Hidangan Makan Malam

Hidangan Makan Malam
ketiga


__ADS_3

masih bertatap tatapan.


pangeran dengan sigap mendorong Elisa. dan memberi kode kaki nya kesemutan.


Elisa yang hendak pergi di tahan oleh pangeran dan berharap di bawa jalan jalan bersama dirinya.


Elisa menghela nafas, mendorong pangeran ke tempat lain, tepatnya ke ruangan ibu suri. Elisa memberi hormat, air muka nya terlihat ramah dan gampang untuk di dekati.


ibu suri menghampiri Elisa melihat tanda di tangan. bergembira melihat nya.


"gadis yang baik. kau memang cocok untuk cucu ku yang malang ini. maaf atas penampilan cucu ku. " kata ibu suri.


Elisa tidak memberatkan penampilan yohan. asal kan ganteng, umur pangeran pasti tidak akan lama pikir Elisa.


semalam penuh mereka bertiga ngobrol. dan menentukan tanggal pernikahan.


Elisa terkejut, ternyata ini tidak mudah. cukup lama menentukan nya. 4 tahun 4 bulan 4 hari.


di kamar Elisa.


Elisa memeluk bantal nya dan termenung memikir kan nasib kakeknya yang tinggal seorang diri dengan tubuh yang tua...


......


di desa


desa mengadakan pesta yang meriah menjadikan kakek Elisa sebagai orang yang keluar dari kemalangan. kakek Elisa bersenang-senang bersama warga desa.


sedang kan adam minum anggur dengan perasaan tidak senang. sangking banyaknya ia bergumam sendiri, teman nya melisa datang membopong adam kembali ke rumah nya dengan niat lain.

__ADS_1


pagi hari yang suram...... kebetulan hujan. pangeran tanpa berhenti memeluk Elisa di ranjang. mengagumi Elisa yang memiliki paras cantik dan imut. pangeran tak henti-henti tersenyum.


Elisa yang merasakan sakit pinggang menahan diri agar tidak menyinggung perasaan pangeran rela melakukan nya asalkan tidak berlebihan.


berbaring bersama kuda lebih baik dari pada bersama seorang pria. batin Elisa bersuara. Elisa melihat luar jendela, hujan tidak berhenti juga.


"pangeran apa maksud pernikahan yang terpaut jauh itu.... apa kalian memiliki rencana? " tanya Elisa.


pangeran menggeleng kan kepala. dan mengeratkan pelukan nya. membuat tubuh pangeran terasa hangat.


noah yang berdiri di samping ranjang merasakan sesak nafas Elisa. tetapi baginya jika itu menyenangkan pangeran tidak apa-apa. karena pangeran hanya menampilkan sisi manjanya hanya bersama Elisa.


"sepuluh tahun, baru kali ini aku melihat pangeran tersenyum dan bersikap manja, seperti nya pangeran menyukai nona Elisa" ucap noah dalam hati.


sampai hujan redah pangeran di tinggalin oleh Elisa. karena ketiduran pangeran kehilangan Elisa. jendral menenangkan pangeran. bahwa Elisa hanya pergi berendam.


pangeran menenangkan diri. meminta bantuan asisten nya membopong dirinya ke kursi roda untuk menghampiri Elisa.


"cabul.... " teriak Elisa.


pangeran tersenyum memberi kode bisu bahwa ia akan menjadi suaminya. apa Elisa lupa.


Elisa menenggelamkan kepala nya, hanya wajah nya.


wajah pangeran memerah melihat Elisa yang polos dan cantik.


melihat muka mesum pangeran membuat Elisa mempercepat suara nyan


"pangeran ku mohon anda keluar"

__ADS_1


"kita belum resmi. harus menghormati privasi masing-masing".


mendengar itu. pangeran pergi dengan hati sedih. Elisa pun bisa melanjutkan kan perendaman diri dengan tenang.


" aku seperti terbiasa, apa aku berubah? "tanya Elisa.


pangeran di luar merasa kecewa, semua wanita menanti kan kehadiran pangeran, mengagumi ketampanannya. mengapa Elisa tidak. bahkan menahan diri nya agar tidak pergi di abaikan Elisa.


Elisa selesai membersihkan diri dan pergi ke perpustakaan, ada yang ia belum ketahui.dan mencari di perpustakaan kerajaan.


Elisa sibuk memilih buku yang jumlah nya tidak terhitung. melihat Elisa yang dari tadi tidak mendapatkan apa yang ia cari pengurus perpustakaan kerajaan menghampiri nya, memperkenalkan diri nya.


" nona salam sejahtera untuk mu. perkenalkan saya jeno pengurus perpustakaan. kebetulan tahun ini umur saya 17 tahun. cukup dewasa bukan.... ha.. ha.. ha... "


melihat sikap Jeno. Elisa berfikir ia mudah di hasut dan terlalu terbuka sebagai pegawai kerajaan.


Elisa memberi salam. dan menjelaskan buku apa yang ia cari.


"oh anda mencari buku hewan bison. untuk apa? " tanya Jeno


Elisa menjelaskan bahwa bison sangat berharga dan mahal. daging nya memberi tantangan sendiri untuk di makan.


Jeno memahami selera Elisa yang berasal dari perdesaan.


Jeno menemani Elisa membaca buku dan mengobrol bersama.


lupa dengan makan siang dan sore bersama pangeran. karena Buku-buku yang ia baca seperti sihir yang memikat pikiran seseorang.


tiba-tiba kepala perpustakaan mendatangi mereka bertiga. memberi tahu pangeran mencari Elisa.

__ADS_1


Elisa buru-buru pamit dan pergi menghampiri pangeran di kamar nya. noah yang takut karna lalai berdoa untuk keselamatan nya.


"apa di sini ada portal ke dunia lain...." sedih noah sambil berlari bersama Elisa.


__ADS_2