HIJRAH KITA

HIJRAH KITA
kampus


__ADS_3

Hari ini adalah hari Intan masuk ke salah satu universitas ternama di Indonesia, dengan gaya biasa wajah acuh tak acuh handset putih yang menutupi suara bising mahasiswa yang berkeliaran, rok hitam longgar di padukan dengan baju berwarna marun dan jilbab menutupi dada berwarna hitam memberi kesan sifatnya sendiri.


Langkah kakinya terhenti saat mendengar teriakan yang mengusik alunan lagu, Intan melihat ada wanita yang sedang ditarik paksa oleh beberapa pria, intan menebalkan telinganya agar bisa mendengar ucapan wanita itu yang sedang ditarik paksa oleh beberapa pria itu.


"Gue bilang gak mau!" Teriaknya.


"Ya elah pelit amat sih, cuma mau minta nomer telpon doang" ujar salah satu pria itu.


"Kalau jadi cewek itu jangan sok jual mahal Napa nanti gak ada yang mau, emangnya mau jadi perawan tua hahaha!" Ucap pria lain tertawa dan tawanya di ikuti oleh teman temannya.


Intan mendekat dan langsung menarik tangan wanita itu ke belakangnya, semua pria terkejut dengan kedatangannya.


"Wih ada pahlawan nih" ejek salah satu pria itu sambil tepuk tangan "Lo tau sama siapa lo cari masalah?" Lanjutnya.


Intan hanya diam dan mulai melangkahkan kakinya untuk meninggalkan pria pria itu, Tapi baru dua langkah tangannya dicekal oleh salah satu pria didekatnya.


"Lepas" ujar intan datar, pria yang mencekal lengan intan mulai menarik paksa untuk mengikuti langkahnya. "Gue bilang lepas" teriak intan didepan wajah pria yang mencekal lengan intan.


"Lo berani teriak di depan gue" teriakan pria itu bahkan lebih keras dari teriakan intan. Cekalannya semakin menjadi, intan memberontak untuk melepaskan cengkraman itu dan tangannya berhasil terlepas "loe berani sama gue" teriaknya lagi.


Bughh....


Pria itu memukul intan tapi sayangnya pukulan itu mengenai udara karena intan menghindar, pria itu mulai memukul lagi beberapa kali hingga membuatnya geram sendiri ia pun ingin memukul intan di sisi lain tapi pukulannya itu di tahan oleh intan.


Krak...


Suara tulang patah terdengar jelas dengan teriakan pria itu intan membanting tubuh pria yang sedang kesakitan itu dengan sekali hentakan.


Dua orang pria sekaligus menyerang intan tapi sayangnya tak ada satupun yang mengenainya, hingga salah satu pria berhasil melukai intan di area pipi kanannya, tapi intan tak menyerah begitu saja intan langsung memukulnya kembali hingga pria itu menyerah, banyak pasang mata yang menyaksikan kejadian itu, dan banyak juga yang mengomentarinya.


Disisi lain seorang wanita berjalan dengan gayanya seperti biasa, ia memakai pakaian serba hitam dengan rambut yang di kuncir kuda.


Langkah kakinya terhenti saat ia mendengar ucapan seseorang tentang pertengkaran membuatnya ikut tertarik mungkin karena jiwa pembunuhnya hadir disaat itu juga.

__ADS_1


Siapa sangka seorang Eva alias Adeva Afshen Meysha adalah gadis si pembunuh bayaran sejak masih sekolah bahkan orang tua angkatnya tidak mengetahui hal itu dan saat ini Eva mempunyai kelompok yang bernama evil in the dark yang di ketuai oleh seseorang yang Eva sendiri tidak mengetahuinya bahkan Eva sendiri sedang mencari sosok ketua dari gengnya itu.


"Sorry tadi kalian bilang ada yang bertengkar ya?" Ujar eva memastikan pendengarnya tidak salah


"Iya, seorang wanita berjilbab sedang bertengkar dengan ketos kita di lapangan sana" ujar wanita yang sempat membuat perhatian Eva teralihkan dengan menunjukkan tempat perkelahian itu.


"Ok thanks" ujarnya lalu pergi menuju lapangan dan benar saja di sekitar lapangan sudah banyak yang berkerumun melihat pertikaian itu.


Eva hanya memperhatikan perkelahian itu.


"Keren ya perempuan itu, berani banget sama ketos kita!"


"Iya ya, hebat banget coba aja dari dulu ada wanita itu pasti kampus kita tentram"


"Baru kali ini ada cewek seberani dia"


"Belum tau aja ketos kita kaya apa, dia kan baru di kampus ini"


Dan masih banyak lagi pujian dan cibiran yang keluar dari mulut mahasiswa mahasiswa itu.


Jika dua orang paruh baya tidak datang mungkin intan sudah terkena pukulan dari belakangnya.


"Sudah sudah semuanya kembali ke kelas masing-masing dan Roy bawa Rendy ke UKS biar cepat di obati oleh dokter di sana setelah selesai kalian berdua keruangan saya dan kalian semua ikut saya" ujar pria itu dengan tegas dan lugas


Mereka semua pergi menuju ruang BK


"Coba jelaskan bagaimana kalian bisa berkelahi dan kamu" ujarnya sambil menunjuk ke arah intan "bukannya kamu itu mahasiswa pindahan dan hari ini adalah hari pertama kamu di kampus ini tapi kenapa kamu membuat berkelahi di kampus baru kamu?" Tanyanya


"Maaf pak saya yang akan menjawabnya, sebenarnya mahasiswa baru ini menolong saya pak karena saya di ganggu sama mereka" ujar wanita yang di tolong intan menunjuk ke arah pria yang Mengganggunya.


"Enggak pak dia bohong" ujar salah satu pria sambil menunjuk wanita itu.


"Iya pak dia bohong"

__ADS_1


Adu mulut pun terjadi di antara mereka hingga suara meja yang dipukul dan suara teriakan pria paruh baya itu terdengar di telinga mereka, intan hanya diam dan memperhatikan perdebatan itu.


Di sisi lain Rendy dan Roy yang baru saja keluar dari ruangan UKS menghentikan langkahnya.


"Em... Roy lo mau ke BK ?" Tanya Rendy


"Males gue nanti biar mereka bertiga ajalah yang dapet hukuman"


"Yeh... Dasar lo gak berperi persahabatan"


"Emangnya lo mau?"


"Kagak" ujar Rendy mereka berdua pun akhirnya tertawa dan bergurau melupakan apa yang sempat terjadi. Mata Rendy seketika melihat Eva yang sedang berjalan, entah apa yang berada di pikirannya


"Roy tolongin gue dong, tolong panggilin Eva cepetan!"


"Buat apa manggil dia?"


"Udah cepetan keburu dia ilang dari pandangan kita" ujarnya lalu tiba-tiba tangan kirinya dirangkulkan dipundak Roy membuat Roy terkejut dengan tingkah sahabatnya itu, Roy pun memanggil Eva dan mendekat atas perintah Rendy tentunya,


"Em...."


"Sayang tangan aku sakit, kata dokter tulang tangan aku patah" ujar Rendy dengan wajah yang di buat menyedihkan.


Roy yang melihat tingkah Rendy seperti orang yang kesurupan itu mulai mengerti maksudnya.


"Ia va kasian dia, apalagi yang patah tangan kanannya, udah pasti dia gak bisa makan nanti" ucap Rio


"Emang gue peduli!" Ujarnya lalu pergi.


Melihat Eva pergi menjauh Rendy langsung mengejar Eva.


"Kamu mau kemana sayang?" Tanya Rendy yang terus mengekori Eva sampai parkiran.

__ADS_1


"Stop panggil gue dengan sebutan sayang karena gue bukan siapa-siapa lo dan, bukan urusan lo gue mau kemana" ujar Eva


Eva langsung menaiki motor ninjanya dan langsung meninggalkan Rendy ditempat parkiran yang luas itu.


__ADS_2