
Kakek Elisa terharu mengetahui cucu nya selamat dan berdiri tegak di hadapan nya.
Melihat kedatangan si kakek Elisa tanpa memikirkan etika nya, berlari menghampiri si kakek. Menerjang bagaikan ombak.
Melihat itu semua pangeran yohan berdiri di tengah tengah mereka berharap Elisa memuji kebaikannya.
Bagaikan angin. Elisa menarik sang kakek untuk makan malam padahal si kakek udah makan dengan pangeran yohan.
"Apa begitu sikap mu dengan pangeran yohan selama ini. Ingat dia itu suami masa depan mu" kata kakek.
Elisa menarik tangan pangeran yohan juga. Duduk di meja makan.
Makan malam itu hanya di hadiri secara keluarga saja. Hidangan Tersajikan. Tanpa aba aba Elisa makan dengan lahap.
Pangeran yohan tersenyum. Terkekeh kecil. Ia tahu bahwa nafsu makannya banyak hanya karena kehadiran sang kakek.
Sejenak pangeran yohan terdiam. Berarti ia bukan tandingan si kakek.yang awalnya gembira kembali murung.
Elisa menyodorkan kaki bebek guling pada pangeran yohan dengan sikap yang tak sopan, hampir sang kakek marah.
Tapi pangeran yohan tersenyum dan langsung makan dari tangan Elisa. Elisa bagaikan terkena sejuta bunga. Tersipu malu.
Melihat keromantisan anak muda di depan mata nya membuat sang kakek diam. Mungkin Elisa bisa memenangkan hati pangeran yohan.
Begitu saja, tidak usaha basa basi.
Jendral muda menjelaskan bahwa tamu luar istana hanya boleh menginap semalaman.
Mengetahui itu sang kakek tidak banyak tingkah dan menyetujui peraturan tersebut.
__ADS_1
"Seperti orang asing saja" celetuk kakek.
Elisa menatap sang kakek,
Seminggu kemudian.
Elisa tidak bangun dari tidur. Seperti mati begitu saja.
Noah yang merasakan aneh. Memanggil dokter dan jendral muda. Untuk melihat keadaan Elisa.
"Semenjak Elisa bangun. Banyak hal aneh terjadi pada diri nya. " ucap jendral muda.
"Apa mungkin nona Elisa seorang iblis" celetuk salah satu prajurit.
"Jaga bicara mu. Jika di dengar pangeran yohan, lidah mu tidak akan selamat".
" bagaimana kalau kita mencari bukti dahulu " saran noah melindungi Elisa. Dengan berpura-pura mengikuti alur sang jendral.
bau-bau kejahatan mulai tercium. noah berperan memberi saran. ia fokus menjaga nona Elisa yang masih belum bangun.
sesekali mengirim pesan kepada pangeran yohan. bahwa ia mencium bau busuk dari hati jendral muda. dan menjelaskan rencana jendral muda serta memberi saran.
pangeran yohan tersenyum mengetahui jika ada yang mau menyakiti calon istri tercintanya. dan memberikan semua tanggungjawab melindungi nona Elisa kepada noah.
"ini kesempatan ku untuk menebus kesalahan ku sebelum nya. Aku harus bisa membuka kedok mereka di depan umum".
di tempat lain.
wanita bordil menemui sang kakek di tempat rumah yang cantik di tepi bukit tempat para menteri istirahat siang. dengan tatapan haus nafsu wanita bordil yang membunuh Elisa mendekati si kakek. sebelum itu pangeran yohan ikut dengan kakek Elisa menjalankan balas demam kematian pertama cucunya serta calon istri yohan.
__ADS_1
wanita bordil itu mengalihkan tatapan nya kepada pangeran yohan. terjadi lah perdebatan dan perkelahian sesekali yohan hampir kehilangan kemampuan melihat nya.
" sihir wanita ini sangat kuat. pangeran harus berhati-hati! jangan melihat matanya" ucap kakek Elisa.
pangeran yohan mengangguk dan melanjutkan pertempuran mereka. selama 4jam itu. wanita bordil tidak terluka sama sekali.
"serahkan wanita yang bernama Elisa, maka kalian akan Aku bebas kan" perintah nya.
pangeran yohan dengan tanguh menolak.
"apa yang kau inginkan dari dirinya" tanya pangeran yohan.
wanita bordil itu merayu pangeran, mendekati dan mengoda pangeran.
"tentu saja untuk keabadian. seluruh wanita di kota ini tidak ada yang perawan lagi. Aku muak" kata gadis malam itu.
mendengar itu sang pangeran paham. siapa dalangnya.
pangeran yohan kemudian mengambil beberapa garam dan menghamburkan ke wajahnya.
seketika wajahnya berubah menjadi sangat tua penuh nanah. tetapi tubuh nya masih cantik dan sehat.
pangeran yohan sampai ingin muntah. mengingat korban yang pernah main dengan nya.
"kasihan rakyat ku bermain dengan wanita tua... ha...ha.. ha... " ucap pangeran dengan akhiran tawa.
wanita bordil itu kabur.
menyisakan pangeran yohan dan kakek Elisa yang pingsan.
__ADS_1
entah bagaimana prajurit telat datang.