HIJRAH KITA

HIJRAH KITA
kabarnya


__ADS_3

Saat ini Eva sendiri sedang sibuk-sibuknya mencari seseorang yang bernama David, walau kesehariannya seperti biasa ia selalu menyempatkan untuk mencari pria itu.


Sudah tiga hari ini intan disekap didalam ruangan itu dan sudah tiga hari ini intan berusaha untuk terlepas dari jeratan itu, intan langsung diam saat pintu terbuka agar orang yang masuk tidak mengetahui ia sedang berusaha untuk terlepas dari jeratan yang sangat menyiksa baginya itu.


"Apa kau kenal dengan seseorang yang bernama David?" Ujar seseorang yang baru saja datang, "motor yang kau tumpangi itu motor David bukan?" Lanjutnya


"Aku tidak tau siapa yang kau cari dan aku tidak mengenal seseorang yang bernama David itu, dan masalah motor itu bukan motor David, motor itu milik keluargaku!" Ujar intan berbohong tentang David karena ia tak ingin orang lain menyakiti keluarganya.


"Lalu jaket yang kau kenakan itu.." belum sempat seseorang itu meneruskan ucapannya intan langsung memotongnya.


"Aku sudah katakan padamu berkali-kali bahwa aku tidak mengenal David, dan memangnya pabrik pembuatan jaket hanya membuatkan jaket untuk David saja" ujar intan mengelabui agar sang lawan percaya akan hal itu. "Dan tolong lepaskan aku, karena aku punya kegiatan yang harus aku lakukan apalagi pasti keluargaku sedang mencari ku beliau pasti sudah melapor ke polisi, memangnya anda mau dipenjara nanti" lanjutnya menakuti pria yang ada di depannya itu.


Disisi lain Eva yang sedang berada di rumahnya mendapatkan kabar bahwa sang bos akan datang menemui seseorang yang telah melukainya.


"Hm..."


"........"


"Apa, kau tidak sedang membohongiku kan!"


"......."


"Bagaimana ini, aku belum menemukan pria itu, walaupun banyak yang bernama David tapi aku tidak tahu yang mana" ucap Eva dalam hati


"........."


"Oh iya, aku akan menyambutnya."


"........"


"Ya" ucapnya dengan rasa cemas, walaupun Eva tak pernah bertemu Eva sangat tau tentang bosnya itu bagaimana tidak sang supir kepercayaan bosnya itu selalu memberikan informasi pada Eva.


*Flashback on*


Seseorang yang baru saja mendapatkan bahwa perusahaan yang ada diluar negeri sedang mengalami masalah yang sangat besar yang mengharuskannya untuk datang secara langsung, dengan buru-buru iapun pergi ke bandara tapi saat di perjalanan ia di kejutkan dengan segerombolan anak remaja yang mengganggu perjalanannya.


"Berani sekali mereka menghalangi perjalananku" ujarnya lalu keluar dari mobilnya tak lama satu motor menyerempetnya membuat ia terjatuh.


Sang supir yang melihat itu langsung panik dan tanpa di suruh ia memotret pengendara yang sempat ingin melukai bosnya itu.


"David tunggu..." Ujar seseorang yang mengejar pengendara bermotor itu.


Pria paruh baya dan supirnya itu mendengar seseorang yang baru saja menyebutkan nama 'David'


"Tuan, apa ada yang terluka tuan, anda baru saja tertabrak tuan apa kita harus kerumah sakit dulu tuan"


"Tidak usah lebih baik kita lanjutkan perjalanan ke bandara saya harus cepat-cepat sampai disana"

__ADS_1


"Baik tuan, mari saya bantu tuan"


Sang supir pun membatu bosnya untuk memasuki mobilnya dan menjalankan tugasnya menuju bandara


Sesampainya di bandara pria paruh baya itu masih terus dibantu oleh anak buahnya hingga memasuki pesawat.


"Dimana handphone saya?" Tanya pria paruh baya itu pada anak buahnya yang berada di sampingnya.


"Maaf tuan kita sudah di udara, dan handphone anda harus di matikan dulu tuan" ujarnya dengan rasa takut.


Pria paruh baya itu menghembuskan nafas beratnya


"Baiklah, nanti setelah sampai daratan kau kabari Zain untuk memberikan pekerjaan pada Eva untuk mencarikan aku seseorang yang bernama David itu, dan kau minta bukti foto pada Marko lalu kirimkan juga padanya"


"Baik tuan"


Orang suruhan pria paruh baya itu pun mengabari orang yang disuruh bosnya itu. Hingga beberapa hari sampailah ke telinga Eva dan menyuruh Arif untuk membantu mencari seseorang yang bernama David dengan foto yang terlihat buram.


*Flashback off*


Eva pun segera bersiap-siap untuk menemui Arif yang sejak tadi tidak bisa dihubunginya.


Berbeda dengan intan yang menakut-nakuti seseorang didepannya dengan embel-embel polisi


"Akan saya pastikan polisi tidak akan bisa menangkap ku" ucapnya dengan percaya diri


Arif terkejut dengan ucapan intan yang menyebutkan mananya dan nama Eva bagaimana bisa intan menyebutkannya bahkan jika ada Eva dan dirinya saja dia tidak pernah memanggil nama aslinya didepan orang lain selain orang-orang yang dipercayanya.


"Bagaimana dia tau namaku dan Eva, dari mana dia tau" dalam hati nya bertanya-tanya


"Aku tau semuanya, dan cobaku tebak, kau itu pasti Arif dan wanita yang selalu kesini pasti itu Eva, apa tebakan aku benar" Ucap intan menebak, entah itu benar atau salah tapi ia hanya bisa menyakinkan dirinya.


Arif yang merasa tebakan intan benar membuatnya sedikit terkejut, tiba-tiba pintu terbuka dan menampilkan sosok wanita dengan pakaian serba hitam wajah yang tertutup oleh cadar dan rambut yang diikat kuda melihat kearah Arif dengan tatapan tajam.


"Kenapa kau tak mengangkat teleponku"ucapnya dengan nada kesal.


"Aku sedang mengintrogasi dia mana sempat aku bermain handphone" jawabnya lalu ia mendekat ke telinga eva "dia tau nama kita, dan dia juga tau tentang kita" bisiknya membuat mata Eva melotot.


Eva menarik tangan Arif untuk keluar dari ruangan itu, Eva membawanya keluar dari rumah yang bernuansa modern itu dan langsung menyuruh seseorang untuk mengamankan helm yang akan di gunakan Arif.


"Kita mau kemana Va?" Tanyanya menghentikan langkah kakinya.


"Waktu kita terbatas kita harus cari orang itu sekarang, karena tuan Andrea akan datang" ucapan Eva membuat Arif tak bisa berkata apa apa.


Hari sudah semakin gelap tetapi Eva dan Arif yang sedari pagi tidak mendapatkan kabar bahwa ia menemukan sosok yang bernama David itu, kini ia sedang berada di cafe Yang berada di tepi jalan.


"Harus cari kemana lagi ini?" Tanya Arif sambil menyeruput secangkir kopi miliknya.

__ADS_1


"Bodoh bodoh bodoh kenapa tidak dari dulu akh...." Ucap Eva yang sedari tadi memperhatikan foto yang berada di handphonenya. "Coba kau perhatikan ini" Eva memberikan handphone miliknya pada Arif.


Arif pun mengambil handphone milik Eva dan melihat apa yang Eva suruh.


"Emangnya ada apa sama fotonya Va?" Ucapnya yang masih belum mengerti dengan apa yang Eva berikan.


"Kecek , kau ini bodoh atau bagaimana sih. perhatikan fotonya, coba kau lihat bukankah foto itu di ambil dari belakang?"


"Lalu?" Ucap Arif yang masih tidak mengerti


"Lalu" beo Eva dengan kesal melihat Arif dengan sorotan tajam "kita bisa melacak plat nomor motor itu dan kita tidak usah repot-repot mencarinya seperti ini bodoh"


"Oh..." Ucapnya dengan santai dan kembali menyeruput minuman miliknya itu.


Melihat Arif dengan santainya membuat Eva geram dan meninggalkannya, Arif yang melihat Eva pergi iapun langsung menghabiskan minumannya dan buru-buru untuk mengejar Eva yang sudah lebih dulu pergi dari cafe itu.


"VA tungguin dong" ujar Arif mengejar Eva.


Sesampainya di mension Eva langsung memarkirkan motornya sembarangan dan diikuti Arif dari belakangnya. Eva berjalan kearah kamar milik seseorang, tanpa mengetuk pintu dahulu Eva langsung membuka pintu menampilkan sosok penunggu kamar itu berada di depan ranjangnya.


"Aaaaaaaa" teriak Eva, Arif dan pemilik kamar itu bersamaan.


Eva langsung menutup mata dan membalikkan badannya. "Kenapa kau tidak pakai baju?"


"Kau selalu saja jika datang ke kamarku tidak pernah mengetuk pintu"


"Kau nya saja kenapa tidak kau kunci?"


"Kau ini pelupa atau bagaimana mana, kunci pintu kamarku kau rusak"


"Sudah sudah sudah lebih baik kau cepat pakai baju" ucap Arif


"Aku sudah memakainya, apa yang harus aku cari?"


Mendengar sudah memakai baju Arif dan Eva membalikkan badannya dan melihat si empu, Eva berjalan mendekati pria iru dan memberikan handphone yang bergambar seseorang yang mungkin itu David.


"Coba kau lacak plat motor itu, kira-kira ada di mana?, Dan seperti apa orangnya!" Ujar Eva


Pria itupun mengambil handphone milik Eva dan memperhatikan gambar yang ada di dalamnya, lalu ia melangkah menuju laptop miliknya yang berada di meja kecil. Eva dan Arif hanya mengekorinya, jari tangan pria itu menari-nari diatas keyboard dengan lincahnya.


"Bagaimana apa yang kau temukan?"


"Coba kalian perhatikan baik-baik ini adalah seorang perempuan, aku sudah membuat foto itu menjadi lebih jelas"


********


berikan dukungan kalian dengan cara like, komentar, vote favorit

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹


__ADS_2