
jeng jeng jeng.
Elisa mengakui noah laki-laki. ternyata tubuh nya lumayan bagus. Elisa memeluk noah agar noah sadar. sebelum bangun ternyata noah sudah di cambuk sebagai tanda penghilang dosa.
beda dengan jendral yang nasibnya di asingkan. tetapi Elisa tidak memperdulikan nya.
noah siuman dan mendapati Elisa masih bernafas. noah tersenyum bahagia. ia tahu Elisa tidak mungkin mokat begitu saja. Elisa membantu noah keluar dari penjara. Jeno yang kurang waktu bermain sengaja membantu Elisa dan noah.
di kamar Jeno. Elisa memanggil dokter pribadinya untuk menyembuhkan luka luka di tubuh nya.
noah ingin berbicara tetapi di tahan oleh Jeno.
Jeno dan Elisa duduk di kursi lain, mengobrol tentang fenomena yang di alami Elisa .
Elisa tersenyum dan menceritakan tentang rumah bordil. membahas bordil, Jeno memutus cerita Elisa.
"apa wanita itu memiliki luka di tangan kanannya" tanya Jeno
"tidak tahu. aku cuma memperhatikan tariannya".
Jeno bergegas mencari jendral muda, ia tahu siapa wanita hebat itu.
Elisa menghampiri noah yang terbaring lemah. dengan nafas terengah-engah noah menerima sakit itu.
__ADS_1
" aku wajar mendapatkan ini semua. aku tidak becus melindungi mu"kata noah
"tidak.... aku tidak berfikir begitu. istirahat lah. esok aku harus mendatangi kediaman pangeran yohan, aku bisa sendiri. jangan khawatir" kata Elisa.
setelah itu Elisa pergi mencari pangeran yohan.
...----------------...
kakek Elisa berangkat dari desa menuju ibu kota untuk menjenguk hari terakhir pertemuan mereka. kakek Elisa membawa sekarung jagung sebagai dupa kematian (itu yang di bakar untuk si mayit.
perjalanan yang memakan waktu 5 jam. membuat kakek berjanji pada diri sendiri bahwa ia tidak akan keluar desa lagi. pinggang nya sungguh sakit, rematik nya kambuh.
Elisa berbaring di kamar nya. untuk beristirahat. jendral muda melarang pertemuan mereka karena takut bangkit nya nona Elisa kembali, membawa virus mematikan.
sungguh ide itu banyak, tetapi jari ku letoy. ngomong ngomong, Hai bocil SMP.
jendral muda, bernama Abraham. memberi laporan tentang Elisa yang ingin menemui pangeran yohan.
yohan berdiri dan menyodorkan pedang ▬▬ι═══════ﺤ di leher Abraham.
"ia bukan monster, bawa aku ke sana" perintah pangeran dengan sisi serigala nya.
jendral Abraham mematuhi perintah pangeran dan membawa pangeran menuju kediaman Elisa. belum pertengahan jalan. mereka di hadang ibu suri.
__ADS_1
"yang mulia pangeran. sebaiknya niat anda di tahan. kita tahu penyebab Elisa bisa lari dari kematian nya".
pangeran memikirkan nya lagi. tetapi tetap tidak mempan. pangeran yohan tetap ingin bertemu Elisa. ia mengkhawatirkan calon istri nya.
jendral muda mengantarkan yohan menuju kediaman elisa. belum lama ibunya datang, memberi tahu tentang kedatangan kakek Elisa.
yohan tersenyum senang. buru buru mengurung kan niat nya. dan mengatur pertemuan mereka.
di ruang makan kerajaan kakek Elisa dan yohan berbicara santai sebelum memasuki pembicaraan inti.
" aku dengar dengar wanita itu kembali muncul. bukan nya ia sudah di asingkan " tanya kakek
"memang.aku tidak menyangka dia mau melakukan hal yang buruk pada Elisa"
"pangeran aku mempercayai Elisa padamu. jika hari yang di tentukan aku akan memberi tahu di mana letak benda sakti itu" kata kakek
" tentu saja. kesempatan yang di beri tuhan sekali lagi tidak akan aku sia siakan "
mereka tertawa setelah itu.
"apa Elisa tidak tahu bahwa aku berkerabat dengan mu" tanya kakek.
pangeran Mengelengkan kepala. meneguk segelas anggur. untuk kedatangan si kakek manta menteri Pertahanan periode kedua yang agung. demi ayah Elisa, si kakek rela mencabut gelar kehormatan nya.
__ADS_1