bahagia. kebetulan kelompok orang dari pemerintah menghampiri mereka.


selama dua jam, pihak kakek kalah.


"Elisa... bagaimana ini" tanya si kakek.


"banjingan kalian.... aku tidak akan sudi walaupun aku mati. "


"kalian tidak bisa melawan ini perintah langsung dari raja. apa kalian ingin membakang" bentak prajurit langsung.


seketika harapan hilang. 5 tahun perlawanan akhirnya hari ini mereka akan menjadi kumpulan pengemis di ibu kota.


"aku akan memberi kalian pilihan, kebetulan di ibu kota,kami tidak menemukan seorang gadis perawan. jika cucu mu dapat melahirkan seorang putra, ladang ini akan di kembali sebagai bentuk terimakasih. cucu mu sendiri akan di tempat kan di kursi yang sewajarnya" celoteh pegawai negeri.


Elisa menduga bahwa ini penipuan. dan lari keluar rumah. belum sempat jauh dari rumah adam membawa Elisa mengunakan kuda menuju desa lain.


di pertengahan jalan adam di tembaki 2 peluru tepat di pundak dan lengan adam. sejenak adam dapat menenangi diri, tetapi kuda yang di bawa tidak dapat di kendalikan dan jatuh di tanah yang sembab.


sekelompok orang menangkap adam dan Elisa. jubah mewah, wajah tampan dan ber etika mendekati Elisa.


"apa kau mau aku menyelamatkan kekasih kecil mu.... " tanya nya.


Elisa tidak habis pikir kenapa nasib ini menimpah adam.


"tolon-" jari berbungkus kain tangan yang terbuat dari kain mahal menutupi bibir nya.


"ikut kami ke ibu kota. atas nama ku, aku akan menyelamatkan nyawa si pemberontak ini".... dengan angkuh berdiri , menunggu jawaban Elisa.

__ADS_1


Elisa menatap dirinya dengan kebencian, darah terus keluar dari adam. membuat Elisa susah untuk berpikir jernih.


__ADS_2